Ekonomi
Share this on:

Kebijakan Tarif KA Baru jadi Sorotan

  • Kebijakan Tarif KA Baru jadi Sorotan
  • Kebijakan Tarif KA Baru jadi Sorotan

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, tengah menjadi sorotan. Hal itu menyusul kenaikan tarif KA ekonomi dengan keluarnya Peraturan Menteri Perhubungan(Permenhub) Nomor 42 tahun 2017.

Sebagian pihak menilai Permenhub tersebut tidak berpihak rakyat kecil. Sebab dalam aturan itu, tarif kereta api subsidi jarak jauh dan sedang mengalami kenaikan.

Beruntung PT KAI memilih tidak menaikkan tarif dan rela tekor puluhan miliar rupiah. Karena PT KA tetap menjual dengan tarif lama yang diatur Permenhub No 35 Tahun 2016 namun menerapkan aturan baru dalam laporan keuangan. Belum adanya revisi atau pembatalan Permenhub No 42/2017 tersebut membuat keangan KA bakal terus tergerus.

"Ini sudah semakin tidak jelas," ujar pengamat kebijak publik Agus Pambagyo, saat dimintai tanggapannya terkait polemik PM 42/2017, Minggu kemarin (8/10). Untuk diketahui, kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian memang menggelontorkan uang triliunan rupiah untuk subsidi kereta.

Subsidi itu tidak hanya untuk kereta jarak jauh dan sedang. Namun juga jenis angkutan penumpang kereta lainnya. Saat ini, sejumlah operasional kereta , memang ada yang penumpangnya membludak dan juga biasa saja. Alias tidak terlalu penuh.

"Subsidi itu diberlakukan perorang. Namun kalau penumpangnya sudah penuh, subsidi dilakukan operasional," tegas Agus.

Sementara itu, terkait polemik tersebut Agus menyebut Menhub Budi Karya harusnya mendengarkan Presiden Jokowi. Beberapa waktu lalu Jokowi telah mengingatkan supaya para menterinya, untuk tidak sembarangan mengeluarkan peraturan menteri. Setiap peraturan yang dikeluarkan harus disertai kajian yang mendalam.

Karena itu tidak mengherankan anggota DPR RI Abdul Wachid meminta Kemenhub untuk merevisi atau membatalkan PM 42 tersebut. "Subsidi untuk angkutan kereta ekonomi jarak jauh dan sedang masih perlu diberikan. Apalagi kebanyakan yang naik kereta itu, warga yang penghasilannya tidak besar," jelasnya.

Sementara itu, Humas Ditjen Perkeretaapian Joice Hutajulu, saat ditanyakan melalui pesan WA Minggu kemarin, apa yang melatarbelakangi dikeluarkannya PM nomor 42/2017, belum menjawab.

Namun begitu sebelumnya, Kementrian Perhubungan, melalui Ditjen Perekeretaapian, pada Kamis lalu (5/10) menegaskan akan mengevaluasi PM 42 tahun 2017. Hal itu dikatakan Zulmafendi, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Ditjen Perkeretaapian.

"Sedang kita evaluasi dan kita kaji, Kita berharap, dalam waktu tidak terlalu lama, karena ini banyak hal. yang perlu kita evaluasi," ujarnya Kamis (5/10). "Tarif kereta api ekonomi PSO (public service obligation/subsidi) tetap Permenhub 35," imbuhnya.

Adapun status Permenhub 42/2017 menurutnya, pihaknya memberlakukan tarif KA ekonomi berdasarkan Permenhub 35. "Kenapa ini terjadi. Setiap saat, kita kan melakukan evaluasi-evaluasi," pungkasnya. (dai/jpnn)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kartu NPWP Bisa Jadi Uang Elektronik

Kartu NPWP Bisa Jadi Uang Elektronik

Perbankan melakukan inovasi pada alat pembayaran nontunai.


Tarif Impor Garam Diusulkan 20 Persen

Tarif Impor Garam Diusulkan 20 Persen

Impor garam untuk mengatasi kelangkaan berpotensi merugikan petambak.


Deposito Dipilih karena Lebih Likuid

Deposito Dipilih karena Lebih Likuid

Investasi di surat utang negara (SUN) bisa jadi tak semenarik tahun-tahun sebelumnya.


Tidak Bebani Keuangan PLN

Tidak Bebani Keuangan PLN

Tarif listrik yang tidak akan naik hingga akhir 2019 bisa berdampak pada beban keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (persero).


Bulog Rela Beli Gabah Lebih Mahal

Bulog Rela Beli Gabah Lebih Mahal

Keputusan impor beras di tengah-tengah berlangsunya panen raya rupanya akan diimbangi dengan kebijakan Perum Bulog untuk ”menolong petani”.


Tren Uang Virtual Bakal Berakhir

Tren Uang Virtual Bakal Berakhir

Mata uang virtual (cryptocurrency) seperti bitcoin sebagai alat transaksi dan pembayaran belakangan sedang jadi pembicaraan hangat.


Produk Logam Jadi Alternatif Perak

Produk Logam Jadi Alternatif Perak

Sejumlah pengusaha perak di Celuk mulai melirik logam untuk meningkatkan gairah penjualan asesoris.


Kepercayaan Asing Dorong Peningkatan Investasi

Kepercayaan Asing Dorong Peningkatan Investasi

Pasar modal Indonesia begitu 'seksi' di mata dunia. Tahun ini saja, indeks harga saham gabungan (IHSG) berkal-kali mencetak rekor baru.


Gas Bumi Masih Jadi Andalan

Gas Bumi Masih Jadi Andalan

Tantangan utama pemerintah saat ini dalam mempercepat pembangunan dan menggairahkan sektoe industri adalah menjamin ketersediaan energi.


Natal-Tahun Baru Kerek Arus Logistik

Natal-Tahun Baru Kerek Arus Logistik

Arus pengiriman barang di dalam negeri selalu meningkat pada momen-momen liburan.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!