Ekonomi
Share this on:

Ekspor Kerajinan Tangan Lesu

  • Ekspor Kerajinan Tangan Lesu
  • Ekspor Kerajinan Tangan Lesu

dok. jpnn.com

JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali, mengeluhkan ekspor produk kerajinan tangan mengalami kelesuan. Jika hal ini dibiarkan pemerintah, maka akan semakin banyak perajin yang beralih profesi.

Ketua Umum ASEPTHI Bali Dharm Siadja mengungkapkan, ada beberapa kendala yang menyebabkan ekspor produk kerajinan tangan tidak menggeliat. Karena itu, dia meminta pemerintah untuk membantu Industri Kecil Menengah (IKM), mulai dari fasilitas-fasilitas seperti desain maupun pameran-pameran.

Tak hanya itu, dia juga meminta sinkronisasi data ekspor yang dikeluarkan oleh lembaga disperindag, BI, BPS, dan Bea Cukai. Harapan dia, ke depannya ada sinkronisasi data dari keempat lembaga terkait.

Dia menjelaskan, dengan lesunya ekspor kerajinan tangan berimbas pada berkurangnya jumlah pekerja. Karena industri kerajinan tangan sudah tidak mampu menghidupkan mereka, maka banyak pekerja yang memilih profesi lain seperti menjadi pemetik buah.

"Banyak mereka yang beralih menjadi tukang petik buah. Setiap tahunnya terjadi pemerosotan hingga 2 persen. Kondisi ini bisa kita lihat di lapangan di daerah pedalaman daerah ujung yang merupakan sentra-sentra kerajinan kayu di Bali," ujar dia dalam keterangannya, Minggu (1/9).

Kendala lainnya, masih ribetnya masalah pengurusan dokumen-dokumen dari beberapa lembaga. Dan ini dia meminta harus lebih dipersingkat lagi.

"Jangan lagi ada aturan-aturan tambahan dan juga masalah pembiayaan. Banyak juga IKM susah mendapatkan biaya untuk melakukan kegiatan ekspor," ucap Dharma.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI Eko Rudi Hartono berjanji akan mendukung ekspor para IKM, yakni dengan kebijakan yang memudahkan impor tujuan ekspor.

"Kite IKM adalah layanan bebas biaya masuk dan tidak dipungut Ppn untuk bahan baku impor dan mesin tujuan barang jadinya untuk diekspor," kata Eko di tempat yang sama.

Kemudahan tersebut, salah satunya, kata Eko, barang baku IKM bisa ditimbun selama tiga tahun di pusat logistik tanpa bayar biaya masuk dan pajak impor dan bisa dikeluarkan dari pusat logistik tersebut secara mencicil tidak penuh.

"Dan bea cukai sudah memiliki klinik kepabeanan. Teman-teman para pengusaha IKM bisa memanfaatkan klinik kepabeanan. Kami di bea cukai ada agen fasilitas untuk mempotensi tentang kinerja di industri yang ada di Bali besar menengah kecil," tutur dia.

Sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, potensi industri kreatif kerajinan tangan Indonesia sangat besar. Namun sayangnya, ekspor produk kerajinan tangan asal Indonesia baru menyentuh 13 juta dolar AS atau sekitar 1,26 persen dari pangsa pasar dunia.

Menurutnya, ada dua masalah utama yang menjadi persoalan dari produk kerajinan tangan Indonesia. Kedua tantangan tersebut adalah masalah pendanaan dan juga desain.

Karena itu, ke depannya pemerintah akan mengundang beberapa desainer produk dari negara lain untuk memberikan bimbingan teknis kepada para pelaku di dalam negeri. Salah satu yang akan diundang adalah desainer asal Jerman. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Maskapai AirAsia Raup Untung Rp11 M
Maskapai AirAsia Raup Untung Rp11 M

Berita Sejenis

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Di tengah kondisi perekonomian global yang melambat, dan ditambah perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat yang tak kunjung mereda


Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Di tengah diskriminasi atau boikot yang dilakukan Uni Eropa terhadap produk minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia


Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan kembali menuai protes keras.


Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan


Dongkrak Ekspor Temukan Kendala

Dongkrak Ekspor Temukan Kendala

Sebagaimana perintah Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) untuk menggeliatkan pasar ekspor di mancanegara, namun tidak semudah yang diharapkan.


Ini Lima Jurus Jitu Genjot Ekspor Pertanian

Ini Lima Jurus Jitu Genjot Ekspor Pertanian

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian terus berupaya meningkatkan volume ekspor produk pertanian.


Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Penjegalan sawit Indonesia di Uni Eropa diperkirakan membuat ekspor sawit tahun ini menurun sebanyak 30 juta ton hingga akhir tahun 2019 ini.


Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan komoditas ayam dan telur saat ini telah dinyatakan surplus.


Industri Tekstil Masih Menjanjikan

Industri Tekstil Masih Menjanjikan

Pemerintah tengah membidik nilai ekspor dari industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sepanjang tahun 2019 akan menembus USD15 miliar.


Mustahil Indonesia Ekspor Beras

Mustahil Indonesia Ekspor Beras

Wacana Indonesia akan mengekspor beras Bulog ke Negara Papua Nugini dan Timor Leste dianggap tidak akan mungkin terjadi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!