Ekonomi
Share this on:

Implementasi Butuh Payung Hukum

  • Implementasi Butuh Payung Hukum
  • Implementasi Butuh Payung Hukum

JAKARTA - Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital, pemerintah diharapkan dinamis dalam mengembangkan regulasi untuk memayungi implementasi teknologi.

Direktur Infrastruktur ICT di Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Muhammad Neil El Himam menyebutkan, salah satu sektor ekonomi digital yang berkembang pesat saat ini adalah blockchain. Yaitu, teknologi berbasis data yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti payment dan pencatatan transaksi.

Meski saat ini belum populer di Indonesia, teknologi itu diprediksi memiliki potensi yang sangat besar. Menurut Neil, pengembangan blockchain di Indonesia masih tahap awal jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

”Tetapi, pelaku industri di Indonesia memiliki permintaan yang kuat untuk berpartisipasi dalam pasar ini,” ujarnya kemarin (12/10).

Menanggapi implementasi blockchain, Kadin berharap dapat diterima secara luas di Indonesia pada 2020. Untuk itu, pemerintah perlu membuat regulasi agar pengusaha mendapatkan payung hukum dalam implementasinya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasok Rico Rustombi memaparkan, pada awalnya teknologi blockchain masih dimanfaatkan sebatas pada mata uang digital atau cryptocurrency. Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi itu bisa dimanfaatkan di banyak sektor, baik secara parsial maupun secara menyeluruh.

Survei yang dilakukan Credit Suisse pada 2017 menunjukkan, telah terjadi pemanfaatan teknologi blockchain di sektor manufacturing and consumer products yang mencapai 58 persen serta life sciences and health care sebesar 53 persen.

”Sedangkan sektor teknologi, media, dan telekomunikasi 48 persen dan sektor jasa keuangan 36 persen,” ujar Rico. (agf/c6/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

14 BUMN Teken Kontrak Kerja Sama
14 BUMN Teken Kontrak Kerja Sama

Berita Berikutnya

SDM IT Topang Ekonomi Digital
SDM IT Topang Ekonomi Digital

Berita Sejenis

Butuh Dorongan Investasi-Ekspor, Pemerintah Godok Aturan Baru

Butuh Dorongan Investasi-Ekspor, Pemerintah Godok Aturan Baru

Pertumbuhan investasi dan ekspor sedang melambat. Hal itu terlihat dari investasi pada kuartal III 2018 yang realisasinya Rp173,8 triliun.


Butuh Realisasi, Bukan Rencana

Butuh Realisasi, Bukan Rencana

Rencana pemerintah menghadirkan sektor hilirisasi untuk komoditas seperti minyak kelapa sawit disambut positif para pengusaha Kaltim.


Iklan Minyak Kelapa Sawit di Prancis Tidak Melanggar Hukum

Iklan Minyak Kelapa Sawit di Prancis Tidak Melanggar Hukum

Pemerintah Indonesia memenangkan gugatan atas iklan minyak kelapa sawit Indonesia di Lyon, Prancis.


Perajin Tenun Goyor Butuh Perhatian

Perajin Tenun Goyor Butuh Perhatian

Tenun Goyor yang merupakan warisan kebudayaan terus mengalami perkembangan, mulai dari produksi, pola atau gambar, warna, merek dagang, dan harga.


Industri Butuh Jaminan Bahan Baku

Industri Butuh Jaminan Bahan Baku

Kinerja ekspor Indonesia tengah disorot, karena relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga.


Pasar Modal Butuh Dukungan

Pasar Modal Butuh Dukungan

Dukungan industri teknologi finansial atau financial technology (fintech) untuk pasar modal dinilai masih kurang.


Indonesia Butuh Kawasan Industri Dirgantara

Indonesia Butuh Kawasan Industri Dirgantara

Kementrian Perindustrian mendukung Pembangunan Kawasan Industri Dirgantara.


Berantas Praktik Bagi-bagi Uang

Berantas Praktik Bagi-bagi Uang

Politik uang (money politic) yang membudaya saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) mendapat perhatian serius aparat penegak hukum.


Butuh Batik Zaman Now? Ke Toko Batik Semar Lah...

Butuh Batik Zaman Now? Ke Toko Batik Semar Lah...

Batik Indonesia saat ini telah ditetapkan Unesco sebagai Masterpieces of Oral and Intangible Heritage of Humanity.


Tidak Suka Kejutan, Pebisnis Butuh Kepastian

Tidak Suka Kejutan, Pebisnis Butuh Kepastian

Peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) atau EODB Indonesia meningkat pesat dari ranking 90 menjadi 72.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!