Ekonomi
Share this on:

Impor Jagung Tekan Harga Pakan

  • Impor Jagung Tekan Harga Pakan
  • Impor Jagung Tekan Harga Pakan

ILUSTRASI: Petani jagung di Kabupaten Pasuruan. (Dok Jawa Pos Radar Bromo\)

JAKARTA - Pelaku usaha peternakan menyambut baik rencana pemerintah mengimpor jagung demi memenuhi kebutuhan pakan. Sebab, saat ini harga pakan ternak melambung tinggi akibat kurangnya pasokan. Volume impor 50–100 ribu ton disebut cukup untuk mengganjal kebutuhan akhir tahun sebelum masa panen Januari mendatang.

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko menyatakan, dengan adanya impor jagung, peternak ayam diharapkan bisa mendapatkan harga pakan yang murah. Menurut Singgih, jagung yang rencananya diimpor Bulog tersebut ditujukan untuk peternak ayam mandiri, bukan industri, khususnya peternak ayam layer.

’’Harga jagung diharapkan bisa Rp 4.000 per kg sesuai permendag. Harga jagung saat ini masih sekitar Rp 5.300 per kg,’’ ujarnya kemarin (5/11).

Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Sigit Prabowo menambahkan, pakan masih jadi kendala pelaku peternakan. Menurut Sigit, harga sapronak (sarana produksi ternak) seperti pakan dan day old chicken (DOC) semakin mahal sehingga membebani biaya produksi. Terutama pakan yang menempati porsi 80 persen dari total biaya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa impor 100.000 ton jagung tahun ini ditujukan untuk pakan ternak, bukan konsumsi masyarakat. ’’Impor itu dilakukan Bulog yang diutamakan ke peternak mandiri,’’ ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro.

Dia juga menekankan, meski pemerintah impor 100.000 ton, neraca dagang komoditas jagung masih surplus. ’’Kami kan ekspor sekitar 380 ribu ton,’’ paparnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, dirinya tidak ingin disangkutpautkan dengan impor jagung yang menuai banyak kritik. Sebab, keputusan impor tidak dibuat BPS dan tidak berdasar masukan BPS. Pihaknya tidak merilis data produksi jagung sejak 2016.

’’BPS masih perlu memperbarui metode penghitungannya,’’ katanya.

Senior Policy Analyst Paramadina Public Policy Institute Muhammad Iksan mengatakan, produksi jagung pada 2010–2015 tidak menunjukkan perkembangan signifikan. ’’Kemudian, ketika pemerintah memutuskan untuk tidak impor, harga pada 2015 naik sedikit. Hingga pada 2016 naik signifikan,’’ katanya. Pada 2016 dan 2017 masing-masing Rp 7.134 dan Rp 7.138 per kg.

Padahal, harga jagung di pasar internasional jauh lebih rendah ketimbang domestik. Yakni, pada 2010–2017 cenderung stabil. Meski mengalami fluktuasi pada tahun-tahun tertentu, harga kembali bergerak normal.

’’Kalau dibandingkan, ada kemungkinan distorsi harga sehingga harga pasar jagung yang berlaku tidak mencerminkan kondisi riil dari permintaan dan penawaran,’’ jelasnya.

Akibatnya, konsumen jagung di Indonesia membayar harga yang lebih mahal ketimbang konsumen di negara lain. ’’Seperti Korea Selatan, mereka tidak ada lahan jagung. Makanya, mereka impor. Harganya lebih murah,’’ lanjutnya.

Dia mengatakan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebutkan, rantai distribusi komoditas jagung sangat panjang. Bukan hanya jagung, melainkan juga berlaku di komoditas lainnya. ’’Dengan bauran kebijakan yang fokus pada subsidi dan perlindungan, pertanian era sekarang tidak bisa terlepas dari persoalan klasik,’’ paparnya. (agf/rin/res/c15/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Harga Batu Bara Terus Melorot
Harga Batu Bara Terus Melorot

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

HPP Gabah Terlalu Rendah

HPP Gabah Terlalu Rendah

Penerapan harga pokok pembelian (HPP) gabah dan beras dinilai perlu ditinjau ulang.


Tambah Investasi Substitusi Impor

Tambah Investasi Substitusi Impor

Tahun ini investasi tetap mengalir deras. Pemerintah memproyeksikan nilai investasi yang masuk di industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) pada 2019.


Bulog Amankan Pasokan Pangan

Bulog Amankan Pasokan Pangan

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Bulog terus melakukan stabilisasi harga.


Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

Harga Minyak Terus Melorot, Pertamina Mulai Bor Sumur di Blora

Pertumbuhan ekonomi global yang melemah memengaruhi penurunan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) pada November 2018.


Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat pembayaran selisih harga biodiesel hingga Oktober 2018 mencapai Rp 5,316 triliun.


Laba Pertamina Anjlok

Laba Pertamina Anjlok

Ditahannya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar berimbas pada pendapatan PT Pertamina (Persero).


Pertamina Belum Ajukan Penyesuaian

Pertamina Belum Ajukan Penyesuaian

PT Pertamina (Persero) belum mengajukan rencana penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.


Harga BBM Nonsubsidi Harus Disesuaikan

Harga BBM Nonsubsidi Harus Disesuaikan

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan drastis. Akhir November berada di kisaran USD 51,48 per barel.


Maksimalkan Energi Baru Terbarukan

Maksimalkan Energi Baru Terbarukan

Indonesia harus meningkatkan produksi energi baru dan terbarukan. Yaitu memanfaatkan cadangan dalam negeri untuk mengurangi impor minyak dan gas.


Harga Pertamax Turun Januari

Harga Pertamax Turun Januari

Tren penurunan harga minyak dunia dapat berimbas terhadap berubahnya harga bahan bakar minyak (BBM).



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!