Ekonomi
Share this on:

Ekspor Sepeda Motor Ditarget Tumbuh 10 Persen

  • Ekspor Sepeda Motor Ditarget Tumbuh 10 Persen
  • Ekspor Sepeda Motor Ditarget Tumbuh 10 Persen

JAKARTA - Iklim pasar roda dua di Indonesia dipacu. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta produsen sepeda motor atau agen pemegang merek (APM) bisa meningkatkan ekspor sepeda motor minimal 10 persen dari produksi atau penjualan di pasar lokal. Target tersebut merupakan bagian dari Industri 4.0 yang sedang dikembangkan pemerintah.

’’Jika produksi sekitar 6 juta unit, ya berarti ekspor sekitar 600 ribu unit,’’ kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) kemarin (31/10).

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johanes Loman menyatakan optimismenya dengan target tersebut. Hingga September 2018, AISI memasarkan 4,7 juta unit sepeda motor atau mengalami pertumbuhan hingga 8,8 persen.

Dia menegaskan bahwa AISI akan mampu mencapai target penjualan 6,2 juta–6,3 juta unit selama 2018. Meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu 5,9 juta unit.

Sementara itu, pasar ekspor sampai September lalu mencapai 438 ribu unit. AISI cukup optimistis bahwa angka itu bisa melampaui target ekspor 530 ribu unit. ’’Melihat potensi pasar ekspor, kami rasa masih bisa tumbuh sampai 23 persen,’’ ujarnya.

Sementara itu, transaksi IMOS tahun ini diprediksi meningkat. Airlangga menyebutkan bahwa capaian transaksi IMOS sebelumnya tercatat Rp 17 miliar. ’’Tahun ini ditargetkan mencapai Rp 20 miliar,’’ tegas Airlangga.

Begitu pula jumlah pengunjung. Pameran otomotif roda dua yang rutin diadakan dua tahun sekali itu diperkirakan bisa menyedot 100 ribu pengunjung. Dua tahun lalu jumlah pengunjung mencapai 92 ribu orang.

Airlangga menyatakan, kehadiran produsen dan komunitas akan lebih meramaikan pameran IMOS 2018. ’’Kami apresiasi anggota IMOS dan delapan anggota lain yang hadir di pameran. Kami berharap iklim untuk pengembangan sepeda motor makin berkembang,’’ tuturnya. (agf/c14/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Acuan Nilai Tukar Rp15 Ribu
Acuan Nilai Tukar Rp15 Ribu

Berita Berikutnya

Optimistis Gaet 20 Juta Turis Manca
Optimistis Gaet 20 Juta Turis Manca

Berita Sejenis

Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun dari 3,5 persen menjadi 3 persen pada 2019.


Pertumbuhan Ekonomi Digital Bantu Geliatkan Investasi

Pertumbuhan Ekonomi Digital Bantu Geliatkan Investasi

Perkembangan ekonomi digital di Tanah Air cukup tumbuh secara signifikan. Hal itu bisa mendorong investor asing menanamkan modalnya ke Indonesia.


Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Kuartal ketiga akan segera berakhir, dan segera memasuki kuartal keempat 2019, namun pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan geliat yang menggembirakan


Inflasi Lebih Rendah dari Bulan Lalu, Kenapa?

Inflasi Lebih Rendah dari Bulan Lalu, Kenapa?

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil survei pemantauan harga (SPH) di sejumlah wilayah, tercatat inflasi minggu kedua Oktober 2019 sebesar 0,04 persen.


Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Di tengah kondisi perekonomian global yang melambat, dan ditambah perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat yang tak kunjung mereda


Deflasi September 2019 0,27 Persen, Faktor Harga Komoditas Turun

Deflasi September 2019 0,27 Persen, Faktor Harga Komoditas Turun

Anggapan September 2019 mengalami deflasi 0,27 persen disebabkan penurunan daya beli adalah tidak tepat.


Karhutla Turunkan Jumlah Penumpang Pesawat 5,9 Persen

Karhutla Turunkan Jumlah Penumpang Pesawat 5,9 Persen

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan menimbulkan kerugian materil


Terancam PHK, Buruh Tembakau Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Terancam PHK, Buruh Tembakau Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) sebesar 35 persen, tidak pernah reda dari sorotan berbagai pihak.


Kenaikan Cukai Rokok, 254 Pabrik Rokok Terancam Gulung Tikar

Kenaikan Cukai Rokok, 254 Pabrik Rokok Terancam Gulung Tikar

Pengusaha rokok mengeluhkan kenaikan cukai rokok yang terlalu tinggi sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) 35 persen.


Suku Bunga Acuan Turun Jadi 5,25 Persen

Suku Bunga Acuan Turun Jadi 5,25 Persen

Bank Indonesia (BI), kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7 Daya Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!