Ekonomi
Share this on:

KA BBM Anjlok, Pasokan Bahan bakar Aman

  • KA BBM Anjlok, Pasokan Bahan bakar Aman
  • KA BBM Anjlok, Pasokan Bahan bakar Aman

JAKARTA - PT. Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengintensifkan perawatan dan pengawasan operasional kereta api. Seperti sarana dan prasarananya. Hal itu diungkapkan Manajer Humas PT. KAI Daops 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko menyusul anjloknya kereta api BBM nomor 2620 di jalur tunggal KM 54 +1 Stasiun Mojokerto-Stasiun Tarik, kemarin.

”Kami akan melakukan evaluasi, terkait musibah tersebut. Seperti mengintensifkan pengawasan dan pemeriksaan sarana dan prasarana Kereta Api,” ujar Gatut saat dihubungi indopos (Jawa Pos Group), kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, KA BBM yang anjlok berhasil di evakuasi pada pukul 09.02. Sehingga perjalanan KA setelah itu menjadi normal kembali. ”Yang anjlok itu gerbong ke empat dari 20 rangkaian kereta api BBM. Saat itu, KA dari Madiun menuju Surabaya, membawa muatan kosong,” jelas Gatut.

Sehingga menurutnya, hal itu tidak mengganggu pasokan BBM. Serta jalur distribusinya. Pasalnya, proses evakuasi sudah dilakukan. ”Untuk penyebabnya kenapa kereta BBM itu bisa anjlol, kami belum bisa pastikan. Sebab masih dalam penyelidikan,” imbuhnya.

Gatut mengatakan, imbas dari anjloknya KA BBM, membuat perjalanan kereta api penumpang pada pagi kemarin terganggu. Seperti KA Bima dari Gambir ke Surabaya. Dan KA Mutiara Selatan. Para penumpang sempat menunggu di Stasiun Mojokerto.

”Para penumpang kereta api tersebut kami evakuasi dengan menggunakan bus. Menuju stasiun yang dituju. Adapun buat mereka yang tidak mau di evakuasi, diberikan pengembalian tiket,” pungkasnya.

Sementara itu, Agus Komarudin VP Public Relation PT. KAI menjelaskan untuk penumpang KA Bima dan Mutiara Selatan, sebagian melanjutkan ke Malang dan Surabaya. ”Yakni dengan menggunakan bus yang disediakan KAI. Dan sebagiannya pengembalian bea,” pungkasnya. (dai/jpnn)

Berita Sebelumnya

BUMN-Swasta Sinergi Bangun Rumah
BUMN-Swasta Sinergi Bangun Rumah

Berita Berikutnya

BI Tegaskan Uang Elektronik Tetap Sah
BI Tegaskan Uang Elektronik Tetap Sah

Berita Sejenis

Mulai Hari Ini Wajib Biodiesel 20 Persen

Mulai Hari Ini Wajib Biodiesel 20 Persen

Pemerintah mulai hari ini (1/9) mewajibkan perluasan campuran bahan bakar nabati (BBN) atau biodiesel 20 persen (B20).


Pertamina Sebaiknya Jangan Naikkan Harga Pertalite

Pertamina Sebaiknya Jangan Naikkan Harga Pertalite

PT Pertamina (Persero) sedang mempertimbangkan besaran harga bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan kenaikan harga minyak dunia.


Sepakat Tambahi Subsidi Solar

Sepakat Tambahi Subsidi Solar

Pemerintah tetap akan menaikkan alokasi anggaran subsidi BBM jenis solar meski tidak ada APBN Perubahan 2018.


Permintaan Premium Naik Paling Tinggi

Permintaan Premium Naik Paling Tinggi

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendeteksi adanya perpindahan konsumsi BBM dari pertalite ke premium.


Uji Bahan Bakar saat Mudik Lebaran

Uji Bahan Bakar saat Mudik Lebaran

Pertamina menguji tiga produk bahan bakarnya, yaitu Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina DEX.


Lebaran, Stok Uang Perbankan Aman

Lebaran, Stok Uang Perbankan Aman

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan uang di perbankan selama libur Lebaran. Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang beredar Rp188,2 triliun.


Surat Utang Sepi Peminat, APBN Masih Aman

Surat Utang Sepi Peminat, APBN Masih Aman

Kinerja penjualan surat berharga pemerintah pada tahun ini lesu.


Top Spender Promo Bikin "Ngiler"

Top Spender Promo Bikin "Ngiler"

CSA Studio yang menjual bahan bangunan dan perlengkapan rumah di Kabupaten Tegal menggelar Top Spender Promo mulai 9 April hingga 31 Mei mendatang.


Jaga Stabilitas Harga Jelang Puasa dan Lebaran

Jaga Stabilitas Harga Jelang Puasa dan Lebaran

Ketersediaan bawang merah di Jawa Timur (Jatim) menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini cukup aman. Harganya juga terkendali.


Pertamina Tanggung Selisih Harga

Pertamina Tanggung Selisih Harga

Tambahan subsidi Rp500 per liter untuk BBM jenis solar tidak lantas membuat PT Pertamina (Persero) bebas dari beban.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!