Ekonomi
Share this on:

Kenaikan Listrik Pukul Pelaku UMKM

  • Kenaikan Listrik Pukul Pelaku UMKM
  • Kenaikan Listrik Pukul Pelaku UMKM

JAKARTA - Kenaikan tarif listrik pada tahun depan setiap tiga bulan sekali akan berdampak besar pada masyarakat miskin hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menilai kebijakan tersebut memang lebih fair bagi PLN. Namun dia tidak yakin pemerintah berani mengeksekusi kebijakan tersebut. Apalagi akan berdampak pada masyarakat.

"Karena listrik dikonsumsi semua lapisan masyarakat, jika harganya berfluktuasi tiap tiga bulan, maka akan sulit bagi pelaku usaha terutama UMKM menyesuaikan harga produknya di pasar," kata Eko kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (23/6).

Ekonom INDEF lainnya, Ahmad Tauhid menyarankan penyesuaian tarif adjusment (tanpa izin dari DPR), harus tetap diperlukan konsultasi ke DPR, mengingat berdampak besar dalam banyak hal.

"(Dampaknya) Khususnya inflasi dan besarnya subsidi yang diberikan untuk golongan masyarakat miskin ( 450 VA)," ujar Tauhid kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (23/6).

Karena itu, menurut Tauhid, dengan mendapat izin DPR, maka akan ada pembahasan pada dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang sudah memiliki ruang cukup untuk melihat besaran tarif listrik.

"Bisa saja asumsi yang dibangun, baik tukar rupiah terhadap dolar AS, inflasi dan harga minyak Indonesia dapat lebih tinggi namun bisa lebih rendah. Bila lebih tinggi maka hal tersebut menjadi bagian dari laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah (pusat), seperti biasanya," ucap dia.

Dia melihat klausul ini seperti pada kenaikan harga BBM, khususnya BBM Nonsubsidi. Tetapi, dia juga melihat listrik ini juga sangat fundamental bagi perekonomian.

"Tidak hanya soal ketersediaan namun juga keterjangkauan bagi masyarakat miskin maupun masyarakat di daerah perbatasan, terpencil dan terluar, yang sangat sensitif terhadap kenaikan tarif dasar listrik. Tidak hanya transportasi, namun juga biaya-biaya lainnya," papar Tauhid.

Sebelumnya Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridha Mulyana mengatakan, pihakya akan memberlakukan penyesuaian tarif adjusment per tiga bulan sekali di tahun 2020.

Ridha menjelaskan, penerapan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) berlaku pada pelanggan listrik nonsubsidi. Penyesuaian tarif adjustment diterapkan berdasarkan indikator nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, inflasi dan formula harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

"Tahun depan itu akan kembali ke tarif adjustment . Pada 2020 itu akan kembali lagi," ujar Ridha.

Pihaknya memastikan, untuk sepanjang tahun ini tidak ada kenaikan tarif tenaga listrik, baik subsidi maupun nonsubsidi. Hal itu sesuai keputusan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

"Berdasarkan keputusan Pak Menteri tahun ini kan sudah diputuskan tidak ada kenaikan tarif. Penyesuaian tarif nonsubsidi diputuskan harus melalui izin menteri ESDM," katanya. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Buka Pasar di Cina

Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Buka Pasar di Cina

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku usaha untuk membuka pasar di Cina.


Agustus, Harga Cabai Dipastikan Stabil

Agustus, Harga Cabai Dipastikan Stabil

Kenaikan harga cabai sejak tiga bulan lalu membuat masyarakat resah.


Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan jika kurs rupiah terus menguat dan harga minyak tidak menurun


Tarif Listrik Tidak Naik

Tarif Listrik Tidak Naik

Pemerintah menyatakan tidak melakukan penyesuaian tarif listrik hingga akhir tahun 2019.


Tahun Depan Tarif Listrik Naik

Tahun Depan Tarif Listrik Naik

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pada 2020 mendatang, mekanisme tariff adjustment.


Bangun Pabrik Mobil Listrik, Hyundai Pilih Indonesia

Bangun Pabrik Mobil Listrik, Hyundai Pilih Indonesia

Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company (HMC) tengah mengembangkan investasinya di Indonesia.


Investasi Mobil Listrik, Toyota Kucurkan Rp28,3 T

Investasi Mobil Listrik, Toyota Kucurkan Rp28,3 T

Toyota Motor mempersiapkan investasi segar kurang lebih Rp28,3 triliun untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia selama empat tahun ke depan.


Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

Tuntutan Tim Hukum Prabowo-Sandi yang menginginkan pemilihan presiden (pilpres) ulang mendapat penolakan dari para pelaku usaha.


Tarif Listrik untuk Industri dan Bisnis saat Lebaran Didiskon

Tarif Listrik untuk Industri dan Bisnis saat Lebaran Didiskon

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan diskon tarif listrik untuk kalangan industri dan bisnis.


Transaksi E-Money di Tol Diperkirakan Naik 20 Persen

Transaksi E-Money di Tol Diperkirakan Naik 20 Persen

Bank Mandiri memperkirakan volume transaksi uang elektronik e-money di jalan tol akan mengalami kenaikan 20 persen selama periode libur Lebaran 2019.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!