Ekonomi
Share this on:

Holding BUMN Pertambangan Rampung November

  • Holding BUMN Pertambangan Rampung November
  • Holding BUMN Pertambangan Rampung November

JAKARTA - Pemerintah tengah berupaya menggodok realisasi pembentukan holding BUMN. Ada enam sektor holding yang diusulkan. Yakni, sektor jasa keuangan, sektor jalan tol, sektor energi, sektor tambang, sektor perumahan, dan yang paling baru adalah sektor pangan. Dari sejumlah sektor tersebut, yang dinilai paling siap adalah sektor energi.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun memastikan pembentukan holding energi, baik sektor pertambangan maupun minyak dan gas bumi (migas), bisa dirampungkan pada bulan depan. ”Holding masih proses, tapi tahun ini akan selesai. Kita sudah harmonisasi dengan kementerian-kementerian lain dan internal perusahaan. Kami harap November selesai,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Plaza Mandiri pada Kamis malam (5/10).

Holding BUMN tambang nanti terdiri atas PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai induk perusahaan. Anggotanya perusahaan tambang pelat merah lainnya. Yakni, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Inalum menjadi induk dari holding BUMN tambang karena 100 persen sahamnya masih dimiliki negara. Holding BUMN migas akan meliputi Pertamina sebagai induk dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

Pembentukan holding ditujukan untuk memperkuat perusahaan-perusahaan BUMN tanpa membebani negara. Meski perusahaan BUMN telah mendapat suntikan modal melalui penyertaan modal negara (PMN), BUMN juga telah berhasil membagi dividen kepada negara. Tercatat selama 2015–2017, BUMN telah mengalirkan dividen kepada negara Rp113 triliun.

”Tahun depan juga ditambah kira-kira Rp42 triliun. Jadi, totalnya Rp167 triliun. Kalau makin kuat ke depan dalam mengembangkan usaha dari internal generation cash flow. Dengan holding, diharapkan bisa lakukan itu,” paparnya.

Holding BUMN juga menciptakan efisiensi melalui penggunaan alat produksi bersama dalam kegiatan operasional sehingga biaya produksi dapat ditekan. Holding dipersiapkan agar perusahaan-perusahaan BUMN bisa bersaing di dunia internasional.

”Kalau targetnya menjadi pemain dunia, tambang milik negara itu masih kecil, bahkan dibandingkan swasta pun kecil. Maka, kalau membentuk holding, akan lumayan besar,” imbuhnya. (ken/c6/noe/jpnn)


Berita Sebelumnya

Kebijakan Tarif KA Baru jadi Sorotan
Kebijakan Tarif KA Baru jadi Sorotan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Segera Bentuk Holding Migas

Segera Bentuk Holding Migas

Pemerintah melalui Kementerian BUMN akan segera membentuk Holding Minyak dan Gas (Migas).


Desember, Inflasi Diharapkan Lebih Terkendali

Desember, Inflasi Diharapkan Lebih Terkendali

Sesuai dengan prediksi, harga bahan pangan membuat tingkat inflasi pada November lebih tinggi daripada bulan sebelumnya.


Penyandan Disabilitas Usul Sinergikan CSR Perusahaan

Penyandan Disabilitas Usul Sinergikan CSR Perusahaan

Pemerhati disabilitas tunarungu, Kusuma Prabandari, mengusulkan BUMN untuk bersinergi dalam menyalurkan corporate social responsibility (CSR).


Inalum Resmi Pimpin Holding BUMN Tambang

Inalum Resmi Pimpin Holding BUMN Tambang

Empat BUMN (badan usaha milik negara) resmi bergabung dalam holding BUMN pertambangan terhitung mulai 29 November 2017.


Optimis Mampu Tingkatkan Kinerja dan Finansial

Optimis Mampu Tingkatkan Kinerja dan Finansial

Pembentukan Holding Industri Pertambangan, diperkirakan bakal menggairahkan sektor industri.


Holding Jangan Munculkan Begal

Holding Jangan Munculkan Begal

Rencana pemerintah untuk pembentukan holding perusahaan-perusahan BUMN terus menuai pro dan kontra.


Tambang Dikuasai Swasta dan Asing

Tambang Dikuasai Swasta dan Asing

Penguasaan sumber daya alam oleh negara melalui perusahaan BUMN, masih sangat minim. Khususnya untuk sektor pertambangan.


Holding BUMN Tak Boleh Jual Aset

Holding BUMN Tak Boleh Jual Aset

Rencana pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kian mengundang reaksi keras dari sejumlah legislator.


Holding Tambang jadi Polemik, Pemerintah Jalan Terus

Holding Tambang jadi Polemik, Pemerintah Jalan Terus

Rencana pembentukan holding tambang Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuai sejumlah kritik.


Stafsus Menteri Jadi Dirut Peruri

Stafsus Menteri Jadi Dirut Peruri

Kementerian BUMN RI, Senin (20/11) lalu, mengangkat Dwina Septiani Wijaya, sebagai Direktur Utama Peruri.



Kolom

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!