Ekonomi
Share this on:

Dorong Pelaku UKM Naik Kelas

  • Dorong Pelaku UKM Naik Kelas
  • Dorong Pelaku UKM Naik Kelas

foto: dok jawapos.com

SURABAYA - Potensi usaha kecil menengah (UKM) di daerah sejatinya cukup besar. Tapi sayang, belum tergarap secara maksimal. Entrepreneurs Organization (EO) Indonesia East berusaha mengoptimalkan UKM dengan berinteraksi langsung dengan pelaku usaha di daerah.

Pekan lalu 15 pengusaha anggota EO dari dalam maupun luar negeri menyempatkan berkunjung ke Pemkab Probolinggo dan bertemu dengan pebisnis setempat.

’’Kami apresiasi kegiatan Pemkab Probolinggo yang positif. Berlomba mencari investasi untuk memajukan daerah. Openness atau keterbukaan daerah harus seperti ini,’’ kata Komite Integrasi EO Indonesia East Anthony Utomo kemarin.

Pihaknya mencermati, UKM tidak hanya berada di Surabaya dan Jakarta. Tapi, di luar itu potensinya luar biasa. ’’Yang jadi masalah, mereka harus scale-up. Untuk itu, mentalitas dan organisasi harus dipersiapkan. Tidak bisa mengandalkan jual ke tetangga,’’ katanya.

Sejalan dengan itu, kesiapan peningkatan daya saing dan interaksi harus sering dilaksanakan. Dengan demikian, pelaku usaha bisa terinspirasi. ’’EO cetuskan mentorship. Bentuknya, pengusaha yang sudah matang diperbantukan ke UKM yang berpotensi. Nanti kami bina,’’ papar direktur PT Utomodeck Metal Works itu.

Saat mau naik kelas, para pelaku usaha UKM tersebut sudah siap. Sebagai pelaku usaha, ada empat yang harus disiapkan. Yaitu, 4P yang mencakup product, place, price, dan promotion. Nah, yang kelima adalah purpose. Jadi, berbisnis harus punya tujuan.

’’Kalau bicara perusahaan besar kan melihat itu. Manajemen mutu dan kualitas harus diperhatikan,’’ ucapnya.

Kegiatan itu diikuti 15 pengusaha yang tergabung dalam EO. Tujuh di antaranya delegasi EO dari luar negeri. Di antaranya, Malaysia, Filipina, Singapura, Australia, dan Kanada.

’’Sektor IT yang paling banyak diperbincangkan. Sejauh mana Probolinggo menerapkan smart city dan kesiapan IT untuk mengontrol pelaksanaan proyek yang dibiayai APBD,’’ lanjutnya. (res/c19/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Konsumsi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Konsumsi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita Sejenis

Ekspor Batik Naik USD 52,4 Juta

Ekspor Batik Naik USD 52,4 Juta

Industri tenun dan batik terus mendapat tempat di hati warga dunia.


Modal Dalam Negeri Naik, Modal Asing Turun

Modal Dalam Negeri Naik, Modal Asing Turun

Pemerintah lewat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis tren pertumbuhan investasi selama selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo -Jusuf Kalla.


Upah Buruh Naik, Investasi Berpotensi Melandai

Upah Buruh Naik, Investasi Berpotensi Melandai

Ekspansi investor asing berpotensi melandai menyusul tren kenaikan upah buruh dan biaya produksi. Utamanya dari Jepang.


Revitalisasi 1.037 Pasar Tradisional Dianggarkan Rp1,1 Triliun

Revitalisasi 1.037 Pasar Tradisional Dianggarkan Rp1,1 Triliun

Untuk mendongkrak ekonomi di kelas menengah ke bawah, pemerintah bakal konsisten merevitalisasi pasar tradisional.


Satu Lagi Naik Kelas Jadi Unicorn

Satu Lagi Naik Kelas Jadi Unicorn

Usaha rintisan (start-up) yang berlabel unicorn dinilai malah menarik modal asing untuk masuk ke tanah air.


Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Harga BBM di tanah air diperkirakan tidak akan naik hingga akhir tahun ini. Asalkan nilai ICP (Indonesia Crude Price) tidak melebihi USD 70 per barel.


Tarif Naik, Kargo Udara Lesu

Tarif Naik, Kargo Udara Lesu

Kebijakan maskapai penerbangan menaikkan tarif surat muatan udara (SMU) mengurangi laju pengiriman barang di Jawa Timur (Jatim).


Tarif Ojol Naik Bikin Ekonomi Terkontraksi

Tarif Ojol Naik Bikin Ekonomi Terkontraksi

Kenaikan tarif ojek online (ojol) bakal menimbulkan banyak dampak negatif bagi demand pasar dan perekonomian secara luas.


Imlek Dorong Traffic E-Commerce

Imlek Dorong Traffic E-Commerce

Perayaan Imlek tahun ini meningkatkan traffic e-commerce.


Permendag Tekan Baja Impor

Permendag Tekan Baja Impor

Pelaku industri baja menyambut baik Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 110 Tahun 2018.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!