Ekonomi
Share this on:

Kapasitas Kursi Kereta Lebaran Ditambah

  • Kapasitas Kursi Kereta Lebaran Ditambah
  • Kapasitas Kursi Kereta Lebaran Ditambah

JAKARTA - Menyambut masa angkut mudik lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan total 78 kereta api dengan kapasitas 957.282 penumpang. Jumlah itu dengan rincian 58 KA reguler berkapasitas 757.680 kursi dan 20 KA tambahan berkapasitas 199.602 kursi dari 26 Mei-16 Juni mendatang.

Executive Vice President Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah menyatakan siap, menghadapi masa angkutan lebaran 2019 dengan melakukan pengecekan jalur lintasan maupun stasiun serta memastikan, agar perjalanan penumpang yang mengalami peningkatan bisa berlangsung aman dan nyaman

"kami siap menghadapi peningkatan penumpang saat mudik lebaran tahun ini. Semua tempat duduk yang kita sediakan 957.282 kursi. Naik 60 ribuan dibanding tahun lalu," kata di Jakarta, Senin (20/5) kemarin.

Ia menjelaskan, dari data yang dimiliki KAI pada 2018 lalu tercatat ada 915.540 kursi sedangkan pada 2019 diprediksi meningkat minimal 9 persen menjadi 997.730 kursi. Menurutnya, minat masyarakat tinggi menggunakan KA saat mudik Lebaran.

Hal itu terlihat terjual habis tiket KA jarak jauh tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan okupansi 100 persen pada H-7 sampai H-1. Sementara untuk jarak sedang seperti tujuan Bandung dan Cirebon masih tersedia untuk keberangkatan H-10 sampai H-1.

"PT KAI memastikan masih tersedianya tiket KA relasi tertentu," ujarnya.

Namun, Dadan tak bisa memastikan peningkatan perjalanan jarak jauh seperti Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Solo akibat kenaikan harga tiket pesawat. Akan tetapi, pengalamannya berbincang dengan salah satu penumpang disebutkan bahwa di antaranya merupakan penumpang pesawat.

"Audiensi dengan penumpang ada yang bilang juga biasanya dia naik pesawat sekarang naik kereta saja meskipun harganya hampir sama," imbuhnya.

Selain itu, PT KAI mengerahkan penambahan jumlah petugas posko sebanyak 2.437 pegawai manajemen operasional KAI. Kemudian ada 4.024 petugas pengamanan serta 512 petugas tambahan terdiri atas petugas penilik jalan dan petugas jaga daerah rawan.

KAI Daop I mencatat ada 237 daerah rawan terdiri atas 77 perlintasan rawan, 81 rawan longsor, 46 rawan banjir, 33 rawan ambles, 472 perlintasan sebidang terdiri dari 132 perlintasan resmi dijaga PT KAI, 50 perlintasan resmi dijaga non KAI, serta 290 perlintasan liar.

Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat KAI Daop 2 Kota Bandung, Noxy Citrea mengatakan, KAI Daop 2 Kota Bandung telah melakukan persiapan maksimal. Ia memastikan bahwa KAI Daop2 telah memaksimalkan seluruh kemampuannya, untuk dapat mengangkut pemudik di Jawa Barat.

Menurutnya, KAI Daop 2 Kota Bandung telah menurunkan 29 lokomotif plus 252 gerbong kereta. Jumlah tersebut adalah hasil dari pemaksimalan agar KAI dapat menampung tingginya tingkat permintaan kereta api.

"Kami juga sudah memaksimalkan jalan dan jembatan (rel kereta), dengan melakukan perawatan agar tak ada kendala selama perjalanan," katanya.

Noxy menambahkan, jumlah tersebut sudah termasuk dengan adanya penambahan empat kereta. Di antaranya Lodaya Pagi, Lodaya Malam (Bandung-Solo, kelas Eksekutif dan Bisnis), Pasundan Tambahan (Kiaracondong-Surabaya, kelas ekonomi), dan Kutojaya Tambahan (Kiaracondong-Kutoarjo, kelas bisnis dan ekonomi).

