Ekonomi
Share this on:

Indonesia Bersiap Adukan Isu Sawit ke WTO

  • Indonesia Bersiap Adukan Isu Sawit ke WTO
  • Indonesia Bersiap Adukan Isu Sawit ke WTO

Foto: jawapos.com

JAKARTA - Terkait keputusan penghentian penggunaan produk kelapa sawit atau Renewable Energy Directive (RED) II Delegated Act, pemerintah memastikan akan membawa isu sawit ke World Trade Organization (WTO). RED II sendiri akan diterapkan pada 12 Mei mulai pukul 00.00. Kebijakan itu mengatur penggunaan energi terbarukan di Uni Eropa pada 2020-2030.

Isi RED II mewajibkan negara-negara UE memenuhi target 14 persen energi terbarukan pada sektor transportasi. Disebutkan, penghitungan bahan bakar nabati yang berisiko tinggi dibatasi maksimum sebesar konsumsi pada 2019. Dalam hal ini, minyak kelapa sawit termasuk sebagai bahan bakar nabati yang berisiko tinggi. Itu yang diprotes Indonesia.

Justru dari hasil penelitian, kelapa sawit mempunyai risiko deforestasi dan kesehatan lebih rendah daripada komoditas penghasil vegetable oil lainnya seperti rapeseed maupun bunga matahari. "Kami akan melakukan review hubungan dengan UE. Ini jelas sekali dilakukan karena produk vegetable oil mereka itu kalah saing dengan produk sawit kita," kata Menteri koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Jakarta, Jumat (12/4) kemarin.

Indonesia sebelumnya bersama perwakilan dari Malaysia dan Kolumbia yang tergabung dalam Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) telah mengadakan pertemuan di Brussels, Belgia, pada 89 April lalu. Dalam pertemuan tersebut, protes Indonesia soal kebijkan RED II tak begitu berpengaruh.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah berkirim surat ke Eropa mengenai hal itu. Namun, hal tersebut tidak mengubah apa pun. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Investor Asing Tunda Berinvestasi di Indonesia

Investor Asing Tunda Berinvestasi di Indonesia

Aksi massa 21 dan 22 Mei yang berujung ricuh membuat investor asing menunda menanamkan modalnya di Indonesia.


Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Bank Indonesia bekerjasama dengan Perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyediakan lebih dari 100 layanan gerak Uang Elektronik (UE) di sejumlah rest area


BEI Siap Putuskan Kejanggalan Laporan Keuangan Garuda

BEI Siap Putuskan Kejanggalan Laporan Keuangan Garuda

Sejumlah pihak melakukan penelusaran terkait ketidakberesan laporan keuangan Garuda Indonesia.


Kapasitas Kursi Kereta Lebaran Ditambah

Kapasitas Kursi Kereta Lebaran Ditambah

Menyambut masa angkut mudik lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan total 78 kereta api dengan kapasitas 957.282 penumpang.


Pemerintah Dianggap Belum Mampu Kelola Utang

Pemerintah Dianggap Belum Mampu Kelola Utang

Utang Luar Negeri Indonesia (ULNI) pada kuartal I sebesar 387,6 miliar dolar AS atau setara Rp5.542,6 triliun.


Jangan Merakit Terus, Saatnya Industri Elektronik Produksi Sendiri

Jangan Merakit Terus, Saatnya Industri Elektronik Produksi Sendiri

Investasi elektronika dan telematika di Indonesia mulai mengepakan sayapnya, meski belum sebesar industri manufaktur.


Pariwisata Lebih Laku Ketimbang Minyak Sawit

Pariwisata Lebih Laku Ketimbang Minyak Sawit

Menteri Pariwisata Arief Yahya memproyeksikan devisa pariwisata Indonesia mencapai USD 18 miliar atau jauh melampaui minyak sawit (CPO).


Defisit April Lalu Paling Buruk di Indonesia

Defisit April Lalu Paling Buruk di Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan sepanjang bulan April 2019 defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS.


Indonesia Waspadai Kelanjutan Perang Dagang AS dan China

Indonesia Waspadai Kelanjutan Perang Dagang AS dan China

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China akan berkelanjutan.


Kementan Sedang Siapkan Satu Data Kelapa Sawit

Kementan Sedang Siapkan Satu Data Kelapa Sawit

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan sedang menyiapkan data kelapa sawit secara nasional.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!