Ekonomi
Share this on:

Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

  • Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora
  • Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi global yang melemah memengaruhi penurunan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) pada November 2018. ICP November 2018 pun anjlok di angka USD 62,98 per barel atau turun USD 14,58. ICP kali ini merupakan terendah selama kurun waktu 6 bulan.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan bahwa kebijakan AS yang memberikan pengecualian kepada delapan negara untuk mengimpor minyak mentah dari Iran mengakibatkan oversupply. ’’Stok minyak mentah melimpah di pasaran global,’’ ujarnya kemarin (9/12).

Dampak lain yang mengakibatkan kelebihan pasokan adalah melimpahnya produksi minyak mentah Arab Saudi akibat antisipasi sanksi terhadap Iran. Serta, peningkatan pasokan minyak mentah AS sebanyak 24,5 juta barel pada November 2018.

Kelebihan pasokan itu sejalan dengan publikasi International Energy Agency (IEA) November 2018 yang menyebutkan produksi minyak mentah OPEC pada Oktober 2018 mengalami peningkatan 127 ribu barel per hari. Selain itu, proyeksi pasokan minyak mentah negara-negara non-OPEC tahun ini meningkat 170 ribu barel per hari menjadi 60,3 juta barel per hari jika dibandingkan dengan proyeksi bulan sebelumnya.

Di sisi lain, International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 2018 mengalami perlambatan menjadi 3,7 persen. Turun 0,2 persen jika dibandingkan dengan proyeksi bulan sebelumnya.

’’Di kawasan Asia-Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi beberapa faktor,’’ katanya. Di antaranya, perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok akibat perang dagang dengan AS serta melemahnya permintaan minyak mentah dan produk minyak mentah dari Jepang dan Korea.

Sementara itu, PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field telah memulai pengeboran sumur eksploitasi North Kedungtuban (NKT-01 TW) di Blora, Jawa Tengah. Pengeboran tersebut ditargetkan dapat menghasilkan gas 9 MMSCFD.

Pjs Cepu Field Manager Aley Hildan menyatakan, sumur NKT-01TW memiliki potensi migas yang cukup besar. ’’Target pengeboran ini adalah gas sekitar 9 MMSCFD. Saat ini produksi gas Cepu Field berada di angka 68 MMSCFD,’’ ungkapnya akhir pekan lalu. Pengeboran sumur itu membutuhkan waktu 69 hari dengan kedalaman akhir 2.909 meter.

Produksi minyak dan gas bumi Pertamina EP Asset 4 per 23 November 2018 telah berhasil mencapai 17.235 BOPD (barrel oil per day) atau sekitar 121,65 persen di atas target. Anak usaha PT Pertamina EP tersebut menargetkan produksi migas perseroan tahun ini bisa mencapai 14.032 BOPD.

Peningkatan signifikan kinerja aset 4 merupakan kontribusi positif dari setiap lapangan. Misalnya, lapangan Cepu, Poleng, Papua, Donggi Matindok, dan terutama Sukowati. Kontributor terbesar peningkatan produksi di aset 4 adalah lapangan Sukowati dengan adanya servis di beberapa sumur, terutama untuk perbaikan bonding cement.

Per 29 November 2018, produksi minyak lapangan Sukowati telah mencapai 9.697 BOPD. Angka itu melampaui target produksi minyak lapangan tersebut tahun ini sebanyak 8 ribu BOPD. Produksi gas di aset 4 pun mencapai 184,17 MMSCFD. Angka itu lebih dari 13 persen dari target produksi gas 157,59 MMSCFD. (vir/c14/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Pinjaman untuk Besarkan BUMN
Pinjaman untuk Besarkan BUMN

Berita Sejenis

Jelang 22 Mei, Pengusaha Mulai Waswas

Jelang 22 Mei, Pengusaha Mulai Waswas

22 Mei lusa, Komisi Pemilihan Umum (KPU) rencananya akan mengumumkan hasil pemilihan presiden, sesuai jadwal semula.


Dituding Kartel, Luas Lahan Bawang Putih Akan Diaudit

Dituding Kartel, Luas Lahan Bawang Putih Akan Diaudit

Melambungnya harga bawang putih sejak awal 2019 hingga Rp100 ribu per kilogram memunculkan dugaan kartel. .


Kebutuhan Konsumtif Kerek Pinjaman Online Saat Ramadan

Kebutuhan Konsumtif Kerek Pinjaman Online Saat Ramadan

Selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2019, diperkirakan permintaan pinjaman melalui fintech Peer-to-Perr (P2P) lending akan terus meningkat.


Jangan Merakit Terus, Saatnya Industri Elektronik Produksi Sendiri

Jangan Merakit Terus, Saatnya Industri Elektronik Produksi Sendiri

Investasi elektronika dan telematika di Indonesia mulai mengepakan sayapnya, meski belum sebesar industri manufaktur.


Pariwisata Lebih Laku Ketimbang Minyak Sawit

Pariwisata Lebih Laku Ketimbang Minyak Sawit

Menteri Pariwisata Arief Yahya memproyeksikan devisa pariwisata Indonesia mencapai USD 18 miliar atau jauh melampaui minyak sawit (CPO).


Pakaian Impor China Mulai Gerus Produk Dalam Negeri

Pakaian Impor China Mulai Gerus Produk Dalam Negeri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat memasuki bulan suci Ramadan penjualan produk makanan minuman dan produk tekstil mengalami peningkatan.


Pendapatan dan Belanja Biang Keladi Defisit BPJS Kesehatan

Pendapatan dan Belanja Biang Keladi Defisit BPJS Kesehatan

Sejak tahun pertama, di 2014 sampai saat ini penyakit defisit BPJS Kesehatan tidak kunjung sembuh. Bahkan terus semakin parah.


Sema Ramadan, Konsumsi BBM Diprediksi Meningkat

Sema Ramadan, Konsumsi BBM Diprediksi Meningkat

Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG diperkirakan meningkat saat Ramadan 2019.


Mulai Besok, Tiket Pesawat Turun Harga

Mulai Besok, Tiket Pesawat Turun Harga

Setelah terus mendapatkan desakan dan kritik terhadap harga tiket yang relatif mahal, akhirnya pemerintah melunak.


Tarif Pesawat Mahal Gerus Pendapatan Daerah

Tarif Pesawat Mahal Gerus Pendapatan Daerah

Masih mahalnya harga tiket pesawat domestik menyebabkan merosotnya pendapatan daerah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!