Ekonomi
Share this on:

E-Commerce Bukan Penyebab Toko Ritel Tutup

  • E-Commerce Bukan Penyebab Toko Ritel Tutup
  • E-Commerce Bukan Penyebab Toko Ritel Tutup

JAKARTA - Beberapa waktu lalu konsumen Indonesia dikejutkan dengan penutupan sejumlah toko ritel. Berbagai kalangan menyebutkan biang keladinya adalah keberadaan E-commerce atau perdagangan melalui teknologi digital.

Ketua Umum DPP Aspsiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey angkat suara, bahwa fakta sebenarnya tidak demikian. Sebab pertumbuhan minimarket masih melesat.

Catatan Aprindo, minimarket tumbuh 800-900 per tahun. Supermarket tumbuh 10-15 per tahun, dan hypermarket tumbuh 2-3 per tahun. Melihat data tersebut, artinya industri ritel Indonesia masih bertumbuh dan konsumsi masih meningkat.

Roy mengklaim, angka Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap ritel masih tinggi yakni di atas 100. Juga Indeks Penjualan Riil yang juga di atas 100 atau inflasi terkendali di kisaran 3,1-3,2 persen.

"Ritel tutup karena mereka ingin efisiensi, mengubah business model dan merelokasi dari daerah yang tidak strategis," tutur Roy.

Dia mengungkapkan, bahwa omzet ritel pada tahun lalu mencapai Rp235 triliun. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan E-commerce. Sementara untuk target tahun ini sebesar Rp240 triliun.

"Pengusaha ritel akan ekspansi di timur Indonesia yang menawarkan peluang cukup besar," ucap dia.

Kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta Ellen Hidayat sepakat dengan yang dikatakan Roy, bahwa ritel tutup bukan disebabkan masalah ekonomi namun pengusaha tengah mencari produk yang paling produktif.

"Tutup itu masalahnya macam-macam. Ada yang mereka melihat merek itu tak jalan saat ini, mending dibuka baru," ujar Ellen.

Ellen mencontohkan, Lotus milik MAP yang sempat tutup gerai, akan tetapi MAP justru tetap berkibar dan menambah brand lainnya. Jadi memang pengusaha tengah berpikir kreatif bagaimana produk-produknya diminati konsumen.

Terpisah, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, gugurnya sejumlah ritel modern karena kalah bersaing dengan minimarket yang menjemput bola kepada konsumen.

"Secara umum memang supermarket besar yang tutup karena kalah bersaing dengan minimarket yang semakin mendekat ke konsumen," ujar Eko kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (11/7).

Eko menjelaskan, kecenderungan konsumen di zaman sekarang segala sesuatunya ingin efisien. Maka, mereka lebih memilih yang terdekat untuk melakukan transaksi.

"Dengan produk yang dijual relatif sama, sementara kecenderungan selera konsumen belanja lalu segera pergi (hemat waktu), maka supermarket besar sulit bersaing jika tidak disertai diferensiasi produk yang signifikan," pungkas Eko.

Seperti diketahui, enam gerai Giant dikabarkan akan tutup lapak hingga 28 Juli sempat membuat heboh. Yaitu, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tim Independen PLN Belum Temukan Penyebab Blackout

Tim Independen PLN Belum Temukan Penyebab Blackout

Seminggu sudah berlalu insiden mati listrik massal alias blackout.


Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg

Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg

Harga garam sejak bukan Juni 2019 sampai saat ini semakin melorot. Padahal saat ini sedang berlangsung panen garam.


Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Pemadaman listrik secara massal yang terjadi di Pulau Jawa dan sejabodetabek bukan hanya dikeluhkan oleh para pelaku usaha besar ataupun UMKM


BPJS Kesehatan Terindikasi ada Kecurangan

BPJS Kesehatan Terindikasi ada Kecurangan

Banyak faktor penyebab BPJS Kesehatan terus mengalami defisit anggaran.


Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

Generasi muda alias milenial semakin sadar akan pentingnya melakukan investasi. Terutama pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel.


Desak Ritel Beli Ayam Peternak

Desak Ritel Beli Ayam Peternak

Lebih dari sepekan, jawaban atas anjloknya harga ayam ras potong di pasaran belum mendapat respon serius dari pemerintah.


Rontoknya Giant, Dampak Perubahan Pola Belanja

Rontoknya Giant, Dampak Perubahan Pola Belanja

Persaingan ritel yang semakin ketat menjadi alasan Giant menutup enam gerai di wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi.


Penutupan Giant karena Kalah Bersaing

Penutupan Giant karena Kalah Bersaing

Setelah bungkam, akhirnya Direktur PT Hero Supermarket Hadrianus Wahyu Trikusumo buka suara terkait penutupan enam toko Giant di sejumlah tempat di Jabodetabek.


Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Supermarket Giant akan tutup di beberapa kawasan di Jabodetabek. Ada enam gerai yang akan tutup mulai akhir Juli 2019.


Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

Munculnya ritel-ritel modern dengan harga yang menarik, dan kehadiran toko offline membuat supermarket Giant tutup di beberapa titik.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!