Ekonomi
Share this on:

Future Trading Alternatif Investasi

  • Future Trading Alternatif Investasi
  • Future Trading Alternatif Investasi

JAKARTA - Pertumbuhan transaksi perdagangan berjangka di bursa berjangka masih lambat. Padahal, perdagangan berjangka (future trading) berpotensi menjadi alternatif investasi sangat menarik.

Itu terjadi lantaran masyarakat masih meragukan prospek investasi tersebut. Selain itu, masyarakat awam kurang memahami menyusul sosialisasi minim, dan modal investasi dinilai terlalu besar.

Kondisi itu diperparah dengan menjamurnya perusahaan pialang berjangka ilegal. Oknum-oknum investasi bodong dengan leluasa memanfaatkan masyarakat yang secara pengetahuan akan investasi sangat minim.

Merespon itu, pialang berjangka PT Real Times Futures (RTF) menerbitkan sejumlah layanan tambahan untuk mempermudah proses transaksi. Layanan itu antara lain, robot trading, virtual private server (VPS) gratis, dan trading cabinet terintegrasi dengan sistem MetaTrader 4 yang menggunakan application programming interface (API).

Di mana, robot trading tersebut memungkinkan nasabah bertransaksi secara otomatis dalam tempo 24 jam. Sementara, VPS adalah komputer virtual 24 jam yang mengoperasikan robot trading selama terkoneksi dengan internet.

"Jadi, nasabah tidak perlu bertransaksi secara manual," tutur Komisaris RTF Narif Rahmat Santosa, di Jakarta, Selasa (17/4) kemarin.

Perusahaan menawarkan dua jenis produk investasi, yaitu Kontrak Berjangka Komoditi (Kontrak Gulir Emas) dan Kontrak Derivatif meliputi mata uang, emas, dan contract for different single stock (CFD).

"Saat ini, mata uang, emas dan CFD sangat likuid dan mendominasi pasar berjangka," tambah CEO RTF Junaidi Roparulian Simanjuntak.

Sepanjang tahun ini, RTF menarget volume transaksi harian 10 ribu lot per bulan. Sejak perombakan pemegang saham, kepemilikan, dan kepengurusan pada akhir 2017, RTF baru memulai kembali aktivitas perusahaan secara efektif tahun ini.

"Kami baru memulai kembali," ucap Junaidi. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Indonesia-Korsel Sepakati Tambah Nilai Investasi

Indonesia-Korsel Sepakati Tambah Nilai Investasi

Realisasi kerja sama ASEAN Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) bakal dipercepat.


Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Gejolak nilai tukar membuat realisasi investasi tumbuh melambat.


Peraturan Panel Surya Atap Hambat Investasi

Peraturan Panel Surya Atap Hambat Investasi

Kementerian ESDM berencana mengeluarkan aturan tentang penggunaan panel surya atap (solar rooftop).


Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Tiongkok

Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Tiongkok

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan investasi berskema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) kepada calon investor di Tiongkok.


Pemerintah Ingin Tarik Lebih Banyak Investor Jepang

Pemerintah Ingin Tarik Lebih Banyak Investor Jepang

Tren investasi Jepang ke Indonesia menunjukkan perlambatan dalam kurun tiga tahun terakhir.


Investasi Digital Melonjak

Investasi Digital Melonjak

Ekonomi digital diprediksi menjadi penyokong investasi.


Investasi Online OSS Hasilkan 248 NIB

Investasi Online OSS Hasilkan 248 NIB

Sistem perizinan online terpadu atau online single submission (OSS) telah menerbitkan 248 nomor induk berusaha (NIB).


Pengusahs Sawit Mulai Bidik Pasar Alternatif

Pengusahs Sawit Mulai Bidik Pasar Alternatif

Kebijakan bea masuk tinggi dari sejumlah mitra dagang dinilai menjadi biang kerok jatuhnya ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia.


Gencar Lakukan Edukasi Investasi

Gencar Lakukan Edukasi Investasi

Pemimpin baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi akan membawa pasar modal menjadi pilihan investasi bagi masyarakat.


BKPM Optimistis Investasi Rp765 Triliun

BKPM Optimistis Investasi Rp765 Triliun

Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) kuartal pertama 2018 sebesar Rp185,3 triliun



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!