Ekonomi
Share this on:

Fiskal dan Moneter Senjata RI Hadapi Turbulensi Ekonomi Global

  • Fiskal dan Moneter Senjata RI Hadapi Turbulensi Ekonomi Global
  • Fiskal dan Moneter Senjata RI Hadapi Turbulensi Ekonomi Global

Foto: cnbc indonesia

JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China diperkirakan akan berakhir damai, sehingga meringankan meringankan beban dunia yang melemah, termasuk Indonesia. Kabar perang dagang akan mereda diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Mulyani, hasil Spring Meeting 2019 (pertemuan IMF-Bank Dunia) di Amerika Serikat pada 12-14 April 2019 lalu.

"Ada harapan bahwa perdagangan antara Amerika dan China sudah kemungkinan memiliki titik temu," kata Sri di Tangerang Selatan, Rabu (17/4) kemarin.

Kendati perang dagang berlangsung, kata Sri, suku bunga tidak mengalami kenaikan. "Ekonomi global yang melemah tidak mengalami kenaikan di suku bunga," ucap Sri.

Soal proyeksi IMF yang menyebut estimasi pertumbuhan ekonomi global turun dari 3,9 persen menjadi 3,3 persen, dia memastikan akan melakukan manuver-manuver untuk menghadapi turbulensi ekonomi global. "Kita juga harus menjaga agar space fiskal dan moneter kita memiliki ruang yang cukup untuk mengantisipasi apapun yang terjadi di dunia," ujar Sri.

Ekonom Center of Redorm on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Faisal mengatakan, jika perang dagang AS dan China mereda, maka pemerintah harus perkuat ekonomi domestik. "Idealnya kalau tekanan global mereda, tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik juga ikut mereda," ujar Faisal kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (17/4). (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Investor Asing Tunda Berinvestasi di Indonesia

Investor Asing Tunda Berinvestasi di Indonesia

Aksi massa 21 dan 22 Mei yang berujung ricuh membuat investor asing menunda menanamkan modalnya di Indonesia.


Amerika Bikin Surplus, Tiongkok Buat Defisit

Amerika Bikin Surplus, Tiongkok Buat Defisit

Kementerian Perdagangan mencatat terjadi defisit neraca ekspor dan impor April 2019 menunjukkan defisit cukup tinggi sebesar USD 2,5 miliar.


Kawasan Bisnis Tanah Abang Lumpuh, Sehari Rugi Rp60 Miliar

Kawasan Bisnis Tanah Abang Lumpuh, Sehari Rugi Rp60 Miliar

Rusuh aksi massa menolak hasil Pemilu 2019 di kawasan Jalan Thamrin hingga Tanah Abang, Rabu (22/5) dinihari berdampak lumpuhnya kegiatan ekonomi di sekitar lok


Aksi 22 Mei Picu Pelemahan Rupiah

Aksi 22 Mei Picu Pelemahan Rupiah

Pengamat ekonomi memperkirakan aksi massa 22 Mei memicu nilai tukar rupiah melemah semakin dalam.


Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Bank Indonesia bekerjasama dengan Perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyediakan lebih dari 100 layanan gerak Uang Elektronik (UE) di sejumlah rest area


Maskapai Penerbangan Akhirnya Patuhi Tarif Baru

Maskapai Penerbangan Akhirnya Patuhi Tarif Baru

Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan penerapan tarif penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal.


Kebutuhan Konsumtif Kerek Pinjaman Online Saat Ramadan

Kebutuhan Konsumtif Kerek Pinjaman Online Saat Ramadan

Selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2019, diperkirakan permintaan pinjaman melalui fintech Peer-to-Perr (P2P) lending akan terus meningkat.


Jangan Merakit Terus, Saatnya Industri Elektronik Produksi Sendiri

Jangan Merakit Terus, Saatnya Industri Elektronik Produksi Sendiri

Investasi elektronika dan telematika di Indonesia mulai mengepakan sayapnya, meski belum sebesar industri manufaktur.


Indonesia Waspadai Kelanjutan Perang Dagang AS dan China

Indonesia Waspadai Kelanjutan Perang Dagang AS dan China

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China akan berkelanjutan.


31 Mei Diprediksi Puncak Konsumsi BBM

31 Mei Diprediksi Puncak Konsumsi BBM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi puncak konsumsi BBM lebaran terjadi, Jumat (31/5) atau H-5 Idul Fitri 1440 H.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!