Ekonomi
Share this on:

E-Commerce Menggeliat, Sektor RiilLesu

  • E-Commerce Menggeliat, Sektor RiilLesu
  • E-Commerce Menggeliat, Sektor RiilLesu

JAKARTA - Menggeliatnya perusahaan-perusahaan start up di Tanah Air membuat resah para pengusaha di sektor riil. Mereka menilai pemerintah terlalu membanggakan e-commerce ketimbang bisnis di bidang properti.

"Jutaan miliar dolar masuk ke Indonesia ke start up, tapi kita tahu itu hanya bakar uang tapi sebenarnya seperti Gojek, Bukalapak itu semuanya rugi. Meski begitu kita bersyukur mereka bisa besar di ASEAN bahkan Asia, tapi kita butuh riil sektor yang bergerak," kata Ketua Gabungan pengembang Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta, Amran Nukman dalam acara Diskusi bertajuk "4,5 Tahun Curhatan Pelaku Usaha: Realita dan Derita Pengusaha Kecil Sampai Besar" di Hotel Century Park, Jakarta, Senin (8/4)kemarin.

Dan yang disesalkan Amran, adalah pembatalan pajak e-commerce, sehingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ada di e-commerce tidak terserap. Selain itu menurutnya, para pengusaha real estate sedang gelisah dengan kebijakan pemerintah saat ini, karena menurutnya tidak mendapat perhatian lebih dari pemerintah sehingga pertumbuhan ekonomi dari properti stagnan.

"Kegelisahan para pengusaha kita ini merasakan sektor riil tidak bergerak, ekonomi kita semua fokus pada e-commerce. Usaha properti hancur. Tidak ada satupun properti yang bergerak," ujar Amran.

Kendati demikian, Amran mengakui pertumbuhan ekonomi memang terjadi. Namun yang sangat disayangkan adalah pertumbuhan ekonomi bukan pada sektor riil, namun hanya pada e-commerce. Kesempatan yang sama, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryani Motik menilai pemerintah kebijakan pemerintah terlalu condong pada BUMN, sehingga para pengusaha swasta menjadi lesu.

Dengan demikian, bisa 'membunuh' secara perlahan para pengusaha swasta. "Yang kita lihat yang menggeliat BUMN, karena sinergi BUMN yang kebablasan. Sinergi BUMN mendirikan anak cucu perusahaan, sehingga yang tadinya pengusaha swasta bisa supply (sekarang tidak)," kata Suryani.

Lanjut Suryani, kecendrungan pemerintah yang terlalu membanggakan e-commerce juga membuat lapangan pekerjaan menjadi berkurang. "Toko-toko pada sepi, pindah ke e-commerce. Kita memaklumi e-commerce, tapi sektor rill itu menciptakan lapangan pekerjaan lebih besar," ucap dia.

Seperti diketahui, Kontribusi sektor riil pada real estate terhadap pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan dari tahun ke tahun. Tiga tahun terakhir, porsi sektor properti, yang terdiri dari konstruksi dan real estate, terhadap produk domestik bruto berkisar 13%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB tahun 2016 sebesar 10,38%. Tahun 2017, kontribusi konstruksi turun tipis yaitu 10,38% terhadap PDB. Sementara kontribusi sektor real estate terhadap PDB tahun 2016 sebesar 2,82%. Kontribusi sektor real estate mencatat penurunan di tahun 2017 menjadi 2,79% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Jika ditotal, kontribusi sektor properti secara keseluruhan pada 2016 dan 2017 masing-masing sebesar 13,20% dan 13,16% terhadap PDB. (ibl/din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Aksi 22 Mei Ricuh, Pengusaha Rugi Rp1,5 Triliun

Aksi 22 Mei Ricuh, Pengusaha Rugi Rp1,5 Triliun

Unjuk rasa 22 Mei yang berujung rusuh memukul sektor perekonomian di Jakarta. Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 triliun.


Pekerja Industri Diproyeksi Naik 8 Persen

Pekerja Industri Diproyeksi Naik 8 Persen

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprediksi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri akan naik 8 persen sampai 2035 mendatang.


Banyak Industri Halal di Tanah Air Belum Terdaftar

Banyak Industri Halal di Tanah Air Belum Terdaftar

Sungguh miris, Indonesia yang mayoritas beragama Islam, ternyata banyak sektor industrinya yang tidak tercatat atau terdaftar halal.


Investasi Menggeliat Pasca Pilpres

Investasi Menggeliat Pasca Pilpres

Tidak hanya bursa saham dan rupiah yang diprediksi menunjukkan kinerja positif, pemerintah meyakini investasi di sektor industri akan meningkat.


Industri Manufakur Tanah Air Meningkat

Industri Manufakur Tanah Air Meningkat

Pasca Pemilu 2019 serentak yang berjalan damai dan aman diperkirakan sektor manufaktur Indonesia akan meningkat.


Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Neraca perdagangan Indonesia diketahui defisit sebesar 8,56 miliar dolar AS sepanjang tahun 2018.


Sektor Mikro Serap KUR Paling Banyak

Sektor Mikro Serap KUR Paling Banyak

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) mencatat terbanyak realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor usaha mikro.


Pencabutan Aturan Pajak E-Commerce Sangat Tepat

Pencabutan Aturan Pajak E-Commerce Sangat Tepat

Pencabutan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 210 Tahun 2018 , dinilai sangat tepat.


Sri Mulyani Melunak Cabut Pajak Transaksi e-Commerce

Sri Mulyani Melunak Cabut Pajak Transaksi e-Commerce

Setelah mendapatkan serangan dari berbagai pihak, akhirnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak kuasa menahan gempuran itu.


Penerapan Pajak E-Commerce Sebaiknya Ditunda

Penerapan Pajak E-Commerce Sebaiknya Ditunda

Kebijakan mengenai pajak e-commerce akan berlaku 1 April 2019 nanti.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!