"Untuk tiket tambahan, Lodaya Pagi dan Malam masih tersedia sekitar 50 persen tempat duduknya. Sementara pasundang sudah di atas 100 persen. Kutojaya yang tersisa hanya arus balik saja," tuturnya.

Adapun persiapan KAI Daop 9 Jember, telah menambah kapasitas rangkaian kereta api (KA) Mutiara Timur rute Banyuwangi-Surabaya atau sebaliknya, untuk masa angkutan Lebaran 2019 selama 22 hari mulai 26 Mei hingga 16 Juni 2019.

"Perjalanan KA Mutiara Timur akan ditambah satu kereta kelas eksekutif dengan kapasitas 50 tempat duduk untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah," kata Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Luqman Arif di Jember, Jawa Timur.

Ia menuturkan, jumlah rangkaian KA Mutiara Timur terdiri dari empat kereta kelas eksekutif dan tiga kereta ekonomi premium sehingga pada masa angkutan Lebaran nanti rangkaian kereta keleas eksekutif bertambah menjadi lima kereta.

"Tidak ada penambahan kapasitas rangkaian kereta lainnya di wilayah Daop 9 Jember karena kami akan memaksimalkan rangkaian kereta yang sudah ada untuk arus mudik dan balik Lebaran 2019," ujarnya.

Ia menuturkan, PT KAI Daop 9 Jember menyiapkan sebanyak sembilan lokomotif yang terdiri dari dua lokomotif tipe cc 203 dan tujuh lokomotif cc 201 selama masa angkutan Lebaran 2019. "Untuk kereta disipakan sebanyak 60 kereta yang terdiri dari 11 kereta kelas eksekutif, tujuh kereta kelas bisnis dan 42 kereta kelas ekonomi, serta sembilan kereta pembangkit," pungkasnya. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Ekspor Manufaktur Masih Teratas
Ekspor Manufaktur Masih Teratas

Berita Sejenis

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Di tengah kondisi perekonomian global yang melambat, dan ditambah perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat yang tak kunjung mereda


Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang dagang yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS)-Cina dan Jepang-Korea, ditambah kasus Brexit yang tak segera selesai


Listrik Padam 10 Jam Berkaitan dengan Urusan Kursi Jabatan?

Listrik Padam 10 Jam Berkaitan dengan Urusan Kursi Jabatan?

Plt Dirut PT PLN Sripeni Inten Cahyani tidak mau berspekulasi, mengaitkan peristiwa blackout atau listrik padam di daerah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten.


Pengembalian Utang Kereta Cepat Makan Waktu 200 Tahun

Pengembalian Utang Kereta Cepat Makan Waktu 200 Tahun

Indonesia akan menjadi negara pertama di ASEAN yang memiliki kereta cepat seperti Jepang dengan Shinkansen-nya.


Lebaran, Penumpang Kapal Naik Drastis

Lebaran, Penumpang Kapal Naik Drastis

Pengguna kapal laut yang dioperatori oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada musim Lebaran tahun ini meningkat drastis.


Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, inflasi Lebaran kali ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.


Bisnis Ritel Untung Besar saat Lebaran

Bisnis Ritel Untung Besar saat Lebaran

Sejumlah sektor bsinis ritel modern mendapatkan kecipretan dari berkah bulan Ramadan dan Lebaran.


Usai Lebaran Harga Beras Potensi Naik

Usai Lebaran Harga Beras Potensi Naik

Sejumlah komoditas pangan relatif stabil saat Ramadan dan Lebaran 2019. Hanya cabai dan bawang merah yang mengalami lonjakan hingga Lebaran.


Tarif Listrik untuk Industri dan Bisnis saat Lebaran Didiskon

Tarif Listrik untuk Industri dan Bisnis saat Lebaran Didiskon

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan diskon tarif listrik untuk kalangan industri dan bisnis.


Transaksi E-Money di Tol Diperkirakan Naik 20 Persen

Transaksi E-Money di Tol Diperkirakan Naik 20 Persen

Bank Mandiri memperkirakan volume transaksi uang elektronik e-money di jalan tol akan mengalami kenaikan 20 persen selama periode libur Lebaran 2019.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!