Ekonomi
Share this on:

Harga BBM Nonsubsidi Harus Disesuaikan

  • Harga BBM Nonsubsidi Harus Disesuaikan
  • Harga BBM Nonsubsidi Harus Disesuaikan

JAKARTA - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan drastis. Akhir November berada di kisaran USD 51,48 per barel. Padahal, awal November 2018, harga minyak masih bertengger di kisaran USD 76,20 per barel.

Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) berada di level USD 51,29 per barel, minus 0,31 persen dibanding harga penutupan Kamis (29/11) sebesar USD 51,45 per barel. ”Penyebab utama koreksi minyak karena kelebihan pasokan atas permintaan (over supply). Itu terjadi karena AS, Rusia, dan Arab Saudi membanjiri pasaran,” tutur Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menyusul penurunan harga minyak dunia, kurs rupiah terus menguat dalam satu bulan terakhir. Pada awal November 2018, kurs rupiah masih bertengger pada kisaran Rp15.500 per USD, turun signifikan ke posisi Rp14.300 per USD.

Selama harga minyak dunia masih cenderung turun, pergerakan rupiah diperkirakan akan mengalami penguatan, bahkan tidak menutup kemungkinan akan kembali mencapai pada level Rp13 ribu per USD. ”Saat harga minyak dunia tinggi, harga BBM nonsubsidi telah dinaikkan. Nah, kala harga minyak dunia turun, harga BBM dalam negeri harus mengikuti mekanisme pasar,” urai Fahmy.

Sedang untuk harga BBM subsidi belum ada urgensi untuk menurunkan dalam waktu dekat. Pasalnya, harga BBM subsidi ditentukan pemerintah, bukan mekanisme pasar. Apalagi, saat harga minyak dunia tinggi, harga BBM subsidi tidak dinaikkan dengan pertimbangan menjaga daya beli rakyat dan menahan laju inflasi.

”Kalau harga ditetapkan pemerintah ternyata lebih tinggi dari harga keekonomian, maka selisih itu merupakan tambahan pendapatan bagi Pertamina,” beber Fahmy.

Mantan Anggota Tim Anti Mafia Migas itu menjelaskan, tambahan pendapatan itu dapat digunakan untuk menutup potential loss, yang ditanggung Pertamina pada saat harga BBM subsidi tidak dinaikkan di tengah kenaikkan harga minyak dunia.

Hampir serupa, variabel pelemahan harga minyak dunia dan penguatan rupiah akan menurunkan harga pokok penyediaan (HPP) listrik. Turunnya harga minyak akan mengurangi beban operasional PLN, yang akan menaikkan perolehan laba perusahaan tahun berjalan. Sedang, penguatan rupiah akan mengurangi beban kerugian kurs

Pada kuartal tiga 2018, PT PLN mencatatkan laba usaha sebelum selisih kurs Rp9,6 triliun, meningkat 13,3 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp8,5 triliun. Namun, berdasar standard akuntansi pencatatan laporan keuangan, PLN harus mencatat kerugian belum terealisasi (unrealised loss) akibat selisih kurs mencapai Rp17 triliun.

Setiap penguatan rupiah Rp100 per USD, dapat mengurangi unrealised loss hingga Rp1,3 triliun. Di tengah koreksi harga minyak dunia dan menguatnya kurs rupiah terhadap USD, kinerja keuangan Pertamina dan PLN semakin membaik.

”Jadi, tidak ada urgensi pemerintah menaikkan harga BBM subsidi dan tarif listrik hingga akhir 2019,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Center of Energy and resources Indonesia Yusri Usman berpendapat berbeda terkait kenaikan BBM Non-Subsidi. Sikap Kementerian ESDM menekan Pertamina, AKR, Shell, Total, dan Petronas melanggar Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 dan telah direvisi Perpres nomor 43 tahun 2018 Tentang Penyedian, pendistribusian dan Harga BBM.

Alasannya, BBM umum itu wewenang badan usaha dalam menentukan harga keekonomian setiap saat. Meski harga minyak turun dratis pada November 2018, lazimnya kalkulasi harga keekonomian BBM dihitung harga rata-rata setiap bulan dengan rata rata nilai tukar rupiah setiap bulan.

”Sehingga, awal Januari 2018 badan usaha baru bisa menurunkan harga BBM,” pungkasnya. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Regulasi Investasi Asing Jangan Diubah
Regulasi Investasi Asing Jangan Diubah

Berita Berikutnya

Nissan Terra Pertama Mengaspal di Tegal
Nissan Terra Pertama Mengaspal di Tegal

Berita Sejenis

Bulog Amankan Pasokan Pangan

Bulog Amankan Pasokan Pangan

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Bulog terus melakukan stabilisasi harga.


Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

Pertumbuhan ekonomi global yang melemah memengaruhi penurunan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) pada November 2018.


Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat pembayaran selisih harga biodiesel hingga Oktober 2018 mencapai Rp 5,316 triliun.


Laba Pertamina Anjlok

Laba Pertamina Anjlok

Ditahannya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar berimbas pada pendapatan PT Pertamina (Persero).


Pertamina Belum Ajukan Penyesuaian

Pertamina Belum Ajukan Penyesuaian

PT Pertamina (Persero) belum mengajukan rencana penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.


Maksimalkan Energi Baru Terbarukan

Maksimalkan Energi Baru Terbarukan

Indonesia harus meningkatkan produksi energi baru dan terbarukan. Yaitu memanfaatkan cadangan dalam negeri untuk mengurangi impor minyak dan gas.


Harga Pertamax Turun Januari

Harga Pertamax Turun Januari

Tren penurunan harga minyak dunia dapat berimbas terhadap berubahnya harga bahan bakar minyak (BBM).


Skutik Premium Makin Diminati

Skutik Premium Makin Diminati

Pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua mengalami banyak perubahan. Produk-produk dengan harga premium makin diminati.


Ubah Formula Harga Premium

Ubah Formula Harga Premium

Pemerintah tengah merumuskan formula baru harga bahan bakar minyak (BBM) penugasan jenis premium.


Harga Minyak Sentuh Level Terendah

Harga Minyak Sentuh Level Terendah

Harga minyak mentah dunia pada Selasa (20/11) sempat menyentuh level terendah sejak akhir 2017.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!