Ekonomi
Share this on:

Indonesia Butuh Kawasan Industri Dirgantara

  • Indonesia Butuh Kawasan Industri Dirgantara
  • Indonesia Butuh Kawasan Industri Dirgantara

JAKARTA - Kementrian Perindustrian mendukung Pembangunan Kawasan Industri Dirgantara. Hal itu menyusul semakin tingginya industri dan jasa penerbangan di Indonesia.

"Dengan pertumbuhan itu, memberikan potensi sangat besar. Pertama perawatan pesawat. Kemudian mendorong tumbuhnya industri komponen pesawat. Ini sarat dengan teknologi tinggi, high skill dan sebagainya. Jadi perlu memang ada Kawasan Industri Dirgantara," ujar Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional, Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, ditemui usai diskusi Highlight Industry Aviation di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan kawasan industri harus didukung oleh semua stakeholder. Kemenperin juga akan mendukung dan memfasilitasi hal itu. "Supaya pertumbuhan yang tinggi memberikan manfaat dari sekitar Rp7 triliun dari bisnis penerbangan, yang dinikmati mungkin Rp1 triliun. Selebihnya keluar negeri. Misal, setiap tiket, hanya seperempat yang masuk. Begitu juga di perawatan pesawat hanya 30 persen," jelas Suryawirawan.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini Indonesia belum punya lokasi kawasan dirgantara untuk menampung komponen ini. Sedangkan untuk komponen otomotif sudah ada, seperti di Cikampek. Komponen elektronik di Batam.

"Kita harus segera mempunyai kawasan Industri Dirgantara. Itu bisa di Batam, Bintan, Kertajati atau Papua. Kalau itu bisa dibangun, kita bisa menikmati sentenghnya saja dari industri penerbangan, semisal perawatan pesawat sudah bagus," ujar Suryawirawan.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis perawatan pesawat sebesar sembilan persen. Saat ini, investor mau masuk kemana agak kesulitan sebab belum ada kawasan industrinya. "Kalau membangun dari awal, investasinya jadi besar. Beda kalau sudah ada kawasan industrinya," jelas Suryawirawan.

Sementara itu, Dirut GMF AeroAsia Iwan Joeniarto mengatakan, sejak Oktober 2017, pihaknya melakukan go publik. "Setelah kita melakukan go publik, setiap minggu kita selalu kedatangan investor," ujar Iwan, Selasa (30/1).

Lebih lanjut ia mengatakan, industri penerbangan saat ini meningkat. Hal itu juga berimbas dengan jasa perawatan pesawat yang berkembang hingga 10 persen. "Cukup tinggi. Terutama di Global, Asia Pasifik dan Indonesia. Bisa menyumbang dan menghemat devisa 51 persen pasar perawatan domestik, diserap luar negeri. Seperti Singapura dan Malaysia. Target GMF kita ingin menjadi 1 billion company," ujarnya.

Iwan menambahkan, investor asing masih susah masuk, karena aturan dan juga soal pajak. "Kalau perawatan pesawat dikerjakan di luar negeri, tidak kena bea masuk. Namun kalau di sini kena bea masuk," pungkasnya. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Black Gold Banyak Diburu
Black Gold Banyak Diburu

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hot Wheels dan Barbie Penyumbang Devisa Terbesar

Hot Wheels dan Barbie Penyumbang Devisa Terbesar

Nilai ekspor mainan anak-anak Indonesia tembus USD319,93 juta atau naik 5,79 persen dibanding sebelumnya yang hanya USD302,42 juta.


Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Sampai saat ini kinerja investasi Indonesia masih rendah, karena banyaknya aturan yang diberlakukan.


Kemenhub Punya Dua opsi untuk Turunkan Tarif Pesawat

Kemenhub Punya Dua opsi untuk Turunkan Tarif Pesawat

Masih mahalnya tarif pesawat menjadi persoalan di industri penerbangan di Tanah Air.


Investasi Menggeliat Pasca Pilpres

Investasi Menggeliat Pasca Pilpres

Tidak hanya bursa saham dan rupiah yang diprediksi menunjukkan kinerja positif, pemerintah meyakini investasi di sektor industri akan meningkat.


Tambahan Kuota 10 Ribu Jamaah Haji Bakal Terealisasi Tahun Ini

Tambahan Kuota 10 Ribu Jamaah Haji Bakal Terealisasi Tahun Ini

Kementerian Agama RI (Kemenag) memastikan tambahan kuota haji Indonesia sebanyak 10 ribu jamaah akan terealisasi tahun ini.


Industri Manufakur Tanah Air Meningkat

Industri Manufakur Tanah Air Meningkat

Pasca Pemilu 2019 serentak yang berjalan damai dan aman diperkirakan sektor manufaktur Indonesia akan meningkat.


Tarif Garuda Indonesia Bakal Segera Ditetapkan Menhub

Tarif Garuda Indonesia Bakal Segera Ditetapkan Menhub

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya menilai diskon tarif tiket 50 persen maskapai Garuda Indonesia tidak jujur.


Pasar Respons Positif Hasil Sementara Pemilu 2019

Pasar Respons Positif Hasil Sementara Pemilu 2019

Perdagangan pasar saham Indonesia merespon positif dari penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) serentak 2019.


Negoisasi Gagal, Pemerintah Bentuk Satgas Batalkan Pelarangan CPO RI

Negoisasi Gagal, Pemerintah Bentuk Satgas Batalkan Pelarangan CPO RI

Negosiasi pemerintah Indonesia dengan Dewan Negara Produsen Sawit (CPOPC) di Brussels, Belgia, Selasa (9/4) silam, tidak membuah hasil.


Ini Strategi Pemerintah supaya Neraca Dagangnya Surplus

Ini Strategi Pemerintah supaya Neraca Dagangnya Surplus

Neraca perdagangan Indonesia di Januari lalu defisit hingga 1,16 miliar dolar AS.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!