Ekonomi
Share this on:

Garuda Beber Alasan Kerjasama dengan Mahata

  • Garuda Beber Alasan Kerjasama dengan Mahata
  • Garuda Beber Alasan Kerjasama dengan Mahata

JAKARTA - Sekian lama diam, pihak PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akhirnya mau angkat suara tentang perjanjian kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi. Dalam keterbukaan informasi, Senin (6/5) lalu, manajemen Garuda mengatakan proses bermitra dengan Mahata tanpa melalui tender. Nilai kerjasama tersebut mencapai 241,94 juta dengan periode selama 15 tahun.

Garuda mengungkapkan, bahwa sampai saat ini Perseroan belum menerima pembayaran dari Mahata. "Perseroan belum menerima pembayaran," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal.

Selanjutnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menanyakan kepada Mahata, jika piutang Mahata tak tertagih, maka Perseroan akan melakukan assessment atas perjanjian kerjasama itu setiap dua bulan sekali. Lalu jika proses assessment hasilnya tidak dibayar, dalam laporan keuangan Garuda Indonesia akan diakui sebagai beban utang tak tertagih.

Beban itu akan menekan pendapatan laporan keuangan setelahnya. Manajemen Garuda Indonesia menjelaskan mengenai alasan memilih perusahaan belia itu. Salah satunya menjalin kerjasama dengan perusahaan startup secara internasional.

Di antaranya dengan perusahaan Lufthansa system, Lufthansa Tecnik dan Inmarsat. Perseroan klaim, Ketiga perusahaan adalah perusahaan internasional. Adapun nilai bisnis secara global Mahata Group sebesar 640,5 juta dolar AS.

"Mahata merupakan perusahaan startup yang didukung oleh induk usaha Global Mahata Group yang memiliki 10.000 karyawan dengan cakupan bisnis, pertambangan timah, inflight connectivity dan tenaga keamanan," jelas Fuad.

Mahata sendiri didirikan berdasarkan Akta No. 3 tanggal 03 November 2017 yang dibuat oleh Yeldi Anwar, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0140899.AH.01.11.TAHUN 2017 tanggal 08 November 2018.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan, biasanya jika business to cunsumer (B to B) memang tidak menggunakan tender. Namun dalam penunjukkan berdasarkan good governance.

"Nah ini masalahnya prinsip tersebut tidak dipenuhi. Grup Mahata dinilai masih baru sehingga mencurigakan ketika perusahaa baru bisa memperoleh kontrak besar dari pemain sekelas Garuda Indonesia Grup," ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN).

Dengan demikian, menurut Huda, masyarakat menaruh curiga dengan perusahaan pelat merah itu. "Meskipun secara grup diakui besar dan memiliki aset yang mencukupi namun jika pengalaman masih minim dan ada perjanjian kerja sama yang ditunjuk langsung wajar jika publik curiga," kata Huda.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani berjanji akan mengutus anak buahnya untuk meneliti apa yang terjadi dengan laporan keuangan Garuda Indonesia. "Aku belum bisa ngomong apa-apa biar nanti dilihat aja kasusnya," ucap Sri.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi juga mengatakan, kasus ini akan diserahkan kepada instansi resmi yang berwenang, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kemenhub sudah dapat laporan keuangan dari Garuda dan di situ memang dinyatakan 2018 itu untung. Secara detil kita tidak dilaporkan tentang hal-hal yang berkait pengakuan (pendapatan) pihak penerbangan. Selaku regulator, Kemenhub beri kesempatan ke yang berwenang klarifikasi," kata Budi.

Seperti diketahui, ada yang tidak beres dalam laporan keuangan Garuda Indonesia. Dari laporan keuangannya, ada piutang yang dimasukkan ke pendapatan sehingga BUMN ini mengantongi laba di 2018. Garuda menjalin kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi untuk pemasangan layanan wifi dan hiburan pesawat. Adapun nilainya mencapai 239,94 juta dolar AS atau sekitar Rp3,36 triliun. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

Munculnya ritel-ritel modern dengan harga yang menarik, dan kehadiran toko offline membuat supermarket Giant tutup di beberapa titik.


Realisasi Barter Pesawat Sukhoi Rusia Tunggu Perintah

Realisasi Barter Pesawat Sukhoi Rusia Tunggu Perintah

Sejak tiga tahun lalu pemerintah melemparkan wacana akan melakukan barter hasil perkebunan dengan pesawat sukhoi dari Rusia.


Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, inflasi Lebaran kali ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.


Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Diumumkan Usai Lebaran

Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Diumumkan Usai Lebaran

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan Garuda Indonesia lima hari setelah Lebaran.


Perang Teknologi Rugikan Bisnis Online di Indonesia

Perang Teknologi Rugikan Bisnis Online di Indonesia

Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China berubah ke perang teknologi.


Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Bank Indonesia bekerjasama dengan Perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyediakan lebih dari 100 layanan gerak Uang Elektronik (UE) di sejumlah rest area


BEI Siap Putuskan Kejanggalan Laporan Keuangan Garuda

BEI Siap Putuskan Kejanggalan Laporan Keuangan Garuda

Sejumlah pihak melakukan penelusaran terkait ketidakberesan laporan keuangan Garuda Indonesia.


Kapasitas Kursi Kereta Lebaran Ditambah

Kapasitas Kursi Kereta Lebaran Ditambah

Menyambut masa angkut mudik lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan total 78 kereta api dengan kapasitas 957.282 penumpang.


11 Proyek Migas Berproduksi Tahun Ini

11 Proyek Migas Berproduksi Tahun Ini

Kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat setiap tahun seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.


Pemerintah Diminta Jangan Takut Tindak Aplikator Ojol Nakal

Pemerintah Diminta Jangan Takut Tindak Aplikator Ojol Nakal

Penerapan tarif baru ojek online (ojol) yang ditetapkan pemerintah tidak berjalan dengan semestinya.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!