Ekonomi
Share this on:

Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

  • Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton
  • Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

JAKARTA - Penjegalan sawit Indonesia di Uni Eropa diperkirakan membuat ekspor sawit tahun ini menurun sebanyak 30 juta ton hingga akhir tahun 2019 ini.

Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kanya Lakshmi mengungkapkan, ekspor minta sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil) di pasar Eropa sekitar 6-7 juta ton per tahun.

Untuk tahun ini, dia memperkirakan akan terjadi pengurangan ekspor CPO yang dari sebelumnya di 2018 tercatat sebanyak 34,71 juta ton. Sedangkan pada 2017 32,18 juta ton.

"Saya memprediksi jumlah ekspor tahun ini akan sedikit terkoreksi di angka 30 jutaan ton. Walaupun kita sebetulnya sudah menjajaki pasar baru," kata Kanya dalam sebuah diskusi membahas mencari pasar baru ekspor sawit, di Jakarta, Rabu (7/8).

Dia juga menyebutkan akan ada tambahan pasar baru ekspor CPO seperti ke Cina, India, Rusia dan Timur Tengah. Namun tetap tidak mampu mendorong volume ekspor.

Untuk itu, dia berharap program pemerintah B20 bisa berjalan efektif sehingga meningkatkan jumlah penyerapan sawit menggantikan pasar Eropa.

"Selain itu, kita juga sedang jajaki dengan PLN untuk menggunakan sawit sebagai penggerak energi subsitusi, tapi masih tahap pembicaraan," ujar dia.

Kesempatan yang sama, Managing Director Sustainablity Strategi Stakeholder Enggament Agus Purnomo mengatakan, bahwa saat ini penjajakan pasar baru sudah dilakukan dan dia memperkirakan peluangnya cukup besar.

"Pasar Afrika juga potensinya besar cuma daya beli mereka masih rendah jadi belinya masih dalam eceran, Rusia kita sedang jajaki, begitupun Asia, Jepang sedang ada penjajakan juga. Kebutuhan Cina juga meningkat ekspornya tahun ini, kita cari pasar yang tidak rewel seperti Eropa," kata dia.

Terkait kampaye hitam yang dilakukan Uni Eropa terhadap sawit Indonesia, kata dia, harus diwaspadai karena jangan sampai dunia memiliki persepsi demikian.

"Kita sudah tunjukkan bukti-bukti bahwa sawit kita tidak merusak lingkungan dan mengurangi jumlah hutan yang ada. Bahkan sawit kita juga sudah sertifikasi. Jadi memang pihak Eropa selalu menutup mata dan bicara ke mana-mana tentang sawit kita tidak ramah lingkungan," tutur Agus.

Karena itu, Agus meminta semua pihak agar membangun opini yang positif terhadap sawit Indonesia. Sebab sawit Indonesia memiliki kualitas produk yang baik dan menjalani prinsip-prinsip penanaman yang ramah lingkungan serta sustainable.

Agus menyebutkan, sejumlah negara mulai sadar memproduksi minyak sawit berkelanjutan seperti inisiasi yang dilakukan India dengan Sustainable Palm Oil Coalition for India (India-SPOC) dan Jepang.

Atas kondisi demikian, maka bisa membuka peluang pasar sawit Indonesia yang lebih luas lagi ke sejumlah negara.

Adapun cara yang dilakukannya yakni dengan mendorong pendekatan bantuan teknis dan insentif keuangan lewat program peremajaan kebun sawit yang dikelola petani swadaya.

"Kami mendukung misi pemerintah Indonesia untuk meremajakan 200,000 hektare (ha) lahan perkebunan rakyat," katanya.

Menurut dia, dengan peremajaan lahan sawit, maka bisa meningkatkan produktivitas petani sebesar 5-6 ton CPO/ha/tahun, serta menciptakan proses produksi dan konsumsi yang berkelanjutan melalui kerja sama multi pihak.

Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah menyebutkan, informasi dana hibah untuk program peremajaan sawit rakyat hingga tahun 2019, sebanyak 28.276 ha telah mendapatkan Dana PSR, lantas sekitar 39.989 ha proses penyaluran Dana PSR di BPDPKS dan sejumlah 16.960 ha dilakukan verifikasi bertahap melalui Aplikasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Tak hanya itu, langkah yang dilakukan pemerintah yaitu menerapkan kebijakan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Penerapan tersebut 2011 sampai 2019 realisasi perkebunan kelapa sawit yang tersertifikasi ISPO seluas 4.115.434 ha atau 29,3 persen dari total lahan perkebunan kelapa sawit 14,3 juta ha.

Sedangkan produksi CPO yang telah tersertifikasi ISPO mencapai 11,57 juta ton CPO atau 31 persen dari total produksi CPO 37,8 juta ton/ha. (fin/ima)

Berita Berikutnya

Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg
Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg

Berita Sejenis

Ini Lima Jurus Jitu Genjot Ekspor Pertanian

Ini Lima Jurus Jitu Genjot Ekspor Pertanian

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian terus berupaya meningkatkan volume ekspor produk pertanian.


Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan komoditas ayam dan telur saat ini telah dinyatakan surplus.


Manpro.id, Tuni dan Traffobit Jadi Tim Terbaik Innovate 2019

Manpro.id, Tuni dan Traffobit Jadi Tim Terbaik Innovate 2019

Berdasarkan penilaian tim juri pada Hack Day, akhirnya terpilih tiga tim pemenang yaitu Manpro.id, Tuni dan Traffobit.


Samsung Beri Cash Back hingga Rp4 Juta

Samsung Beri Cash Back hingga Rp4 Juta

Berbagai promo istimewa dihadirkan untuk masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya pada Grand Opening Samsung Store.


Industri Tekstil Masih Menjanjikan

Industri Tekstil Masih Menjanjikan

Pemerintah tengah membidik nilai ekspor dari industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sepanjang tahun 2019 akan menembus USD15 miliar.


Utang Pemerintah Turun Tipis Rp1 T

Utang Pemerintah Turun Tipis Rp1 T

Posisi utang pemerintah pusat hingga Juni 2019 tercatat sebesar Rp4.570,17 triliun.


Serapan Garam Petani Hampir 90 Persen

Serapan Garam Petani Hampir 90 Persen

Kemperin mencatat, realisasi serapan garam petani oleh industri hingga minggu pertama Juli 2019 mencapi 1.009.000 juta ton.


Ketegangan Mereda, Bulog Salurkan 1,5 Juta Ton Beras Baru

Ketegangan Mereda, Bulog Salurkan 1,5 Juta Ton Beras Baru

Ketegangan antara Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Direktur Utama Bulog Budi Waseso telah mereda.


Mustahil Indonesia Ekspor Beras

Mustahil Indonesia Ekspor Beras

Wacana Indonesia akan mengekspor beras Bulog ke Negara Papua Nugini dan Timor Leste dianggap tidak akan mungkin terjadi.


Inflasi Diprediksi Melonjak, Jika Harga BBM Subsidi Naik

Inflasi Diprediksi Melonjak, Jika Harga BBM Subsidi Naik

Pemerintah tengah was-was inflasi lebih tinggi dari proyeksi pemerintah tahun ini sebesar Rp3,5 persen.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!