Ekonomi
Share this on:

Genjot Ekspor, Prioritaskan Sektor Budi Daya

  • Genjot Ekspor, Prioritaskan Sektor Budi Daya
  • Genjot Ekspor, Prioritaskan Sektor Budi Daya

SURABAYA - Pengembangan budi daya perikanan menjadi kunci untuk mendongkrak ekspor pada 2018. Selama ini, setiap tahun ekspor perikanan menunjukkan tren penurunan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo menyatakan, faktor dari dalam negeri menjadi pemicu menurunnya ekspor. Suplai bahan baku ikan ke unit pengolahan ikan terus menurun.

”Jadi, sulit bagi kami untuk memprediksi ekspor 2018 karena cenderung turun tiap tahun,” katanya, kemarin.

Meski begitu, dia menyebut ada upaya untuk menggenjot ekspor. Yakni, pemerintah harus lebih memprioritaskan pengembangan sektor budi daya. Di antaranya, pembangunan infrastruktur budi daya seperti jalan, jembatan, irigasi, dan listrik. Juga, upaya menanggulangi penyakit dan dukungan riset untuk mengembangkan benih-benih unggul.

”Itu bisa jadi strategi yang dapat ditempuh dalam waktu singkat,” tandasnya.

Selain itu, kegiatan budi daya dikonsentrasikan pada spesies unggulan. Misalnya, komoditas air payau seperti udang, air tawar untuk patin, dan air laut untuk ikan baramundi.

Sementara itu, untuk perikanan tangkap, harus ada kebijakan yang mendukung operasional kapal. ”Pemerintah harus segera memudahkan perizinan kapal untuk melaut,” tegasnya. Selanjutnya, diikuti dengan kajian kembali terhadap larangan penggunaan 17 alat tangkap.

Berdasar data ekspor yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, ekspor produk perikanan Indonesia pada Januari–Oktober 2017 turun. Kendati demikian, nilainya naik tipis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Turunnya ekspor tersebut memengaruhi kinerja unit pengolahan ikan.

”Banyaknya ikan yang diproses menentukan untung atau ruginya UPI,” paparnya.

Semakin banyak bahan baku yang dapat diproses UPI, biaya produksi akan menurunkan. Sebaliknya, jika jumlah bahan baku sedikit meski secara nilai tinggi, biaya produksi per kilogram bakal naik dan UPI bisa merugi. (res/c16/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Hasil Giling Mentok di 2,12 Juta Ton
Hasil Giling Mentok di 2,12 Juta Ton

Berita Berikutnya

Pengusana Pemula Diinjeksi Modal Usaha
Pengusana Pemula Diinjeksi Modal Usaha

Berita Sejenis

Ekspor Membaik, Surplus USD 1,09 Miliar

Ekspor Membaik, Surplus USD 1,09 Miliar

Kinerja negatif neraca dagang Indonesia tidak berlanjut.


Percepat Orientasi Ekspor

Percepat Orientasi Ekspor

Ekonomi negara-negara tetangga Indonesia mulai menunjukkan perbaikan.


Tambah Likuiditas, Genjot Kredit Bank

Tambah Likuiditas, Genjot Kredit Bank

Tahun ini Bank Indonesia (BI) menargetkan pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 10–12 persen.


Bea Impor Normal, Pelaku Industri Sawit Optimistis

Bea Impor Normal, Pelaku Industri Sawit Optimistis

Industri kelapa sawit domestik menghadapi tantangan berat. Itu menyusul pengenaan bea impor cukup tinggi negara tujuan ekspor.


Pemerintah Kebut Desain Ekonomi Batam

Pemerintah Kebut Desain Ekonomi Batam

Kawasan Batam sangat strategis dari sektor perdagangan. Itu membuat investor tidak sedikit membiakkan modal.


Kredit Dorong Daya Beli

Kredit Dorong Daya Beli

BCA berupaya menyalurkan kredit berbunga murah lewat program kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB).


E-Commerce Tingkatkan Skala Bisnis UMKM

E-Commerce Tingkatkan Skala Bisnis UMKM

Bisnis ekonomi digital alias e-commerce terus menggeliat. Arus investasi di sektor tersebut diprediksi mencapai USD 4,8 miliar.


Bidik KPR di Bawah Rp1 Miliar

Bidik KPR di Bawah Rp1 Miliar

Sektor properti diprediksi akan tumbuh 5,5 persen pada 2018 ini.


Nilai Ekspor Awal Tahun Menjanjikan

Nilai Ekspor Awal Tahun Menjanjikan

Nilai ekspor Indonesia Januari 2018 tercatat USD 14,45 miliar. Angka itu menanjak 7,86 persen dibanding periode sama edisi 2017.


Industri Pengolahan Nonmigas Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

Industri Pengolahan Nonmigas Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

Kementrian Perindustrian menargetkan sektor pengolahan non migas tumbuh 5,67 persen pada 2018. Dengan total target investasi Rp345,4 triliun.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!