Ekonomi
Share this on:

Harga Tiket Pesawat Dorong Inflasi Maret 2019

  • Harga Tiket Pesawat Dorong Inflasi Maret 2019
  • Harga Tiket Pesawat Dorong Inflasi Maret 2019

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis catatan inflasi pada Maret 2019 mencapai angka 0,11 persen. Secara umum inflasi disebabkan adanya perkembangan harga komoditas yang menunjukkan kenaikan.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan tingkat inflasi tahun kalender Januari sampai Maret 2019 mencapai 0,35 persen. Angka itu lebih rendah dari tahun kalender 2018 yang berada di angka 0,99 persen.

Berdasarkan hasil pantauan BPS dari 82 kota, inflasi Maret 2019 ini senilai 0,11 persen, ujar Suhariyanto di Jakarta, Senin (1/4).

Menurut data BPS, dari 82 kota yang dipantau, sebanyak 51 di antaranya mengalami inflasi dan sisanya deflasi. BPS juga mencatat bahwa inflasi tertinggi terjadi di Ambon dengan nilai 0,86 persen. Salah satu penyebab utamanya adalah tarif angkutan udara.

"Dari tarif angkutan udara memberikan andil 0,03 persen. Bagi kami ini tentunya tidak biasa tetapi kemarin sudah ada peraturan menteri perhubungan yang mengubah tarif batas bawah semoga bisa terlihat dampaknya di April," ucap Suhariyanto Sedangkan deflasi tertinggi disumbang oleh Tual dengan angka -3,03 persen karena terdapat penurunan harga komoditas ikan.

Secara umum, dari kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami inflasi dengan nilai 0,10 sampai 0,24 persen. Namun, bahan makanan mengalami deflasi dengan nilai -0,01 persen.

Menurut Suhariyanto, hal ini disebabkan karena panen raya komoditas pangan dan penurunan harga yang dialami oleh daging ayam dan telur.

Yang menghambat inflasi turunnya harga beras, daging ayam ras, telur, dan ikan, kata Suhariyanto.

Karena fenomena itu, Suhariyanto mengatakan komposisi inflasi pada Maret 2019 ini hanya disebabkan oleh golongan inti saja dengan nilai 0,16 persen.

Untuk nilai inflasi, lanjut Suhariyanto, barang-barang yang bergejolak harganya (volatile) turun di angka -0,02 persen dan tidak memberi andil pada inflasi. Hal yang sama juga berlaku pada golongan inflasi bagi harga yang diatur pemerintah (administer price) dengan nilai 0,02 persen dan andil 0,08 persen pada Maret 2019.

Yang berpengaruh bulan Maret hanyalah inflasi inti. Kalau volatile tidak ada andilnya alias 0 persen, kata Suhariyanto.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhimas Yudhistira melihat, Inflasi bulan maret sebesar 0.11% menjadi sinyal positif setelah pada Febuari terjadi deflasi.

"Ada dorongan sisi permintaan yang membuat harga naik," kata Bhima, kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (1/4).

Bhima menerangkan, makanan jadi dan kelompok sandang menunjukan inflasi karena adanya kenaikan permintaan saat pemilu.

"Momen pemilu serta antisipasi jelang bulan Ramadhan juga membuat harga pakaian dan makanan jadi mulai meningkat," ujar Bhima.

Bhima juga mengatakan, harga yang diatur pemerintah cukup terjaga karena BBM subsidi dan listrik harganya ditahan. Yang perlu dicermati, lanjutnya, adanya kenaikan harga pada bawang merah, bawang putih dan cabai.

"Komoditas yang sensitif terkait cuaca cenderung mengalami kenaikan harga karena gangguan produksi," pungkas Bhima.(Ibl/din/fin/wan)

Berita Sebelumnya

Gaji PNS Naik 5% Siap Dicairkan
Gaji PNS Naik 5% Siap Dicairkan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pangkas Regulasi Jadi PR Jokowi

Pangkas Regulasi Jadi PR Jokowi

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin periode 2019-2024 harus membenahi pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk.


Tahun Depan, Manufaktur Dapat Tekanan Kuat

Tahun Depan, Manufaktur Dapat Tekanan Kuat

Industri manufaktur hingga kuartal III/2019 berakhir menunjukkan angka positif. Namun, ekonom menilai tahun depan sektor manufaktur mendapat tekanan yang cukup


Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun dari 3,5 persen menjadi 3 persen pada 2019.


Amnesti Pajak Sempat Dicurigai Kembali ke Asing

Amnesti Pajak Sempat Dicurigai Kembali ke Asing

Repatriasi amnesti pajak tahap pertama selesai pada September 2019 selesai.


Pemerintah Diminta Segera Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah Diminta Segera Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah diminta segera menaikkan cukai rokok. Sehingga harga rokok semakin mahal dan pelajar akan semakin sulit membelinya.


Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Kuartal ketiga akan segera berakhir, dan segera memasuki kuartal keempat 2019, namun pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan geliat yang menggembirakan


Inflasi Lebih Rendah dari Bulan Lalu, Kenapa?

Inflasi Lebih Rendah dari Bulan Lalu, Kenapa?

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil survei pemantauan harga (SPH) di sejumlah wilayah, tercatat inflasi minggu kedua Oktober 2019 sebesar 0,04 persen.


Gagal Panen, Petani Terima Klaim Asuransi Rp70 Juta

Gagal Panen, Petani Terima Klaim Asuransi Rp70 Juta

Para petani di Kabupaten Pandeglang yang gagal panen akibat bencana kemarau tahun 2019 mendapat klaim asuransi hingga Rp70 juta.


Jokowi Gagal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Jokowi Gagal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi sejak pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dari tahun 2014 hingga 2019, rupanya telah gagal


Deflasi September 2019 0,27 Persen, Faktor Harga Komoditas Turun

Deflasi September 2019 0,27 Persen, Faktor Harga Komoditas Turun

Anggapan September 2019 mengalami deflasi 0,27 persen disebabkan penurunan daya beli adalah tidak tepat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!