Ekonomi
Share this on:

Insentif SVLK Cukup di Sektor Hulu

  • Insentif SVLK Cukup di Sektor Hulu
  • Insentif SVLK Cukup di Sektor Hulu

SURABAYA - Pemerintah akan menyubsidi biaya sistem verifikasi legal kayu (SVLK) bagi pengusaha industri kecil dan menengah (IKM) untuk mendorong daya saing industri furnitur tanah air. Selama ini, sertifikat SVLK harus dimiliki pengusaha kayu atau mebel yang berniat melakukan ekspor. Biaya pembuatannya dinilai cukup mahal.

Namun, menurut Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, insentif untuk SVLK sebaiknya direvisi. ’’Kebijakan tersebut semestinya murni untuk sektor hulu saja. Jangan dari hulu ke hilir diberi subsidi karena tidak akan efisien,’’ tuturnya kemarin.

Sobur menyatakan, dengan fokus pada sektor hulu, otomatis produk yang dihasilkan di hilir akan sesuai dengan amandemen anti pembalakan ilegal. HIMKI berpendapat, sebaiknya biaya subsidi tersebut dialihkan untuk kegiatan produktif dalam meningkatkan kualitas industri mebel Indonesia.

Misalnya, pengembangan desain, subsidi pembangunan terminal bahan baku di sentral industri, peremajaan alat, dan teknologi produksi. Selain itu, bisa digunakan untuk kegiatan promosi serta peningkatan kemampuan SDM melalui program magang dan alih teknologi.

’’Namun demikian, semua putusan itu ada di Kemenperin. Kami hanya usul agar lebih proporsional,’’ ungkap Sobur.

Jika dilihat secara teknis, lanjut dia, subsidi SVLK memang dapat membantu beban biaya pembuatan sertifikasi, terutama untuk IKM. ’’Tetapi, sebenarnya tidak terlalu signifikan dalam membantu pelaku industri,’’ tegasnya.

Yang lebih membantu adalah peningkatan mutu produksi serta efisiensi dalam menaikkan volume produksi yang dibantu lewat promosi dan pemasaran. ’’Selain itu, apabila pemerintah memang ingin meningkatkan daya saing, sebaiknya membuang regulasi yang menghambat industri mebel seperti SVLK ini,’’ kata Sobur.

Dia mengungkapkan, pembeli di Eropa sebenarnya tidak pernah meminta SVLK kepada produsen furnitur Indonesia. ’’SVLK ada karena Indonesia minta diakui. Padahal, Tiongkok, Vietnam, dan Malaysia juga tidak punya SVLK. Negara Eropa pun tidak masalah tanpa SVLK. Kita saja yang ribet,’’ cetusnya.

Namun, ceritanya lain apabila pasar internasional menerapkan kekhususan pada produk kayu, yakni harus memiliki SVLK. Jelas, Indonesia pasti akan mengungguli Tiongkok dan Vietnam. (car/c19/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Transaksi Saham Kian Cepat
Transaksi Saham Kian Cepat

Berita Sejenis

Peluang Genjot Sektor Perdagangan

Peluang Genjot Sektor Perdagangan

Kesepakatan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) memberikan peluang bagi pelaku usaha Indonesia.


Tahun Politik, Investasi Properti Masih Menggoda

Tahun Politik, Investasi Properti Masih Menggoda

Menjelang Pemilu 2019, investasi sektor properti dinilai masih sangat menjanjikan.


Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat pembayaran selisih harga biodiesel hingga Oktober 2018 mencapai Rp 5,316 triliun.


Alokasi KUR 60 Persen untuk UMKM

Alokasi KUR 60 Persen untuk UMKM

Pemerintah menggaransi tahun depan 60 persen alokasi kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor produktif. Itu meningkat dari tahun ini di kisaran 50 persen.


Pacu Ekspor, Perkuat Daya Saing

Pacu Ekspor, Perkuat Daya Saing

Sektor perikanan dan kelautan disebut-sebut sebagai salah satu pilar ekonomi. Menambah devisa dan mensejahterakan masyarakat.


Sektor Batubara Masih Primadona

Sektor Batubara Masih Primadona

Kontrak perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pertambangan Batubara (PKP2B) akan berakhir.


Perbankan Jadi Penopang

Perbankan Jadi Penopang

Perbankan menjadi salah satu sektor yang menopang pertumbuhan indeks secara umum.


Tekanan Terhadap Rupiah Mulai Mereda

Tekanan Terhadap Rupiah Mulai Mereda

Setelah cukup lama bertengger di atas Rp15 ribu per USD, nilai tukar rupiah kembali menunjukkan kekuatannya.


Bulog: Stok Beras Cukup

Bulog: Stok Beras Cukup

Pemutakhiran data oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut surplus beras tahun ini sebesar 2,85 juta ton.


Investasi Sektor Energi Anjlok

Investasi Sektor Energi Anjlok

Harga minyak dunia berpengaruh pada kinerja investasi di sektor energi.



Berita Hari Ini

IKLAN ARIP

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!