Ekonomi
Share this on:

Harga Cabai Ancam Inflasi

  • Harga Cabai Ancam Inflasi
  • Harga Cabai Ancam Inflasi

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mewaspadai potensi lonjakan inflasi sepanjang tahun ini. Ledakan inflasi diprediksi datang dari komponen harga pangan bergejolak (volatile food). Meski begitu, komponen inflasi inti diyakini bakal terjaga pada kisran rendah.

Tahun ini, BI mematok tingkat inflasi di kisaran 3,5 persen plus minus 1 persen. "Yang perlu diwaspadai (komponen) volatile food, seperti beras, cabai dan bawang," tutur Gubernur BI Agus Martowardojo, di Jakarta, Rabu (24/1).

Nah, untuk mencapai sasaran target inflasi 3,5 persen plus minus 1 persen itu, BI akan menjaga inflasi dari komponen harga pengan bergejolak di kisaran 4-5 persen. Tahun lalu, inflasi terkontrol di kisaran 3,61 persen secara tahunan atau year on year (Yoy). Itu terbantu penurunan harga pangan di tingkat global.

Di samping itu, bilang Agus, sejauh ini laju inflasi juga tertolong stabilitas nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing. Maklum, Rupiah trhadap dolar Amerika Serikat (USD) terdepresaiasi hanya 0,6 persen.

“Namun, core inflasi juga rendah, bahkan terjaga di bawah 3 persen," tegas eks Direktur Utama Bank Mandiri (BMRI) itu.

Sebagaimana diketahui, pada Desember 2017 tingkat inflasi pada komponen inti sebesar 0,13 persen (month-to-month) atau sebesar 2,95 persen secara year-on-year (Yoy). "Kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Di mana, pemerintah telah mencanangkan tahun ini tingkat inflasi lebih rendah dari 2017," ucap mantan Menteri Keuangan (Menkeu) itu.

Agus Marto menegaskan, BI dan pemerintah menyepakati inflasi volatile food tahun ini berada di kisaran 4-5 persen. Selain itu, juga bersepakat dengan menetapkan dan menjawal inflasi administered price (harga yang ditentukan pemerintah) melalui koordinasi.

“Tinggal mengawal dan menjaga supaya tingkat inflasi sesuai kesepakatan,” tukas Agus. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Beras Impor Mendarat saat Panen Raya
Beras Impor Mendarat saat Panen Raya

Berita Sejenis

Bulog Amankan Pasokan Pangan

Bulog Amankan Pasokan Pangan

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Bulog terus melakukan stabilisasi harga.


Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

Pertumbuhan ekonomi global yang melemah memengaruhi penurunan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) pada November 2018.


Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat pembayaran selisih harga biodiesel hingga Oktober 2018 mencapai Rp 5,316 triliun.


Laba Pertamina Anjlok

Laba Pertamina Anjlok

Ditahannya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar berimbas pada pendapatan PT Pertamina (Persero).


Pertamina Belum Ajukan Penyesuaian

Pertamina Belum Ajukan Penyesuaian

PT Pertamina (Persero) belum mengajukan rencana penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.


Harga BBM Nonsubsidi Harus Disesuaikan

Harga BBM Nonsubsidi Harus Disesuaikan

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan drastis. Akhir November berada di kisaran USD 51,48 per barel.


Harga Pertamax Turun Januari

Harga Pertamax Turun Januari

Tren penurunan harga minyak dunia dapat berimbas terhadap berubahnya harga bahan bakar minyak (BBM).


Skutik Premium Makin Diminati

Skutik Premium Makin Diminati

Pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua mengalami banyak perubahan. Produk-produk dengan harga premium makin diminati.


Ubah Formula Harga Premium

Ubah Formula Harga Premium

Pemerintah tengah merumuskan formula baru harga bahan bakar minyak (BBM) penugasan jenis premium.


Harga Minyak Sentuh Level Terendah

Harga Minyak Sentuh Level Terendah

Harga minyak mentah dunia pada Selasa (20/11) sempat menyentuh level terendah sejak akhir 2017.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!