Ekonomi
Share this on:

Kalah Jauh dengan Pelabuhan Tanjung Emas

  • Kalah Jauh dengan Pelabuhan Tanjung Emas
  • Kalah Jauh dengan Pelabuhan Tanjung Emas

JAKARTA - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Provinsi DKI Jakarta, meminta Pelabuhan Tanjung Priok, menerapkan pemeriksaan kontainer berbasis IT. Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang yang menjadi pilot project sistem tersebut.

"Kami berharap Pelabuhan Tanjung Priok juga dapat melaksanakan seperti di Semarang,” ujar Ketua Ginsi DKI Jakarta Capt Subandi, kemarin.

Di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini importir menanggung terlalu banyak beban biaya. Antaralain, diwajibkan memberikan uang jaminan kepada pelayaran atau agen atas petikemas yang dipinjam saat akan dikeluarkan dari pelabuhan. Selain itu juga dikenakan biaya kerusakan petikemas.

”Poses pemeriksaannya itu tidak dilakukan secara transparan. Apalagi pemeriksaan dilakukan oleh surveyor yang ditunjuk atau oleh internal, sehingga terjadi konflik kepentingan,” ungkapnya.

Sementara jika diterapkan sistem berbasis IT seperti di Tanjung Emas, maka ada sejumlah keuntungan dengan diterapkannya pemeriksaan kontainer. Yakni, kecepatan dan ketepatan informasi kondisi kontainer yang tertuang dalam Equipment Interchange Receipt (EIR).

Ia pun merasa heran adanya isu yang menyebutkan biaya logistik menjadi tinggi, dengan diterapkannya sistim IT. "Pihak-pihak yang peduli terhadap tingginya biaya logistik di Indonesia termasuk Jakarta harusnya ikut mendorong dilakukannya survey oleh pihak yang lebih independen dan bonafide. Hal itu untuk memastikan siapa yang semestinya bertanggung jawab atas kerusakan petikemas yang dipinjam importir," tegas Capt Subandi.

Pihaknya juga mendorong agar dilibatkan pihak asuransi yang bisa men-cover claim kerusakan serta biayanya secara fair.

"Jangan teriak sok peduli terhadap biaya logistik tapi membiarkan uang importir diambil secara paksa dengan alasan uang jaminan dan claim kerusakan. Trilliunan uang importir mengendap sebagai uang jaminan dan bayar biaya kerusakan yang penyebabnya tidak diketahui importir," ujar Capt. Subandi.

"Pemerintah harus jernih dan hati-hati terhadap pihak-pihak yang teriak peduli terhadap biaya logistik yang tinggi," pungkasnya. (dai/jpnn)

Berita Sebelumnya

Terdongkrak Kenaikan Harga Batu Bara
Terdongkrak Kenaikan Harga Batu Bara

Berita Berikutnya

Dua BUMN Tambang Untung, Satu Memble
Dua BUMN Tambang Untung, Satu Memble

Berita Sejenis

Pasar Fleet Naik 15 Persen

Pasar Fleet Naik 15 Persen

Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh 10,85 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.


14 BUMN Teken Kontrak Kerja Sama

14 BUMN Teken Kontrak Kerja Sama

Empat belas BUMN resmi bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis di 19 proyek dalam acara Annual Meeting IMF-World Bank 2018.


Digital Teknologi Dongkrak Ekonomi

Digital Teknologi Dongkrak Ekonomi

Teknologi berkembang dengan pesat. Nyaris tidak ada ruang bebas dari sentuhan teknologi terkini.


Stok Beras Aman, Perlu Satukan Data Kementan dengan BPS

Stok Beras Aman, Perlu Satukan Data Kementan dengan BPS

Stok beras dinilai cukup untuk menyuplai kebutuhan hingga tutup tahun 2018.


Enam Perusahaan Ditengarai Langgar Mandat B20

Enam Perusahaan Ditengarai Langgar Mandat B20

Pemerintah tengah menyelidiki dugaan pelanggaran penyaluran bahan bakar solar dengan bauran minyak sawit atau biodiesel B20.


Properti Perluas Target Market

Properti Perluas Target Market

Menyiasati kondisi pasar yang melambat, CitraLand GreenLake memperluas target market dengan melakukan penetrasi di berbagai wilayah di Surabaya.


Pengusaha Pemula Harus Jeli

Pengusaha Pemula Harus Jeli

Entrepreneur atau wirausaha baru di Indonesia terus tumbuh seiring dengan kemudahan akses informasi dan teknologi.


Jumlah Orang Kaya Indonesia Tumbuh Pesat

Jumlah Orang Kaya Indonesia Tumbuh Pesat

Jumlah orang kaya Indonesia dengan kepemilikan aset di atas USD 1 juta atau sekitar Rp 14,9 miliar terus meningkat.


Lebih Responsif Genjot Pasar Ekspor

Lebih Responsif Genjot Pasar Ekspor

Indonesia harus lebih responsif menyikapi perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok.


Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring dengan keluarnya Surat Edaran Dirjen Pajak No SE-15/PJ/2018 tentang Kebijakan Pemeriksaa



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!