Ekonomi
Share this on:

Fasilitasi UMKM untuk Berjualan

  • Fasilitasi UMKM untuk Berjualan
  • Fasilitasi UMKM untuk Berjualan

**** - Pelaku UMKM sebaiknya difasilitasi untuk memasarkan produk di ritel modern. Sayangnya, tidak semua pelaku usaha mendapat kesempatan yang sama.

Koordinator Wilayah Timur Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Abraham Ibnu mengungkapkan, dari sekitar 400 ribu pelaku UMKM, baik mandiri maupun di bawah binaan BUMN, tidak semuanya berkesempatan memasarkan produk melalui ritel modern. Diperkirakan, secara nasional hanya 10–15 persen yang difasilitasi untuk berjualan di ritel modern, khususnya yang berjaringan nasional. ’’Mereka yang difasilitasi itu juga sudah memenuhi standar dan ketentuan yang ditetapkan seperti BPOM dan SNI,’’ ujarnya.

Selain berjualan di ritel berjaringan nasional, pelaku UMKM bisa memasarkan produk di ritel berjaringan lokal atau ritel yang gerainya tersebar di dalam satu provinsi. ’’Di jaringan lokal ini, jumlahnya lebih banyak, sekitar 30–60 persen,’’ ungkapnya.

Faktor lain yang juga memengaruhi adalah kemampuan produksi. Sebab, tidak semua pelaku UMKM memiliki kemampuan produksi dalam jumlah besar. Apalagi kalau ditujukan untuk menyuplai ritel berjaringan nasional yang gerainya tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk memfasilitasi produk UMKM, pihaknya mengusulkan pelaku usaha bisa masuk sebagai salah satu kategori dari ritel modern. Saat ini ada lima kategori. Yakni, minimarket, supermarket, hipermarket, department store, dan pusat perkulakan. ’’Saat ini persentase produk UMKM dari barang yang dijual di ritel modern terus bertambah dari 10 persen hingga sekarang sudah lebih dari 60 persen,’’ katanya.

Nah, melihat potensi besar dari produk UMKM tersebut, tetapi tidak semuanya difasilitasi ritel modern, UMKM diusulkan masuk sebagai salah satu kategori. ’’Harapannya, pelaku UMKM mendapat perhatian dan bisnisnya terus berkembang,’’ tuturnya.

Apalagi, pemerintah mendukung dari sisi perpajakan. Tarif pajak penghasilan (PPh) final bagi pelaku UMKM turun dari 1 persen menjadi 0,5 persen. (res/c14/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Dorong Bangun SPBU di Luar Jawa
Dorong Bangun SPBU di Luar Jawa

Berita Sejenis

Satu Lagi Naik Kelas Jadi Unicorn

Satu Lagi Naik Kelas Jadi Unicorn

Usaha rintisan (start-up) yang berlabel unicorn dinilai malah menarik modal asing untuk masuk ke tanah air.


Pelindo-Pertamina Perkuat Distribusi Energi

Pelindo-Pertamina Perkuat Distribusi Energi

Untuk menunjang konektivitas antar pelabuhan, PT Pertamina dan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV bersinergi dalam distribusi energi.


Industri Tekstil Dapat Insentif

Industri Tekstil Dapat Insentif

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) akan diidentifikasi untuk meningkatkan kapasitas produksi.


Harga Jual BBM Nonsubsidi Akan Lebih Wajar

Harga Jual BBM Nonsubsidi Akan Lebih Wajar

Pemerintah mengeluarkan aturan baru tentang perhitungan harga jual eceran untuk BBM nonsubsidi. Aturan tersebut mencakup margin dan biaya produksi.


Pangkas Izin di Pusat hingga Daerah

Pangkas Izin di Pusat hingga Daerah

Pemerintah bakal berusaha lebih keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


Direct Flight Bertambah, Pariwisata Bergairah

Direct Flight Bertambah, Pariwisata Bergairah

Promosi masif saja tidak cukup untuk menggairahkan pariwisata Jawa Timur (Jatim). Akses yang mudah dan biaya yang murah juga penting.


Momentum Andalkan Investasi Dalam Negeri

Momentum Andalkan Investasi Dalam Negeri

Insentif-insentif masih menjadi andalan untuk menggenjot realisasi investasi.


Pacu Penjualan Condenser

Pacu Penjualan Condenser

Penjualan power plant equipment atau komponen pembangkit listrik bakal menjadi penopang PT Boma Bisma Indra (Persero) untuk mencapai target sales.


Keran Impor Jagung Dibatasi hingga Maret

Keran Impor Jagung Dibatasi hingga Maret

Pemerintah memberi Bulog izin untuk mengimpor jagung. Kali ini kuotanya tidak dibatasi.


Pengusaha Bisa Dapat Insentif Lagi

Pengusaha Bisa Dapat Insentif Lagi

Pemerintah tengah menyiapkan insentif fiskal baru untuk mendorong kembalinya devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!