Ekonomi
Share this on:

Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

  • Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup
  • Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

JAKARTA - Munculnya ritel-ritel modern dengan harga yang menarik, dan kehadiran toko offline membuat supermarket Giant tutup di beberapa titik di Jabodetabek pada akhir Juli mendatang.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menilai, penutupan gerai Giant karena disebabkan kalah bersaing dengan ritel sejenis.

"Salah satunya, persangan yang cukup ketat. Pasti akan makan korban," kata Tutup kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (23/6).

Menurut dia, tak hanya ritel-ritel modern yang bermunculan tapi juga suburnya toko online. Nah atas kondisi ini tidak bisa membuat Giant bertahan.

"Bukan hanya sesama ritel modern saja, tapi juga produk-produk makanan yang dijual di online. Banyak faktor ya, seperti manajemen, persaingan dll," ucap dia.

Senada dengan Tutum, Ekonom INDEF Ahmad Tauhid mengatakan, memang saat ini sangat sulit sekali Giant untuk bertahan di tengah gempuran minimarket-minimarket modern ataupun toko offline yang harganya juga mulai bersaing.

"Ini juga menjadi ancaman bagi group-group ritel besar lainnya mengingat secara umum pertumbuhannya Januari-Mei 2019 rata-rata sebesar 8,4 persen, namun beberapa tahun sebelumnya pertumbuhan ritel biasanya diatas 10 persen," ujar Tauhid kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (23/6).

Dia menjelaskan, hal ini bukan hanya soal harga namun juga keterjangkauan dari sisi pasar maupun strategi bisnis yang dijalankan.

"Kalau Giant kurang maksimal memanfaatkan jaringan offline-nya, maka mau tidak mau akan tergerus dengan perkembangan teknologi yang ada," ucap dia.

"Apalagi sekarang biaya transportasi dan biaya untuk ke ritel besar jauh lebih mahal dibandingkan dengan transportasi dengan teknologi digital saat ini," tambah dia.

Terpisah, ekonom INDEF lainnya, Nailul Huda menilai bahwa sektor ritel saat ini memang sangat rentan. Setelah Ramayana dan Matahari disusul oleh Giant. Faktor pemicunya tentu saja beralihnya konsumsi primer ke konsumsi yang sifatnya leisure (kesenangan) seperti travelling ataupun teknologi.

"Anak muda milenial lebih memilih travelling daripada beli TV ataupun baju. TV digantikan laptop juga saat ini," ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (23/6).

Lanjut Huda, kebutuhan pangan atau sabun-sabunan saat ini sudah berpindah ke Alfamart ataupun yang pindah ke ritel luar seperti Farmers ataupun lainnya.

Karena itu untuk bertahan, maka Giant harus melakukan transformasi total seperti penyediaan barang tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja, tetapi juga barang-barang luxury.

"Untuk bertahan Giant harus transformasi kepada penyediaan barang yang tidak hanya kebutuhan sehari-hari namun menyediakan juga barang luxury," pungkas Huda.

Informasi yang beredar ada enam supermarket Giant yang dikabarkan tutup pada 28 Juli 2019. Adalah Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Impor Mei 2019 Turun 5,62 Persen
Impor Mei 2019 Turun 5,62 Persen

Berita Sejenis

Daya Beli Lemah, Alasan Giant Rontok dan Bukalapak Goyang

Daya Beli Lemah, Alasan Giant Rontok dan Bukalapak Goyang

Tahun 2019, merupakan tahun terberat bagi para pelaku usaha di Tanah Air.


E-Commerce Bukan Penyebab Toko Ritel Tutup

E-Commerce Bukan Penyebab Toko Ritel Tutup

Beberapa waktu lalu konsumen Indonesia dikejutkan dengan penutupan sejumlah toko ritel.


Rontoknya Giant, Dampak Perubahan Pola Belanja

Rontoknya Giant, Dampak Perubahan Pola Belanja

Persaingan ritel yang semakin ketat menjadi alasan Giant menutup enam gerai di wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi.


Penutupan Giant karena Kalah Bersaing

Penutupan Giant karena Kalah Bersaing

Setelah bungkam, akhirnya Direktur PT Hero Supermarket Hadrianus Wahyu Trikusumo buka suara terkait penutupan enam toko Giant di sejumlah tempat di Jabodetabek.


Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Supermarket Giant akan tutup di beberapa kawasan di Jabodetabek. Ada enam gerai yang akan tutup mulai akhir Juli 2019.


Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tidak lama pemerintah mengeluarkan wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia, ternyata sudah ada tiga maskapai asing yang siap bersaing.


Tutup Hingga Sabtu, Pusat Binis Tanah Abang Rugi Rp200 Milair Sehari

Tutup Hingga Sabtu, Pusat Binis Tanah Abang Rugi Rp200 Milair Sehari

Pusat bisnis Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat tutup hingga, Sabtu (25/5), paska kerusuhan 22 Mei.


Optimistis Bersaing di Pasar LMPV

Optimistis Bersaing di Pasar LMPV

Persaingan pasar kendaraan low multi purpose vehicle (LMPV) kian ketat pasca peluncuran dua produk andalan Toyota dan Daihatsu, yakni Avanza dan Xenia.


Produk UKM Sulit Bersaing

Produk UKM Sulit Bersaing

Pertumbuhan e-commerce berkembang begitu pesat. Kondisi itu perlu diikuti regulasi jelas.


Stok Beras Aman, Perlu Satukan Data Kementan dengan BPS

Stok Beras Aman, Perlu Satukan Data Kementan dengan BPS

Stok beras dinilai cukup untuk menyuplai kebutuhan hingga tutup tahun 2018.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!