Ekonomi
Share this on:

Ekspor Kendaraan Terus Melaju

  • Ekspor Kendaraan Terus Melaju
  • Ekspor Kendaraan Terus Melaju

JAKARTA - Indonesia kini menjadi basis produksi otomotif global. Kali ini giliran PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang mengekspor produknya ke mancanegara. Saat ini Suzuki membidik lebih dari 20 negara tujuan ekspor dengan kuota tahap awal 12 ribu unit New Ertiga dan 18.660 unit Nex II.

’’Hari ini (kemarin, Red) sangat bersejarah bagi kami karena ekspor produk terbaru kami, yaitu All New Ertiga dan Nex II, mulai dilakukan. Dua produk ini merupakan karya anak bangsa yang dibuat di Cikarang dan Tambun serta telah menjadi produk global,’’ ujar Presiden Direktur PT SIM Seiji Itayama saat seremoni di pabrik Suzuki Cikarang, Jawa Barat, kemarin (22/10).

Selain New Ertiga, Suzuki Indonesia mengekspor produk lain. Di antaranya, Suzuki APV dan Karimun Wagon R dalam bentuk CBU dan CKD. Di sektor roda dua, Suzuki mengapalkan Nex II, Suzuki GSX 150 series, dan Satria F150. Tahun lalu nilai ekspor Suzuki berkisar Rp 7,8 triliun.

’’Untuk memenuhi target komoditas domestik dan ekspor, Suzuki memiliki beberapa pabrik perakitan di Indonesia. Masing-masing berada di Cakung, Tambun, dan Cikarang,’’ kata Seiji.

Sejauh ini, lanjut Seiji, kendaraan bermotor CBU merek Suzuki yang diproduksi di PT SIM, baik roda empat maupun roda dua, telah diekspor ke lebih dari 87 negara maju dan berkembang. Mulai Asia, Eropa, Afrika, Amerika Latin, hingga Oseania. ’’Nilainya terus ditingkatkan pada masa mendatang dengan rencana ekspor Rp 11,3 triliun pada tahun fiskal 2022,’’ ungkapnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas investasi Suzuki di Indonesia. PT SIM memproduksi 2,5 juta unit kendaraan roda empat sejak 1976 serta melakukan ekspor sejak 1993 dalam bentuk CBU dan CKD sebanyak 478.351 unit. Produksi roda dua dimulai 1970 dengan total produksi lebih dari 11 juta unit. Sejak 2012, PT SIM melakukan ekspor CBU dan CKD sebanyak 699.481 unit.

’’Tren ekspor PT SIM terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dari segi jumlah maupun nilai, dengan rasio ekspor terhadap total produksi lebih dari 30 persen dan rata-rata pertumbuhan mencapai 19 persen setiap tahun,’’ jelasnya.

Berdasar catatan Kemenperin, sejak 2014 PT SIM menambah investasi Rp13,5 triliun. SIM memiliki lima pabrik dengan total kapasitas produksi 214 ribu unit per tahun untuk roda empat dan 320 ribu unit per tahun untuk roda dua dengan sekitar 5.800 tenaga kerja. ’’Total investasi PT SIM telah mencapai Rp18,4 triliun,’’ paparnya.

Airlangga bakal terus mendorong agar tercipta penambahan investasi baru maupun perluasan serta adopsi teknologi yang terkini. ’’Diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk merealisasikan target produksi 1,5 juta unit pada 2020,’’ tuturnya.

Menurut Airlangga, saat ini industri otomotif di Indonesia telah berkembang menjadi basis produksi kendaraan jenis MPV, truk, dan pikap yang pengembangannya diarahkan untuk meningkatkan ekspor ke pasar global. Target besarnya adalah pemasok kendaraan jenis sedan dan SUV.

Sementara itu, Section Head Jawa Timur dan Indonesia Timur PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Aceng Ulumudin menjelaskan bahwa market kendaraan roda dua di kelas 150 cc relatif stabil. Sebab, saat ini kendaraan yang berpenampilan macho telah menjadi gaya hidup masyarakat.

’’Jadi, kami rasa market motor sport di Indonesia, termasuk Jatim, masih menjanjikan. Makanya, kami terus berupaya memberikan banyak variasi pada kategori 150 cc,’’ terangnya di sela-sela launching Suzuki GSX 150 Bandit di Surabaya kemarin. (agf/car/c14/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Investasi Sektor Energi Anjlok
Investasi Sektor Energi Anjlok

Berita Sejenis

Leasing Masih Waswas Terapkan DP 0 Persen

Leasing Masih Waswas Terapkan DP 0 Persen

Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran uang muka atau (down payment/DP) kredit kendaraan bermotor hingga 0 persen.


Target Ekspor Lebih Rendah daripada 2018

Target Ekspor Lebih Rendah daripada 2018

Pertumbuhan ekspor nonmigas tahun ini dipatok lebih rendah daripada 2018.


Pemerintah Kaji Pemberian Keringanan Pajak

Pemerintah Kaji Pemberian Keringanan Pajak

Pemerintah berupaya memacu kinerja ekspor barang, termasuk hasil pertanian dan perkebunan.


Dorong Program Ekonomi Umat

Dorong Program Ekonomi Umat

Pemerintah terus mengembangkan program Kemitraan Ekonomi Umat.


Subsidi Uang Muka untuk Sejuta Rumah ASN, TNI, dan Polri

Subsidi Uang Muka untuk Sejuta Rumah ASN, TNI, dan Polri

Sistem kredit dan pembangunan sejuta rumah untuk aparatur sipil negara, TNI, dan Polri terus dimatangkan.


Dorong Kesadaran Pajak dari Kampus

Dorong Kesadaran Pajak dari Kampus

Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalimantan Timur dan Utara terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perpajakan.


Pertamina EP Kembangkan Migas Area Bunyu Central

Pertamina EP Kembangkan Migas Area Bunyu Central

PT Pertamina EP Asset V terus mendorong produksi migas di wilayah kerjanya.


Bulog Amankan Pasokan Pangan

Bulog Amankan Pasokan Pangan

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Bulog terus melakukan stabilisasi harga.


Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

Pertumbuhan ekonomi global yang melemah memengaruhi penurunan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) pada November 2018.


Rupiah Konsisten Menguat

Rupiah Konsisten Menguat

Pergerakan nilai tukar rupiah terus bergerak positif.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!