Ekonomi
Share this on:

Kadin Tuntut Stabilitas Rupiah

  • Kadin Tuntut Stabilitas Rupiah
  • Kadin Tuntut Stabilitas Rupiah

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah mengantisipasi koreksi rupiah. Karena itu, kalangan pengusaha telah bisa menyesuaikan. Artinya, depresiasi rupiah telah masuk kalkulasi bisnis.

"Ya, hendaknya rupiah jangan terus menerus menukik. Kalau fluktuasi tidak beres-beres, bisa mengganggu," tutur Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, di Jakarta, kemarin.

Pengusaha sebut Rosan telah melakukan monitor. Melihat dari jarak dekat kemungkinan dari pelemahan rupiah. Tentu, koreksi rupiah ada yang senang dan tidak. Pengusaha ekspor tentu senang dengan apresiasi USD. Namun, untuk importir justru sebaliknya.

"Karena itu, kalau terjadi kenaikan suku bunga the Federal Reserve (The Fed), harapannya tidak terlalu tinggi," harap Rosan.

Namun begitu bilang Roslan, eksportir dan importir berharap fluktuasi tidak terlalu tajam. Karena bagaimana pun, kalau terjadi koreksi berlarut, bisa membuat dunia usaha terganggu. Apalagi, misalnya rupiah melewati angka Rp14 ribu.

"Pengusaha berharap rupiah tidak menembus angka Rp14 ribu per USD," jelasnya.

Rosan melanjutkan, saat ini iklim investasi di Indonesia sangat baik. Itu terbaik kedua setelah Filipina. Jadi, sebut Rosan, tugas pengusaha secara kolektif bersama paling mendasar yaitu menciptakan lapangan pekerjaan. Berdasar statistik tahun lalu, daya beli juga menurun.

"Di tahun politik, bukan tidak mau investasi. Demandnya masih flat," tukasnya. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Rupiah Melemah Lagi, Pelaku Usaha Selektif Ekspansi

Rupiah Melemah Lagi, Pelaku Usaha Selektif Ekspansi

Fluktuasi nilai tukar rupiah membuat pelaku usaha harus menyesuaikan strategi bisnisnya.


Cadangan Devisa Semakin Tergerus

Cadangan Devisa Semakin Tergerus

Upaya intervensi ganda Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah berimbas pada jumlah cadangan devisa (cadev).


Rupiah Menguat, Waspadai Sentimen Global

Rupiah Menguat, Waspadai Sentimen Global

Pergerakan positif rupiah berlanjut. Berdasar data Bloomberg, kemarin (7/9) mata uang Garuda ditutup di level Rp 14.820 per dolar AS.


Depresiasi Kurs Pacu Ekspor

Depresiasi Kurs Pacu Ekspor

Tidak semua sektor ekonomi terpukul koreksi rupiah terhadap dolar AS. Industri mebel tanah air justru mendapat angin segar dari depresiasi kurs.


Rupiah Tembus Rp14.771 Per Dollar

Rupiah Tembus Rp14.771 Per Dollar

Tekanan ke mata uang rupiah tak kunjung reda. Merujuk data Reuters, kemarin (30/8) kurs rupiah bergerak ke level Rp14.771 per dolar AS (USD).


Elektronik Terdampak Pelemahan Rupiah

Elektronik Terdampak Pelemahan Rupiah

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berimbas pada harga produk elektronik.


Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Gejolak nilai tukar membuat realisasi investasi tumbuh melambat.


Tekanan terhadap Rupiah Mulai Reda

Tekanan terhadap Rupiah Mulai Reda

Di pasar uang, tekanan terhadap rupiah mulai reda.


BI Intervensi, Rupiah Menguat Tipis

BI Intervensi, Rupiah Menguat Tipis

Pasca pengumuman Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo yang ditahan di angka 5,25 persen, nilai tukar rupiah justru mengalami depresiasi.


Tarif Tetap, Subsidi Listrik Bengkak

Tarif Tetap, Subsidi Listrik Bengkak

Depreasi nilai tukar rupiah dan melonjaknya harga minyak harus dibayar mahal.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!