Ekonomi
Share this on:

Investor Asing Diyakini Bakal Banjiri Indonesia

  • Investor Asing Diyakini Bakal Banjiri Indonesia
  • Investor Asing Diyakini Bakal Banjiri Indonesia

JAKARTA - Pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berjalan dengan damai dan aman. Melihat kondisi ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan optimis ekonomi Indonesia akan semakin membaik.

Hal itu didasarkan laporan yang diterimanya dari sejumlah institusi keuangan, bahwa mereka menunggu Pilpres yang berlangsung aman. "Jadi kalau hari ini damai, aman (proses Pemilu 2019), miliaran dolar AS akan masuk ke market Indonesia," ujar Luhut di Jakarta, Rabu (17/4) kemarin.

Selain investasi asing moncer, Luhut memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat pasca Pilpres pekan depan.

"Kita lihat deh penguatan rupiah yang akan cepat, mungkin Minggu depan," kata Luhut.

Sedangkan untuk pasar modal, menurut Luhut Pemilu 2019 ini tidak akan berpengaruh besar. Hal itu berdasarkan pengamatan dari Pemilu 2004, 2009, dan 2014. Sebaliknya, kata Luhut, gejolak politik yang bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi di pasar emiten nasional.

"Adanya pemilihan ini tidak sampai membuat sektor pasar modal turun jatuh. Jadi tidak saling berkaitan," tutur Luhut.

Luhut menegaskan, sektor ekonomi yang bisa berdampak pada sektor pasar modal. Dia mencontohkan saat Indonesia dilanda krisis moneter tahun 1998, sangat berdampak pada pasar modal.

"Jadi kondisi ekonomi lebih punya dampak terhadap kegiatan di pasar modal daripada urusan politik seperti Pilpres," ucap Luhut.

Terpisah, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan, saat ini banyak Investor yang menuggu hasil dari Pilpres ini. "(Investor) mereka menunggu hasil dari Pilpres hari ini. Siapapun presiden yang terpilih nanti, investasi akan kembali masuk ke Indonesia," ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (17/4).

Siklus dari sebuah Pemilu, menurut Huda memang demikian. Namun yang terpenting jika ekonomi Indonesia ingin membaik tergantung dari pemimpinnya yang bisa menyelesaikan persoalan ekonomi. "Mudah-mudahan setelah Pilpres ini ekonomi Indonesia kembali membaik dengan catatan pemimpin yang terpilih bisa menyelesaikan permasalahan ekonomi kita," tukas Huda. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang dagang yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS)-Cina dan Jepang-Korea, ditambah kasus Brexit yang tak segera selesai


Dana Desa Tekan Angka Kemiskinan

Dana Desa Tekan Angka Kemiskinan

Angka penduduk miskin di Indonesia mengalami penurunan.


Kartu Pra Kerja Jokowi Bakal Gagal

Kartu Pra Kerja Jokowi Bakal Gagal

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) siap mengeluarkan Kartu Pra Kerja (KPK).


Smartfren, FX, Senimart Ajak Millenials Toleransi Perbedaan

Smartfren, FX, Senimart Ajak Millenials Toleransi Perbedaan

Mengambil momentum HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 yang mengambil tema “Menuju Indonesia Unggul”, Smartfren, FX dan juga Senimart.


Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Saat ini kepemilikan utang asing dalam Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia mencapai Rp1.005 triliun atau 38,49 persen.


Sukseskan HUT RI-74, Sharp Indonesia Siapkan SDM Maju Lewat Sharp Class di Pamekasan

Sukseskan HUT RI-74, Sharp Indonesia Siapkan SDM Maju Lewat Sharp Class di Pamekasan

Sambut HUT RI ke-74, PT Sharp Electronics Indonesia turut menyukseskan tema ‘SDM Maju Indonesia Unggul’


Antisipasi Blackout, PLN Bakal Tanam Kabel Listrik Bawah Laut

Antisipasi Blackout, PLN Bakal Tanam Kabel Listrik Bawah Laut

Untuk antisipasi insiden blackout listrik yang terjadi separuh di Pulau Jawa dan se Jabodetabek pada 4-5 Agustus 2019 lalu, PT PLN (Persero)


Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Bank Indonesia (BI) menyebutkan investasi di kuartal II tahun ini bergerak tipis 5,01 persen atau lebih rendah


Idul Kurban Sumbang Inflasi

Idul Kurban Sumbang Inflasi

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebutkan Hari Raya Idul Adha menyumbang inflasi sepanjang bulan Agustus 2019.


Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal II 2019 sebesar 8,4 miliar dolar AS atau setara 3,04 persen



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!