Ekonomi
Share this on:

Kembangkan Kemasan Produk UKM

  • Kembangkan Kemasan Produk UKM
  • Kembangkan Kemasan Produk UKM

SURABAYA - Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) selama ini masih terkendala pada bentuk packaging (kemasan) yang memadai. Jatim sendiri sedang mengembangkan kemasan produk makanan dan minuman (mamin), termasuk pelabelan, agar jadi lebih menarik.

’’Saya kira industri percetakan bisa berperan, karena salah satu nilai tambah dari produk mamin adalah dari kemasan,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan di sela pembukaan Surabaya Printing Expo di Grand City kemarin (2/8).

Dia menyebutkan, saat ini tercatat ada 4.475 unit industri yang bergerak di bidang percetakan, baik skala kecil, menengah, maupun besar. ’’Saya kira ini peluang luar biasa. Karena selama ini promosi maupun publikasi menggunakan percetakan,’’ ujarnya.

CEO PT Kristamedia Pratama Daud D. Salim mengungkapkan, Jatim, termasuk Surabaya, merupakan pusat untuk Indonesia Timur. Jatim memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi dibanding nasional. Itu menandakan Jatim sangat penting.

’’Pada event Surabaya Printing Expo tahun ini, ada 50 perusahaan yang menjadi peserta atau naik 15 persen dibandingkan tahun lalu,’’ sebutnya.

Hampir 80 persen mesin percetakan yang dipamerkan memiliki teknologi digital. Adanya digitalisasi menuntut pesan cetak bisa dilakukan secara online. Meski demikian, mesin cetak konvensional tetap dipakai.

’’Selain itu, media yang digunakan beragam, mulai tekstil, kaca, hingga kayu. Tapi, ini benar-benar bergantung kreativitas orang,’’ paparnya. (res/c17/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Tahun Politik, Konsumsi Naik
Tahun Politik, Konsumsi Naik

Berita Berikutnya

Lapindo Kelola Lagi Blok Brantas
Lapindo Kelola Lagi Blok Brantas

Berita Sejenis

Produk UKM Sulit Bersaing

Produk UKM Sulit Bersaing

Pertumbuhan e-commerce berkembang begitu pesat. Kondisi itu perlu diikuti regulasi jelas.


Maksimalkan Produk Unggulan untuk Pemerataan Ekonomi

Maksimalkan Produk Unggulan untuk Pemerataan Ekonomi

Pemerintah berharap perhutanan sosial dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan lahan kawasan hutan negara itu bisa lebih produktif.


Akhir 2018 Industri Kreatif Rp1.000 Triliun

Akhir 2018 Industri Kreatif Rp1.000 Triliun

Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) optimistis industri ekonomi kreatif dipengujung tahun ini berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp1.000 triliun


Kembangkan Slot Jalur Selatan

Kembangkan Slot Jalur Selatan

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat (Jabar) belum maksimal.


Hemat Devisa, Perkuat Hilirisasi Tambang

Hemat Devisa, Perkuat Hilirisasi Tambang

Untuk menekan impor produk hasil tambang, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) terus memacu sejumlah proyek hilirisasi.


Inovasi Produk Dorong Penjualan

Inovasi Produk Dorong Penjualan

Kondisi pasar elektronik secara umum menurun. Karena itu, produsen elektronik harus punya banyak strategi untuk mendorong penjualan.


Dukung UKM Perluas Akses Pemasaran

Dukung UKM Perluas Akses Pemasaran

Platform pembayaran digital, OVO, berupaya menerapkan sistem pembayaran nontunai di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM).


November, Produk Indonesia Bebas Bea Masuk Australia

November, Produk Indonesia Bebas Bea Masuk Australia

Pelaku usaha menyambut positif Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement.


Peningkatan PPh Impor ,Jangan Sampai Ganggu Akses Pasar

Peningkatan PPh Impor ,Jangan Sampai Ganggu Akses Pasar

Untuk mengendalikan impor, pemerintah tengah mengkaji kenaikan tarif pajak penghasilan (PPh) impor sejumlah produk.


DP Minim Pacu Penjualan Properti

DP Minim Pacu Penjualan Properti

Ceruk pasar properti premium masih terbuka. Pengembang perumahan pun masih gencar meluncurkan produk anyar untuk segmen tersebut.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!