Ekonomi
Share this on:

Idul Kurban Sumbang Inflasi

  • Idul Kurban Sumbang Inflasi
  • Idul Kurban Sumbang Inflasi

JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebutkan Hari Raya Idul Adha menyumbang inflasi sepanjang bulan Agustus 2019. Hal ini disebabkan harga pangan yang bergejolak.

"Kalau kita merefleksikan Indonesia keseluruhan seperti BI, artinya akan makin banyak orang berkurban, akan makin menambah suplai daging dan itu tentu suatu hal yang sangat berpengaruh pada komponen inflasi di sektor pangan," kata Destry di Jakarta, kemarin (11/8).

Selain itu, lanjut Destry, pada momen itu juga bisa menurunkan harga daging di pasar. Karena banyak masyarakat yang kebutuhan akan daging terpenuhi.

"Artinya daging yang didistribusikan ke market makin banyak, sehingga itu tentunya bisa mendorong penurunan harga daging juga," jelas dia.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai tren inflasi pada bulan Agustus cenderung rendah.

"Memang kalau untuk Idul Kurban terpenuhi mengingat banyak pedagang yang memang stok sapi dan hewan kurban pada Idul Adha," ujar Tauhid kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (11/8).

Namun, lanjut Tauhid, saat ini harga cabai masih tinggi sehingga komoditas tersebut yang menyumbang inflasi bulanan.

"Penyumbang lain tetap pada komponen pendidikan, rekreasi dan olah raga dengan sumbangan sekitar 1,02 persen. Karena itu inflasi tahun ke tahun bulan Agustus diperkirakan masih sekitar 3,3 persen," ucap dia.

Sebelumnya, BI mencatatkan inflasi pada Minggu pertama Agustus 2019 sebesar 0,12 persen secara bulanan. Sedangkan secara tahunan, inflasi tercatat 3,44 persen.

Disebutkan, inflasi berasal dari cabai rawit yang menyumbang 0,05 persen, bawang merah 0,08 persen dan tomat sayur 0,04 persen.

"Sejak Mei sampai Agustus ini komoditas cabai memang masih mengalami kenaikan sehingga menyebabkan inflasi," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.

Selain inflasi terjadi pada komoditas bahan pangan. Ada deflasi pada angkutan udara 0,04 persen, bawang merah 0,08 persen dan tomat sayur 0,04 persen.

Untuk meredam inflasi, ada tiga langkah strategis yang dikeluarkan BI guna mengendalikan inflasi pada bahan pangan maksimal di kisaran 4-5 persen. Strategi ini dilakukan melalui empat kebijakan utama (4K) terkait Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Kemudian sesuai dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Nasional 2019-2021, kebijakan ditempuh dengan memberikan prioritas kepada Ketersediaan Pasokan dan Kelancaran Distribusi, yang didukung oleh ekosistem yang lebih kondusif serta ketersediaan data yang akurat. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Idul Adha 1440 H, Telkomsel Jateng & DIY Bagikan 57 Hewan Kurban

Idul Adha 1440 H, Telkomsel Jateng & DIY Bagikan 57 Hewan Kurban

Pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 H Tahun 2019, Telkomsel Regional Jawa Tengah dan DIY membagikan bantuan hewan kurban


Cabai Sumbang Inflasi 0,20 Persen di Juli 2019

Cabai Sumbang Inflasi 0,20 Persen di Juli 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi bulan Juli sebesar 0,31 persen. Kelompok makanan menyumbang inflasi paling besar sebesar 0,17 persen.


Inflasi Diprediksi Melonjak, Jika Harga BBM Subsidi Naik

Inflasi Diprediksi Melonjak, Jika Harga BBM Subsidi Naik

Pemerintah tengah was-was inflasi lebih tinggi dari proyeksi pemerintah tahun ini sebesar Rp3,5 persen.


Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, inflasi Lebaran kali ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.


Tarif Listrik untuk Industri dan Bisnis saat Lebaran Didiskon

Tarif Listrik untuk Industri dan Bisnis saat Lebaran Didiskon

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan diskon tarif listrik untuk kalangan industri dan bisnis.


Inflasi saat Ramadan Diprediksi 0,47 Persen

Inflasi saat Ramadan Diprediksi 0,47 Persen

Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi bulan Ramadan atau Minggu Keempat Mei 2019 ini di berada di kisaran 0,47 persen.


31 Mei Diprediksi Puncak Konsumsi BBM

31 Mei Diprediksi Puncak Konsumsi BBM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi puncak konsumsi BBM lebaran terjadi, Jumat (31/5) atau H-5 Idul Fitri 1440 H.


Kementan Klaim Tekan Inflasi lewat Program Unggulan

Kementan Klaim Tekan Inflasi lewat Program Unggulan

Kementeran Pertanian (Kementan) mengklaim melalui berbagai program dan terobosan yang dikeluarkan selama empat tahun ini mampu menekan inflasi.


Bawang Merah dan Pesawat Sumbang Inflasi April 0,44%

Bawang Merah dan Pesawat Sumbang Inflasi April 0,44%

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi sepanjang April 0,44%. Inflasi terbesar disumbang oleh kenaikan harga bawang merah dan mahalnya tarif pesawat terban


Potensi Kenaikan Inflasi Jelang Puasa dan Lebaran

Potensi Kenaikan Inflasi Jelang Puasa dan Lebaran

Menjelang bulan puasa dan Lebaran 2019 kebutuhan pangan mulai merangkak naik. Hal itu berpotensi lonjakan inflasi pada kedua momen tersebut.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!