Ekonomi
Share this on:

Gencar Lakukan Edukasi Investasi

  • Gencar Lakukan Edukasi Investasi
  • Gencar Lakukan Edukasi Investasi

JAKARTA - Pemimpin baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi akan membawa pasar modal menjadi pilihan investasi bagi masyarakat. Pihaknya akan meneruskan kebijakan lama yang dirasa baik dan masih diperlukan. Itu dilakukan dengan berkoordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kebijakan yang diterapkan pada intinya masih berpusat pada edukasi, sosialisasi, dan pendalaman pasar keuangan. Menurut Inarno, sejauh ini bursa sudah sangat baik. Hal itu terlihat dari infrastruktur, jumlah emiten, jumlah investor, frekuensi perdagangan, dan dana investor domestik di pasar modal.

”Ke depan kami melakukan pendalaman pasar, produk, likuiditas, investor. Kami tingkatkan semuanya,” ujarnya, kemarin.

Inarno menyatakan tidak bisa bekerja sendiri. Selain dengan OJK, BEI harus bekerja bersama self regulatory organizations (SRO) lain, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Pria 55 tahun itu menambahkan, bursa akan berfokus pada likuiditas. Mengenai market, hal itu lebih banyak dipengaruhi sentimen dan berada di luar kuasa bursa. Yang penting, harus semakin banyak investor yang mau masuk ke bursa.

Meski telah ditunjuk OJK sebagai direktur utama BEI menggantikan Tito Sulistio, Inarno harus menunggu rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) bursa. Rencananya, rapat diselenggarakan pada Jumat (29/6). Sebelumnya, RUPST KPEI juga mengangkat pimpinan baru, yakni Sunandar. Dia menggantikan Hasan Fawzi yang kini ditunjuk OJK sebagai direktur pengembangan BEI.

Inarno kini masih menjabat presiden komisaris CIMB Sekuritas. Mantan presiden direktur KPEI itu juga pernah menjabat presiden komisaris Maybank Kim Eng Sekuritas. Pria asal Jogjakarta tersebut akan memimpin BEI hingga 2021.

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pimpinan bursa yang baru harus menjadi sosok yang baik dan mampu menggalang investor sebanyak-banyaknya. ’’Kemudian, dia juga harus menarik kepercayaan investor dalam dan luar negeri. Juga mampu bekerja bersama SRO, OJK, dan berkoordinasi serta menambah minat perusahaan agar mau menjadi perusahaan terbuka,’’ paparnya. (rin/c7/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Revisi DNI Pacu Transaksi Finansial

Revisi DNI Pacu Transaksi Finansial

Penyelesaian aturan baru terkait dengan daftar negatif investasi (DNI) terus dikebut.


Butuh Dorongan Investasi-Ekspor, Pemerintah Godok Aturan Baru

Butuh Dorongan Investasi-Ekspor, Pemerintah Godok Aturan Baru

Pertumbuhan investasi dan ekspor sedang melambat. Hal itu terlihat dari investasi pada kuartal III 2018 yang realisasinya Rp173,8 triliun.


Investasi Sektor Energi Anjlok

Investasi Sektor Energi Anjlok

Harga minyak dunia berpengaruh pada kinerja investasi di sektor energi.


Banyak Investasi Bodong, Milenial Harus Selektif

Banyak Investasi Bodong, Milenial Harus Selektif

Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan uang untuk berinvestasi.


Gencar Garap Pasar Ekspor

Gencar Garap Pasar Ekspor

Semen Indonesia (SMGR) aktif menggarap pasar luar negeri untuk meningkatkan penjualan.


Net Kewajiban Investasi Turun

Net Kewajiban Investasi Turun

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah berdampak pada kinerja investasi.


Target Pertumbuhan Lebih Rendah

Target Pertumbuhan Lebih Rendah

Pemerintah menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dalam RAPBN 2019 masuk akal. Pertumbuhan tersebut akan bersumber dari konsumsi dan investasi.


DP Minim Pacu Penjualan Properti

DP Minim Pacu Penjualan Properti

Ceruk pasar properti premium masih terbuka. Pengembang perumahan pun masih gencar meluncurkan produk anyar untuk segmen tersebut.


Indonesia-Korsel Sepakati Tambah Nilai Investasi

Indonesia-Korsel Sepakati Tambah Nilai Investasi

Realisasi kerja sama ASEAN Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) bakal dipercepat.


Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Gejolak nilai tukar membuat realisasi investasi tumbuh melambat.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!