Ekonomi
Share this on:

Kembangkan UMKM, Kemenkop dan UKm Perkuat Daerah Perbatasan

  • Kembangkan UMKM, Kemenkop dan UKm Perkuat Daerah Perbatasan
  • Kembangkan UMKM, Kemenkop dan UKm Perkuat Daerah Perbatasan

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) mendorong peran UMKM membangun daerah perbatasan. Itu penting supaya perekonomian daerah pinggiran negara tidak ketinggalan dengan pusat. Karena itu, dibutuhkan sinergi program antar berbagai stakeholders.

Kemudian mendukung penguatan permodalan dan pengembangan UMKM perbatasan negara berbasis potensi lokal. Diharap ada sinergi antara Kemenkop dan UKM, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dengan pemda, maupun Kementerian dan Lembaga (K/L).

”Sehingga ekonomi daerah perbatasan tumbuh dan berkembang sebagaimana harapan pemerintah,” tutur Asisten Deputi (Asdep) Permodalan pada Deputi Pembiayaan, Kemenkop dan UKM, Luhur Pradjarto.

Meski begitu, bilang Luhur, dukungan permodalan UMKM melalui kegiatan pengembangan wirausaha pemula sangat strategis. Selanjutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan pelatihan.

Selain itu, perlu ada tenaga pendamping. Dengan tenaga pendamping, diharap para UMKM dan koperasi didorong untuk mengakses pembiayaan perbankan atau lembaga non-bank.

”Tugas pendamping tidak sekadar mendapat permodalan tapi juga bagaimana mengemas suatu produk dan mencarikan pasar potensial daerah perbatasan,” tegasnya.

Dengan begitu, diharap usaha UMKM dan Koperasi berkembang berefek pada lonjakan pendapatan masyarakat. Kalau skenario itu berhasil, masyarakat daerah perbatasan bakal hidup sejahtera dan akan memperkokoh NKRI. ”Pos Lintas Batas Negara (PLBN) harus lebih bagus dari negara tetangga. Prasarana harus dimaksimalkan dan masyarakat harus peduli termasuk para UMKM,” tukas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belu, Petrus Bere.

Sementara Boitenjeri, Deputi Pengelolaan Potensi Darat, Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) menambahkan, sebagai beranda negara harus menjaga pertahanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar PLBN dan lingkungan. (far/jpg

Berita Sebelumnya

Ekonomi Kreatif Mulai Menggeliat
Ekonomi Kreatif Mulai Menggeliat

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Michelin Indonesia Sebar Virus Keselamatan Berkendara

Michelin Indonesia Sebar Virus Keselamatan Berkendara

PT Michelin Indonesia (Michelin) terus berkomitmen menghadirkan mobilitas lebih aman dan lebih baik untuk seluruh masyarakat Indonesia.


Industri Farmasi Dibanjiri Alkes Impor

Industri Farmasi Dibanjiri Alkes Impor

Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia mencatat peralatan rumah sakit domestik mayoritas impor.


Perkuat Asistensi, IKM Pacu Ekspor

Perkuat Asistensi, IKM Pacu Ekspor

Astra Ventura telah membiayai sekitar 454 industri kecil dan menengah (IKM) di berbagai sektor.


BUMN Bersinergi Pulihkan Kondisi Sulawesi Tengah

BUMN Bersinergi Pulihkan Kondisi Sulawesi Tengah

Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk penanganan dan pemulihan Sulawesi Tengah pasca bencana gempa terus berlanjut.


BTN Siapkan Restrukturisasi Kredit Korban Gempa Palu

BTN Siapkan Restrukturisasi Kredit Korban Gempa Palu

Setelah gempa dan tsunami mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mulai meracik skema restrukturisasi kredit.


Harga Acuan Ayam-Telur Naik

Harga Acuan Ayam-Telur Naik

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyesuaikan batas bawah dan atas harga telur di level peternak menyusul banderolnya yang terus melandai.


Tunda Proyek Pembangkit 4,6 Ribu Mw

Tunda Proyek Pembangkit 4,6 Ribu Mw

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan, dari proyek pembangkit 35 ribu megawatt (mw), yang ditunda hanya sebesar 4,6 ribu mw.


Pengusaha Pemula Harus Jeli

Pengusaha Pemula Harus Jeli

Entrepreneur atau wirausaha baru di Indonesia terus tumbuh seiring dengan kemudahan akses informasi dan teknologi.


Kejar Kenaikan Konsumsi

Kejar Kenaikan Konsumsi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengejar kenaikan konsumsi listrik per kapita nasional menjadi 1.200 kilowatt hours (kWh) pada 2019.


Sepakat Kurs di Level Rp14.500 per USD

Sepakat Kurs di Level Rp14.500 per USD

Badan anggaran (banggar) DPR dan pemerintah sepakat menetapkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) sebesar Rp14.500.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!