Ekonomi
Share this on:

Dukung Pengembangan Usaha Wanita Muslimah

JAKARTA - Keberadaan wanita Muslimah dalam dunia bisnis tidak lagi sekedar isu mengenai kesetaraan gender belaka. Isu itu telah berkembang juga ke dunia bisnis.

Hal ini dibuktikan oleh Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI). ”WPMI sebagai ormas perempuan memiliki potensi stategis dalam pengembangan ekonomi perempuan di Indonesia, khususnya melalui penumbuhkembangan wirausaha wanita di berbagai sektor usaha,”ujar Deputi Bidang Pembiayaan Yuana Sutyowati pada acara Festival Milad Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) Ke-3 di Jakarta, Rabu (3/10) lalu.

Berdasarkan data proyeksi pertumbuhan penduduk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik dan United Nation Population Fund, bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2018 mencapai 265 juta jiwa, dari jumlah tersebut sebanyak 58,97 juta diantaranya UMKM, terdiri dari usaha mikro 58,91 juta unit (98,89%), usaha kecil 59,26 ribu (0,10%) dan usaha besar 4.987unit (0,01%).

Jumlah wirausaha wanita mencapai 14,3 juta orang, dimana jumlah ini meningkat 1,6 juta orang dari jumlah 12,7 juta orang tahun sebelumnya. "Menurut prediksi saya, angka jumlah wirausaha wanita ini belum termasuk usaha mikro wanita di sektor informal yang tersebar di seluruh Indonesia, tentunya angka tersebut akan lebih besar lagi,” ujar Yuana.

Menurut Yuana, potensi usaha mereka sangat besar, mengingat WPMI telah memiliki struktur dan jaringan organisasi di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota. "Mengingat Organisasi WPMI yang memiliki anggota wirausaha yang tersebar sampai tingkat kabupaten/kota, tentu WPMI dapat berperan mengembangkan koperasi syariah yang berbasis pada UMKM binaan", tukas Yuana.

Dengan terbentuknya koperasi syariah, Yuana berharap mampu menggerakan perekonomian lokal melalui kegiatan usaha produksi, pemasaran, keuangan dan jasa lainnya.

”Kami berharap WPMI menangkap kegairahan masyarakat saat ini untuk mengembangkan koperasi dan UMKM berbasis syariah,” tegas Yuana.

Selain itu, Yuana juga berharap WPMI melalui UMKM binaannya dapat berperan membina dan menggerakkan serta mengembangkan UMKM wanita Muslimah Indonesia semakin maju dan sukses dalam kancah perekonomian nasional.

Kedua, mampu memberdayakan dan memperkuat UMKM Wanita/Keluarga dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan usahanya mendapatkan akses pasar, menyerap IT dalam berbisnis dan memperteguh tali silaturahmi antar pengusaha muslimah.

”Juga mampu memperjuangkan UMKM untuk mendapatkan akses pelatihan keterampilan, advokasi, pemasaran dan perizinan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produknya,” papar Yuana.

Yuana mengingatkan, saat ini telah memasuki era digital economic. Berdasarkan data BPS yang diolah dari total pelaku bisnis tersebut, tercatat 3,79 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan teknologi digital atau bisnis e-commerce, yang memanfaatkan platform market place utama di Tanah Air, seperti Blibli, Tokopedia, Lazada dan Bukalapak.

”Oleh karena itu, kami terus mendorong upaya pemanfaatan dan optimalisasi pemanfaatan tekonologi digital bagi pelaku bisnis koperasi dan UMKM melalui berbagai kebijakan dan program dalam mengembangkan koperasi dan UMKM menuju digital economy,” jelas Yuana.

Kebijakan dan program tersebut antara lain, Pendaftaran Badan Hukum Koperasi dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Online, fasilitasi standarisasi produk dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), peningkatan kapasitas SDM KUMKM (Vocational Training) sebagai Techno-preneur, pelatihan Manajemen Koperasi dan Sistem Aplikasi Lamikro (Laporan Usaha Akutansi Mikro), pengembangan PLUT melalui Kampung UKM Digital, kerjasama dengan PT Telkom Tbk, hingga pendaftaran UMKM sebagai merchant di market place SMESCO. (raf/jpg)

Berita Sebelumnya

Indonesia Tidak Akan Dibiarkan Krisis
Indonesia Tidak Akan Dibiarkan Krisis

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Porsi E-Commerce Makin Besar

Porsi E-Commerce Makin Besar

Pelaku usaha ritel masih optimistis bisnis offline bisa terus tumbuh menghadapi era disrupsi digital.


BUMN Bersinergi Pulihkan Kondisi Sulawesi Tengah

BUMN Bersinergi Pulihkan Kondisi Sulawesi Tengah

Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk penanganan dan pemulihan Sulawesi Tengah pasca bencana gempa terus berlanjut.


Dukung UKM Perluas Akses Pemasaran

Dukung UKM Perluas Akses Pemasaran

Platform pembayaran digital, OVO, berupaya menerapkan sistem pembayaran nontunai di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM).


Rupiah Melemah Lagi, Pelaku Usaha Selektif Ekspansi

Rupiah Melemah Lagi, Pelaku Usaha Selektif Ekspansi

Fluktuasi nilai tukar rupiah membuat pelaku usaha harus menyesuaikan strategi bisnisnya.


November, Produk Indonesia Bebas Bea Masuk Australia

November, Produk Indonesia Bebas Bea Masuk Australia

Pelaku usaha menyambut positif Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement.


Serap Tenaga Kerja, Dorong Daya Beli

Serap Tenaga Kerja, Dorong Daya Beli

Tidak hanya menyerap tenaga kerja, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendongkrak daya beli masyarakat.


Tekan Defisit, Jokowi Minta Bantuan Pengusaha

Tekan Defisit, Jokowi Minta Bantuan Pengusaha

Presiden Joko Widodo meminta pelaku usaha ikut menekan defisit transaksi berjalan (CAD).


Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Tiongkok

Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Tiongkok

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan investasi berskema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) kepada calon investor di Tiongkok.


Optimisme Pebisnis dan Konsumen Diprediksi Malah Turun

Optimisme Pebisnis dan Konsumen Diprediksi Malah Turun

Optimisme pelaku usaha dan konsumen pada kuartal III diprediksi menurun, jika dibandingkan dengan kuartal II lalu.


Dorong Pelaku UKM Naik Kelas

Dorong Pelaku UKM Naik Kelas

Potensi usaha kecil menengah (UKM) di daerah sejatinya cukup besar. Tapi sayang, belum tergarap secara maksimal.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!