Ekonomi
Share this on:

Kenaikan UMP 8,51 Persen Tuai Penolakan Pekerja

  • Kenaikan UMP 8,51 Persen Tuai Penolakan Pekerja
  • Kenaikan UMP 8,51 Persen Tuai Penolakan Pekerja

JAKARTA - Kenaikan Upah Minium Provinsi (UMP) 2020 sebesar 8,51 persen menuai penolakan dari para pekerja. Alasannya, perhitungan kenaikan UMP tidak didasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) para pekerja.

Penolakan itu ditegaskan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

"Revisi PP No 78 tahun 2015, khususnya pasal tentang formula kenaikan upah minimum sebagai dasar perhitungan UMP harus didahului survei KHL di pasar," ujar Iqbal di Jakarta, kemarin (17/10).

Bila pemerintah masih merujuk kenaikan upah minimum dengan PP 78/2015, maka dengan tegas dia menolak kenaikan UMPM 8,51 persen.

"KHL yang dipakai adalah KHL yang baru yaitu yang rencananya KHL baru berjumlah 78 item dari yang sebelumnya 60 item. Jadi buruh menolak kenaikan upah minimum sebesar 8 persen," tegas dia.

Senada dengan KSPI, Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilham Syah mengatakan, kenaikan UMP 2020 tidak sesuai dengan kebutuhan buruh. Seharusnya, kata dia, penentuan UMP merujuk UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

"Penetapan UMP itu dilakukan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 dan dilakukan oleh Dewan Pengupahan di tingkat daerah yang terdiri dari beberapa elemen, seperti serikat pekerja, pengusaha, akademisi dan pemerintah. Bukannya berdasarkan survei nasional," kata dia.

Kenaikan UMP berdasarkan data inflasi dan pertumbuhan nasional dinggap tidak tepat. Sebab setiap daerah punya kebutuhan masing-masing.

"Sebagian besar, bahkan hampir semua buruh, menolak PP 78 ini. Jadi, menurut saya, meskipun naik tidak akan menyejahterakan," ujar dia.

Menurut dia, kenaikan UMP 2020 tidak besar alias tetap pengeluaran lebih besar dari pendapatan yang didapat. Sebab saat ini bahan pangan mengalami kenaikan, belum lagi ada kewajiban lainnya yang semakin mahal.

"BPJS naik hingga 100 persen. Kebutuhan pokok juga naik, harga listik, BBM naik. Jadi kenaikan UMP hanya untuk menutupi kebutuhan yang semakin mahal saja," ucap dia.

Terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mengatakan, kenaikan UMP sudah didasarkan dengan perhitungan yang matang dengan kondisi kebutuhan yang ada.

"Kenaikan UMP tersebut saya kira masih sesuai ketentuan undang-undang, di mana kenaikan UMP didasarkan formula pertumbuhan ekonomi plus inflasi," ujar Pieter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (17/10).

Sebelumnya, Menteri Tenaga Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri merilis surat edaran soal penetapan dan nilai kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen atau lebih tinggi dari kenaikan UMP 2019 yang hanya 8,03 persen. Kenaikan itu didasarkan data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2019. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 78 terkait Pengupahan, parameter di atas menjadi perhitungan kenaikan UMP tahun berikutnya.

Dijelaskan, inflasi nasional tercatat 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,12 persen yang kemudian diakumulasi jadi besaran kenaikan UMP 2020.

"Dengan demikian, kenaikan UMP dan atau UMK 2020 berdasarkan inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 8,51 persen," ujar Hanif dalam surat edaran, kemarin (17/10).

Hanif juga menegaskan, sesuai Pasal 63 PP No 78 tahun 2015, bagi daerah yang upah minimumnya pada 2015 masih di bawah nilai KHL wajib menaikkan upah minimum dengan KHL paling lambat pada 1 November 2019. (din/fin/ima)

Berita Berikutnya

Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?
Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Berita Sejenis

Jokowi : Investor Harus Gandeng Pengusaha Lokal!

Jokowi : Investor Harus Gandeng Pengusaha Lokal!

Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia belum mampu mencapai level lebih tinggi. Pada triwulan III-2019, pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 5,02 persen.


Kegaduhan Persoalan BPJS Kesehatan Belum Berakhir

Kegaduhan Persoalan BPJS Kesehatan Belum Berakhir

Sejak muncul wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken kenaikan iuran BPJS Kesehatan


Ekspansi Regional GoJek Masih Berat, Kenapa Ya?

Ekspansi Regional GoJek Masih Berat, Kenapa Ya?

ABI Research merilis data bahwa GoJek ternyata hanya menguasai 35,3 persen pangsa pasar Indonesia


Perlambatan Ekonomi Global, Pertumbuhan Masih Stabil?

Perlambatan Ekonomi Global, Pertumbuhan Masih Stabil?

Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan Semester 1 tahun 2019 masih stabil pada angka 5,06 persen.


Pembatalan Rencana Kenaikan Gas Industri Rugikan Investor

Pembatalan Rencana Kenaikan Gas Industri Rugikan Investor

Pembatalan rencana kenaikan harga gas industri oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)


Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Masih di Atas 5 Persen

Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Masih di Atas 5 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyakini pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2019 masih di atas 5 persen atau sekitar 5,05 persen.


BPS Catat Pertumbuhan Produksi Manufaktur Capai 4,35 Persen

BPS Catat Pertumbuhan Produksi Manufaktur Capai 4,35 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang (IBS) per kuartal III/2019 mencapai 4,35 persen year on year (yoy).


Capaian Positif, Investasi Hulu Migas Naik 11 Persen

Capaian Positif, Investasi Hulu Migas Naik 11 Persen

Hingga September 2019, nilai investasi hulu migas telah mencapai US$8,4 miliar.


Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun dari 3,5 persen menjadi 3 persen pada 2019.


Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Kuartal ketiga akan segera berakhir, dan segera memasuki kuartal keempat 2019, namun pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan geliat yang menggembirakan



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!