Ekonomi
Share this on:

Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

  • Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi
  • Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

JAKARTA - Supermarket Giant akan tutup di beberapa kawasan di Jabodetabek. Ada enam gerai yang akan tutup mulai akhir Juli 2019.

Para karyawan Giant pada kebingungan dengan nasib mereka setelah tempat bekerja mereka tutup. Salah satu pegawai Giant Ekstra Wisma Asri, Bekasi Utara yang enggan menyebutkan namanya ditawarkan perusahaan agar pensiun dini.

Dia telah bekerja selama lima tahun di Giant Bekasi. Selain pensiun dini, ada juga pegawai lain yang ditawarkan PHK dengan pesangon sesuai masa kerja.

"Ada juga yang ditawarkan untuk pindah ke Giant di Cikeas dan SCBD, tapi itu jauh dari tempat tinggal. Teman-teman nggak sanggup karena jaraknya jauh dari tempat tinggal dan banyak yang sudah berkeluarga," ujar dia, kemarin (24/6).

Sementara di Giant Ekspres Mampang, Jakarta Selatan, para pegawai menutup rapat-rapat soal nasib mereka. Keengganan mereka terbuka kepada awak media karena atas perintah atasan mereka.

Ketika ditanya bagaimana dengan nasib mereka setelah Giant Ekspres Mampang tutup, dan kapan akan tutup, salah satu pegawai menjawab dengan singkat belum mengetahuinya.

"Kita belum tahu mas. Belum ada informasi dari pimpinan," ujar salah pegawai Giant Ekspres Mampang.

Rupanya pihak manajamen Giant memang tertutup berkomentar mengenai beberapa gerainya yang akan tutup di Jabodetabek.

Terpisah, ketika ditanyakan rencana Giant akan tutup, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengaku belum mendapat laporan resmi dari pihak Giant. Dia baru mendapat kabar dari pemberitaan.

"Aku belum cek. Harus cek dulu karena aku juga baru datang," kata Hanif di Jakarta, kemarin (24/6).

Hanif melanjutkan, siklus perusahaan berdiri dan tutup adalah alami karena kalah disebabkan bersaing. Untuk itu, para pekerja yang terkena PHK harus benar-benar mempersiapkan diri dalam persaingan yang semakin ketat saat ini.

"Jadi antara yang hilang dan yang tumbuh itu akan selalu muncullah. Makanya buat kita yang penting bagaimana kita mempersiapkan tenaga kerja kita di tengah perubahan sekarang ini karena kalau nggak ya tentu repot," ujar Hanif.

Untuk itu, agar SDM Indonesia tetap andal di bidangnya masing-masing maka program-program peningkatan keterampilan harus terus digencarkan sehingga kualitas SDM bis diserap dalam dunia kerja.

"Itu kan kuncinya di skill. Itulah kenapa pemerintah fokus mempersiapkan skill ini sebagai semacam defense capacity. Karena kita sadar betul angkatan tenaga kerja kita masih didominasi oleh mereka yang lulusan SD SMP. Kalau pendidikannya rendah, skill pun tidak ada, pasti orang menghadapi PHK juga berat," ucap Hanif.

Terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menilai, penutupan enam gerai di Jabodetabek disebabkan kalanya persaingan oleh ritel sejenis dan gempuran toko online.

"Bukan hanya sesama ritel modern saja, tapi juga produk-produk makanan yang dijual di online. Banyak faktor ya, seperti manajemen, persaingan dll," ucap dia.

Ekonom INDEF Ahmad Tauhid mendukung komentar Tutum, bahwa tutupnya Giant adalah tidak dapat bertahan dengan gempuran-gempuran minimarkert modern atau toko offline yang harganya bersaing.

"Ini juga menjadi ancaman bagi group-group ritel besar lainnya mengingat secara umum pertumbuhannya Januari-Mei 2019 rata-rata sebesar 8,4 persen, namun beberapa tahun sebelumnya pertumbuhan ritel biasanya diatas 10 persen," ujar Tauhid.

Adapun enam Giant yang yang akan tutup pada 28 Juli 2019 adalah Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri.

Hingga berita ini diturunkan, Fajar Indonesia Network (FIN), masih kesulitan menghubungi Manajemen External Communication Manager Hero Supermakert Fia Arwinta. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pangkas Regulasi Jadi PR Jokowi

Pangkas Regulasi Jadi PR Jokowi

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin periode 2019-2024 harus membenahi pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk.


Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Dua perusahaan raksasa minyak asal Amerika Serikat (AS), yakni Exxon Mobil dan Chevron dikabarkan bakal hengkang dari Indonesia.


Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) yang memfasilitasi pembiayaan infrastruktur tanpa utang dan tidak membebani APBN mencapai Rp29,3 triliun


Pemerintah Diminta Segera Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah Diminta Segera Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah diminta segera menaikkan cukai rokok. Sehingga harga rokok semakin mahal dan pelajar akan semakin sulit membelinya.


Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Kuartal ketiga akan segera berakhir, dan segera memasuki kuartal keempat 2019, namun pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan geliat yang menggembirakan


NTM Tak Jalan, Impor Baja dan Tekstil Seolah Tak Terbendung

NTM Tak Jalan, Impor Baja dan Tekstil Seolah Tak Terbendung

Kebijakan Non Tariff Measuser (NTM), sepertinya tak berjalan dengan efektif. Karena impor baja dan tekstil seolah tak terbendung di dalam negeri.


OMG!, Makin Suka-suka Akses Youtube dan Social Media

OMG!, Makin Suka-suka Akses Youtube dan Social Media

Telkomsel menghadirkan Paket Kuota Data Oh My Gigabytes! (OMG!) yang merupakan paket baru Telkomsel


Jokowi Gagal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Jokowi Gagal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi sejak pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dari tahun 2014 hingga 2019, rupanya telah gagal


Surutnya Keyakinan Konsumen Tak Menekan Daya Beli Masyarakat

Surutnya Keyakinan Konsumen Tak Menekan Daya Beli Masyarakat

Di tengah kondisi global mengalami pelemahan, perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat (AS) belum reda,


Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Di tengah kondisi perekonomian global yang melambat, dan ditambah perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat yang tak kunjung mereda



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!