Ekonomi
Share this on:

Harga Tiket Pesawat Mahal untuk Tutupi Kerugian

  • Harga Tiket Pesawat Mahal untuk Tutupi Kerugian
  • Harga Tiket Pesawat Mahal untuk Tutupi Kerugian

JAKARTA - Mahalnya harga tiket pesawat masih dikeluhkan masyarakat. Pengamat penerbangan menilai hal itu dilakukan untuk menutupi kerugian tahun lalu.

Saat ini, harga tiket maskapai memang terbilang mahal. Ya kenaikan harga tiket ini sangat tidak wajar. Ketidakwajaran tingginya harga tiket pesawat diakui pengamat penerbangan Gerry Soedjatman. Menurut dia, mahalnya tiket pesawat hingga 100% lantaran untuk menutupi kerugian tahun lalu.

"Saya menilai ini adalah strategi dari maskapai," ujar Gerry, Selasa (16/4) kemarin.

Kenaikan tiket pesawat, kata Gerry, akan merugikan maskapai yang enggan bepergian menggunakan pesawat. Masyarakat akan menggunakan transportasi lain seperti jalur laut dan darat. "Masyarakat nggak mau naik pesawat karena mahal. Kalau naik tinggi jumlah penumpang anjlok, bandara kehilangan penumpang 20%, akan berdampak ke ekonomi," ucap Gerry.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kenaikan tarif pesawat memberi dampak signifikan, khususnya untuk inflasi. Hal itu terjadi di sejumlah wilayah akibat kenaiakn tarif maskapai penerbangan.

Inflasi terjadi di Jambi mengalami inflasi (month to month/mtm) hingga 27,38 persen, Ambon 20,38 persen, Malang di Jawa Timur sebesar 14,13 persen, Morowali 13,12 persen, Tangerang 17 persen, Semarang 16 persen, Maumere 16 persen.

Singkawang juga mengalami inflasi sebesar 27 persen, Pontianak 20 persen, Kendari 19 persen, Banda Aceh 18 persen hingga Mataram 8 persen.

Berbeda dengan Gerry, pengamat penerbangan Alvin Lee mengatakan, pemerintah seharusnya tidak perlu membuat regulasi tarif batas bawah dan tarif batas atas. Sebab hak tersebut sepenuhnya ada di maskapai penerbangan sendiri. "Sejauh tidak melanggar tarif batas bawah dan tarif batas atas (tidak masalah,red)," ujar Alvin Lee.

Alvin menegaskan, modal maskapai penerbangan bukan dari pemerintah, karena itu biarkan saja maskapai menentukan tarif sendiri asalkan tidak terlalu signifikan. "Pemerintah tidak perlu dan tidak patut mengatur terlalu jauh untuk layanan bisnis (tarif pesawat,red)," ucap Alvin.

Soal kenaikan tarif pesawat, Corporate Communication Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, kenaikan tersebut masih diperbolehkan oleh regulator yakni Kementerian Perhubungan. "Harga tiket yang kami jual masih sesuai koridor di bawah tarif batas atas," ujar Danang.

Kementerian Perhubungan belum lama ini menerbitkan aturan baru yang tertuang dalam Permenhub Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang diteken pada 28 Maret lalu.

Selain itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga meneken aturan turunannya, yaitu Keputusan Menhub (Kepmen) Nomor 72 Tahun 2019 Tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, sehari setelahnya, 29 Maret 2019.

Dalam aturan baru, pemerintah mengubah aturan tarif batas bawah menjadi 35% dari tarif batas atas. Tarif batas bawah sebelumnya 30% dari tarif atas. Aturan berlaku pada 1 April 2019. Dengan kenaikan 5%, maka menjadi tanya besar mengingat tuntutan masyarakat ingin harga tiket pesawat turun. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Kilang Cilacap Akan Digarap Aramco
Kilang Cilacap Akan Digarap Aramco

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Umrah Online Didesak Dibatalkan

Umrah Online Didesak Dibatalkan

Penolakan travel umrah konvensional terkait rencana pemerintah menjembatani Tokopedia dan Traveloka untuk menggarap umrah digital didukung anggota DPR.


Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tingkatkan Mutu Ekonomi

Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tingkatkan Mutu Ekonomi

Untuk meningkatkan mutu ekonomi Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyiapkan empat jurus jitu yakni daya saing, produktivitas, inovasi dan riset.


Kerek Harga Cabai, Pemerintah Harus Bangun Rumah Plastik

Kerek Harga Cabai, Pemerintah Harus Bangun Rumah Plastik

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sejumlah upaya untuk menstabilkan harga cabai yang melonjak tinggi


Hadapi Kekeringan, 16 Waduk Disiapkan

Hadapi Kekeringan, 16 Waduk Disiapkan

PUPR tengah menyiapkan, 16 waduk untuk memastikan lahan pertanian seperti sawah bisa mendapat pasokan air pada saat musim kemarau.


Lion Air Tunda Turunkan Tarif

Lion Air Tunda Turunkan Tarif

Keinginan pemerintah meminta maskapai menurunkan tarif tiket tak sesuai harapan. Maskapai penerbangan Lion Air masih menunda penurunan tarif penerbangannya.


Bandel, Maskapai Lion Air Belum Turunkan Tarif

Bandel, Maskapai Lion Air Belum Turunkan Tarif

Keputusan pemerintah menurunkan tiket pesawat sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA), ternyata masih saja ada maskapai yang bandel


Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Buka Pasar di Cina

Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Buka Pasar di Cina

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku usaha untuk membuka pasar di Cina.


Agustus, Harga Cabai Dipastikan Stabil

Agustus, Harga Cabai Dipastikan Stabil

Kenaikan harga cabai sejak tiga bulan lalu membuat masyarakat resah.


Angkut Jamaah Haji, Pertamina Siapkan Avtur 21.861 KL

Angkut Jamaah Haji, Pertamina Siapkan Avtur 21.861 KL

PT Pertamina (Persero) selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik pada jamaah haji Indonesia dalam pemenuhan avtur sebagai bahan bakar pesawat udara.


Tokopedia dan Traveloka Gilas Travel Umrah Konvensional

Tokopedia dan Traveloka Gilas Travel Umrah Konvensional

Dua unicorn terbesar di Indonesia yakni Tokopedia dan Traveloka bakal melayani masyarakat di Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Digital Interaktif. GRATIS

Edisi 1 Januari 1970

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!