Ekonomi
Share this on:

Indonesia Waspadai Kelanjutan Perang Dagang AS dan China

  • Indonesia Waspadai Kelanjutan Perang Dagang AS dan China
  • Indonesia Waspadai Kelanjutan Perang Dagang AS dan China

**JAKARTA ** - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China akan berkelanjutan. Tentu dampak yang akan ditimbulkan adalah perlambatan ekonomi di dunia, termasuk di Indonesia.

"Kondisi ini akan berpengaruh ke sektor keuangan, ini akan menekan kondisi masing-masing negara," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (15/5) kemarin.

Apalagi, lanjut mantan direktur pelaksana bank dunia mengatakan, jika Amerika terjadi inflasi akan berpangaruh perekonomian negara lain di dunia. "Sementara di AS jika kenaikan harga memunculkan inflasi maka pengaruhnya dua yakni suku bunga meningkat dan penurunan daya beli. Keduanya tidak bagus untuk dunia," tutur Sri.

Menurut Sri, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dipengaruhi kondisi ekonomi global. "Negara kita masih tergantung ke external balance. Dengan demikian, kita tidak harus mengandalkan ekspor sebagai mesin pertumbuhan," ucap Sri.

Dengan menahan ekspor, Sri menilai ada sisi positifnya yakni produk di dalam negeri dapat menopang industri di Tanah Air. "Jadi semuanya berkaitan, artinya ekonomi sedang dalam tekanan global yang sangat serius melakukan ketidakpastian itu. Dan ini kewaspadaan bagi kita," jelas dia.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, terkait kebijakan baru AS yang menaikkan tarif impor produk China ke AS dari 10 persen menjadi 25 persen secara tidak langsung akan berdampak ke Indonesia. Darmin menjelaskan, hal itu karena pertumbuhan ekonomi China akan melambat.

Artinya impor China akan mengalami penurunan, begitupun ekspor Indonesia ke China bisa terganggu. "Jadi walaupun kita tidak ikut perang dagang tapi dampaknya pasti kena," ujar Darmin.

Terpisah, ekonom Institute for Development of Economics and Finance Nailul Huda melihat ketegangan saat ini antara AS dan China nampaknya tidak jauh berbeda dengan konflik sebelumnya. Lanjut Huda, bahwa semua negara memiliki kepentingan di negara lain.

Jadi ketika kondisi dalam negerinya tidak menguntungkan akibat adanya perang dagang ini (seperti adanya perlambatan ekonomi ataupun inflasi) maka AS maupun China akan melunak. "Tapi untuk waktunya kapan itu yang belum diketahui. Namun nampaknya akan sama atau hampir sama dengan konflik yang sudah-sudah," ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN).

Menurut Huda, ada dua pengaruh kepada Indonesia atas perang dagang tersebut, pertama pengaruh negatifnya adalah penurunan ekspor Indonesia karena adanya penurunan permintaan bahan baku dari Indonesia baik ke AS maupun ke China.

"Ketika ada proteksi maka akan memperlambat permintaan barang China ke AS ataupun sebaliknya. Dampaknya adalah negara-negara yang mensupply bahan baku baik ke AS maupun ke China akan mengalami penurunan permintaan, termasuk Indonesia," tutur Huda.

Sedangkan, kedua, dampak positifnya (jika Indonesia bisa memanfaatkan) adalah barang-barang yang diproteksi oleh AS maupun China dari kedua negara bisa diisi oleh Indonesia. "Salah satunya adalah crude palm oil (CPO) yang dapat menggantikan minyak soybean dari AS ke China," kata Huda.

Saran Huda, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil adalah mengolah bahan baku sendiri. "Indonesia harus bisa melakukan reindustrialisasi dengan menggunakan bahan baku yang terancam turun permintaannya agar bisa diolah dalam negeri," ujar Huda.

Sementara solusi lainnya, dari sisi keuangan, pemerintah harus mempersiapkan bumper bila terjadi capital outflow akibat perang dagang. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Supermarket Giant akan tutup di beberapa kawasan di Jabodetabek. Ada enam gerai yang akan tutup mulai akhir Juli 2019.


Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

Munculnya ritel-ritel modern dengan harga yang menarik, dan kehadiran toko offline membuat supermarket Giant tutup di beberapa titik.


Kenaikan Listrik Pukul Pelaku UMKM

Kenaikan Listrik Pukul Pelaku UMKM

Kenaikan tarif listrik pada tahun depan setiap tiga bulan sekali akan berdampak besar pada masyarakat miskin hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)


Pajak Ekspor CPO Untungkan Pengusaha Sawit

Pajak Ekspor CPO Untungkan Pengusaha Sawit

Kebijakan pemerintah menerbitkan pungutan ekspor kepada seluruh pengusaha sawit sebesar 50 dolar AS per ton dan 30 dolar AS.


Lebaran, Penumpang Kapal Naik Drastis

Lebaran, Penumpang Kapal Naik Drastis

Pengguna kapal laut yang dioperatori oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada musim Lebaran tahun ini meningkat drastis.


Pendidikan Vokasi Bakal Dikenai Pengurangan Pajak

Pendidikan Vokasi Bakal Dikenai Pengurangan Pajak

Demi menciptakan daya saing generasi masa depan yang cemerlang dan pintar di bidangnya masing-masing.


Desakan Ojol Dianggap Salah Alamat

Desakan Ojol Dianggap Salah Alamat

Desakan ojek online (ojol) dan driver taksi online yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) kepada Kemenkominfo.


Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tidak lama pemerintah mengeluarkan wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia, ternyata sudah ada tiga maskapai asing yang siap bersaing.


Polemik Impor Ikan Asin

Polemik Impor Ikan Asin

Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena dikelilingi oleh perairan yang sangat luas dan pulau yang cukup banyak.


Indonesia Zona Aman Perang Dagang AS-Tiongkok

Indonesia Zona Aman Perang Dagang AS-Tiongkok

Perang dagang Amerika dan Tiongkok tak terlalu berimbas pada iklim investasi Indonesia. Malah bisa dibilang surplus.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!