Ekonomi
Share this on:

IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

  • IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun
  • IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

JAKARTA - PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) berencana melepas 30 persen saham melalui skema initial public opering (IPO). Pada aksi itu, anak usaha Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II itu mematok dana segar senilai Rp1 triliun.

Rencana itu klaim perusahaan tengah menunggu persetujuan Menteri BUMN, Rini Soewarno. Kalau tak aral melintang, rencana go public itu bisa terlaksana pada semester pertama tahun ini. "Nanti, dana hasil IPO akan dipakai untuk pengembangan bisnis," tutur Direktur Utama PT IKT Chiefy Adi Kusmargono, di Jakarta, Rabu (11/3) kemarin.

Chiefy menjelaskan, pengembangan bisnis melalui dana IPO itu untuk menambah kapasitas lapangan penempatan mobil, alat berat dan spareparts menjadi 2,5 juta unit. Maklum, saat ini kapasitas lapangan baru mencapai 700 ribu unit. "Luas lapangan akan menjadi 89 hektar (ha) dari saat ini di kisaran 31 ha," ungkap Chiefy.

Chiefy melanjutkan, pelaksanaan IPO tidak semata-mata untuk mencari dana segar melalui pasar modal. Namun, tindakan untuk merangkul investor strategis sejalan dengan bisnis perseroan. "Kami sudah roadshow ke Thailand, nanti ke Singapura, Malayasia, Inggris dan negara Eropa lain," ulasnya.

Upaya mencari mitra global itu untuk mengembangkan bisnis terkait kegiatan ekspor. Sejumlah negara di kawasan Amerika Latin dan Timur Tengah tengah dijajaki. Karena potensi dua wilayah itu sangat potensial. ”Segala kemungkinan kami kerjakan,” ucapnya.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan mencatat pendapatan Rp422,1 miliar, tumbuh 34,3 persen, laba bersih Rp130,1 miliar atau naik 32,2 persen. Lalu, rasio ekuitas terhadap aset perseroan mencapai 70 persen. Perseroan memiliki tiga lini bisnis menopang pendapatan, yakni terminal handling, value added service dan Ro-Ro service.

”Kontribusi terbesar terhadap pendapan ada pada lini bisnis terminal handling, yakni mencapai 97 persen,” ucap Chiefy. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

12 BUMN Merugi Rp5,2 Triliun
12 BUMN Merugi Rp5,2 Triliun

Berita Sejenis

SoftBank-Alibaba Suntik USD 1,1 Miliar

SoftBank-Alibaba Suntik USD 1,1 Miliar

Investor global berduyun-duyun menyuntik modal e-commerce Indonesia. Kali ini Tokopedia kembali mendapat injeksi dana USD 1,1 miliar atau sekitar Rp15,9 triliun


Tarik Rencana Investasi Rp210,8 Triliun

Tarik Rencana Investasi Rp210,8 Triliun

Usaha memikat investor dengan pemberian fasilitas libur pajak (tax holiday) mulai menunjukkan hasil.


Ajukan Suntikan Modal Rp1 Triliun

Ajukan Suntikan Modal Rp1 Triliun

PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) mengajukan suntikan modal Rp 1 triliun kepada induk usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).


Pinjaman untuk Besarkan BUMN

Pinjaman untuk Besarkan BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kesal utang usaha berpanji merah putih mencapai ribuan triliun.


LIPI Usul Dana Abadi Perfilman

LIPI Usul Dana Abadi Perfilman

Pertumbuhan produksi film Indonesia menunjukkan tren positif. Tidak hanya didominasi oleh rumah produksi besar, tetapi juga yang berskala kecil.


Bunga Utang Potensial Membengkak

Bunga Utang Potensial Membengkak

Pemerintah memperkirakan pembayaran bunga utang sepanjang tahun ini akan mencapai Rp 258,86 triliun.


Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat pembayaran selisih harga biodiesel hingga Oktober 2018 mencapai Rp 5,316 triliun.


Laba Tekor Rp30 Triliun

Laba Tekor Rp30 Triliun

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat laba bersih PT Pertamina (Persero) hingga kuartal tiga 2018 hanya mencapai Rp5 triliun.


Utang Riil BUMN Rp2.448 Triliun

Utang Riil BUMN Rp2.448 Triliun

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim jumlah utang 143 perusahaan hingga kuartal tiga 2018 sejumlah Rp2.448 triliun.


Jumlahnya Membengkak, Pemerintah Klaim Rasio Utang BUMN Aman

Jumlahnya Membengkak, Pemerintah Klaim Rasio Utang BUMN Aman

BUMN mencatat utang perusahaan pelat merah Rp5.271 triliun. Itu melesat 132,92 persen dari periode 2016 di kisaran Rp2.263 triliun.



Berita Hari Ini

IKLAN ARIP

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!