Ekonomi
Share this on:

Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Diumumkan Usai Lebaran

  • Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Diumumkan Usai Lebaran
  • Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Diumumkan Usai Lebaran

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memastikan akan mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan Garuda Indonesia setelah Lebaran 2019 atau tepatnya lima hari setelah Lebaran. Sejauh ini, pihak BPK telah melakukan pemeriksaan atau mengevaluasi kinerja Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mengaudit laporan keuangan Garuda.

BPK juga sudah mewawancarai jajaran direksi Garuda Indonesia dan PT Mahata Aero Teknologi selaku pihak yang terlibat dalam kerjasama dengan maskapai berpelat merah itu. Selain itu, BPK juga telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami sudah mendapatkan informasi yang lengkap. Mungkin lima hari setelah Lebaran (akan diumumkan)," kata Anggota III BPK, Achsanul Qosasi di Jakarta, Kamis (30/5).

Namun Achasanul belum bisa membocorkan apa saja temuannya, apakah laporan keuangan sudah sesuai standar atau belum. Atau ada kejanggalan dalam laporan tersebut. Jika BPK menemukan kejanggalan, auditor itu akan memberikan rekomendasi untuk melakukan perbaikan-perbaikan laporan keuangan terhadap maskapai BUMN itu.

"Jangan indikasi dulu, saya ingin komprehensif. Intinya nanti kami akan beritahu laporan keuangan Garuda itu harus diperbaiki atau sudah dianggap cukup begitu," ujar Achasanul.

Sementara pihak Kementerian Keuangan sampai saat ini masih melakukan pendalaman terhadap laporan keuangan Garuda. Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait, termasuk dengan OJK. "Kami masih mendalami, katakanlah tanda petik yang mungkin terjadi. Nanti segera diumumkan," ujar Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Hadiyanto.

Terpisah, ekonom Institute for Development of Economics (Indef), Bima Yudhitira menilai ada kejanggalan dalam laporan keuangan Garuda. Pasalnya mengalami kerugian tiba-tiba di tahun 2018 mengalami keuntungan. "Labanya itu cukup signifikan dan kalau didetilkan itu agak janggal. Kontrak yang belum ada cash-nya tapi sudah diakui sebagai pendapatan, dihitung sebagai laba," kata Bhima.

Bima mengatakan, laporan keuangan Garuda Indonesia janggal karena laba yang diperoleh pada tahun 2018 cukup signifikan. Menurut laporan keuangan Garuda Indoensia 2018, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar 809,85 ribu dolar AS atau setara Rp11,33 miliar. Padahal di kuartal III-2018 Garuda Indonesia masih mengalami kerugian sebesar 114,08 juta dolar AS atau atau Rp1,66 triliun jika dikalikan kurs saat itu sekitar Rp14.600.

"Kalau menurut saya isu politisnya itu pertama terletak pada signifikansi Garuda yang mengalami kerugian. Kemudian di tahun 2018 tiba-tiba mengalami keuntungan. Labanya itu cukup signifikan. Dan kalau dirincikan itu agak janggal," tutur Bima.

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia pada 24 April 2019, mengumumkan bahwa sepanjang tahun 2018 perusahaan mencetak laba bersih 809,84 ribu dolar AS, meningkat tajam dari tahun 2017 yang rugi 216,58 juta dolar AS.

Kemudian laporan keuangan itu menjadi sorotan publik lantaran ada penolakan dari dua komisarisnya.

Penolakan tersebut terkait perjanjian kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi dan PT Citilink Indonesia, di mana apabila tanpa pengakuan pendapatan ini, perseroan diperkirakan akan alami kerugian sebesar 244,95 juta dolar AS. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Pasar Roda Dua Kian Besar
Pasar Roda Dua Kian Besar

Berita Sejenis

Usai Pertemuan Jokowi-Prabowo Subianto, Ekonomi RI Menggeliat

Usai Pertemuan Jokowi-Prabowo Subianto, Ekonomi RI Menggeliat

Pertemuan Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo alias Widodo saat menjajal Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta


Investasi Asing Masih Lamban Usai Putusan MK

Investasi Asing Masih Lamban Usai Putusan MK

Suhu politik di Indonesia sudah berangsur turun. Apalagi pascaputusan Mahkamah Konsitusi (MK) telah reda.


Ekonomi Melambat, Minat Investor Asing Masih Tinggi

Ekonomi Melambat, Minat Investor Asing Masih Tinggi

Di tengah perlambatan ekonomi global, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat investor asing berinvestasi di pasar saham domestik masih cukup tinggi.


Duh... Belanja Pemerintah untuk PNS Membengkak

Duh... Belanja Pemerintah untuk PNS Membengkak

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut realisasi belanja pemerintah pusat hingga Mei 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp530,8 triliun.


Lebaran, Penumpang Kapal Naik Drastis

Lebaran, Penumpang Kapal Naik Drastis

Pengguna kapal laut yang dioperatori oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada musim Lebaran tahun ini meningkat drastis.


Realisasi Barter Pesawat Sukhoi Rusia Tunggu Perintah

Realisasi Barter Pesawat Sukhoi Rusia Tunggu Perintah

Sejak tiga tahun lalu pemerintah melemparkan wacana akan melakukan barter hasil perkebunan dengan pesawat sukhoi dari Rusia.


Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, inflasi Lebaran kali ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.


Bisnis Ritel Untung Besar saat Lebaran

Bisnis Ritel Untung Besar saat Lebaran

Sejumlah sektor bsinis ritel modern mendapatkan kecipretan dari berkah bulan Ramadan dan Lebaran.


Usai Lebaran Harga Beras Potensi Naik

Usai Lebaran Harga Beras Potensi Naik

Sejumlah komoditas pangan relatif stabil saat Ramadan dan Lebaran 2019. Hanya cabai dan bawang merah yang mengalami lonjakan hingga Lebaran.


Tarif Listrik untuk Industri dan Bisnis saat Lebaran Didiskon

Tarif Listrik untuk Industri dan Bisnis saat Lebaran Didiskon

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan diskon tarif listrik untuk kalangan industri dan bisnis.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!