Ekonomi
Share this on:

Kepercayaan Asing Dorong Peningkatan Investasi

  • Kepercayaan Asing Dorong Peningkatan Investasi
  • Kepercayaan Asing Dorong Peningkatan Investasi

JAKARTA - Pasar modal Indonesia begitu 'seksi' di mata dunia. Tahun ini saja, indeks harga saham gabungan (IHSG) berkal-kali mencetak rekor baru. Kemarin (29/12) IHSG ditutup di zona hijau dengan kenaikan 41,61 poin atau 0,66 persen ke level 6.355,65. Secara year to date (ytd), IHSG telah naik 20 persen. Artinya, rata-rata keuntungan investasi di pasar saham Indonesia cukup besar.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sangat mengapresiasi kinerja pasar modal Indonesia. "Dulu ada yang bilang, IHSG bisa 6.000 saja kita sudah Alhamdulillah, sudah senang. Nah sekarang kita malah 6.355," ujarnya saat penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. IHSG memang telah bangkit dari keterpurukannya. IHSG pernah anjlok 27 persen ke level 4.000 bahkan 3.900 pada 2015 lalu.

Sepanjang tahun, asing banyak masuk, banyak mencetak keuntungan. Asing pun mencatat jual bersih (nett sell) sebanyak Rp 40,53 triliun tahun ini. Sementara investor domestik terus masuk ke pasar sehingga mampu menahan penurunan indeks akibat nett sell asing. Di luar investor domestik yang rajin masuk ke pasar, menurut Jokowi, optimisme investor asing maupun domestik terhadap perekonomian Indonesia terus meningkat.

Buktinya, lembaga pemeringkatan global seperti Standard & Poor's (S&P) telah menyematkan investment grade dengen menaikkan peringkat pada outlook sovereign credit rating Indonesia menjadi BBB-/positive outlook. Sementara Fitch Ratings juga menaikkan peringkat Indonesia menjadi BBB/stable outlook. Padahal di awal tahun, banyak kekhawatiran terhadap perekonomian Indonesia. Mulai dari risiko geopolitik, kenaikan suku bunga Bank Sentral AS hingga kebijakan proteksionisme yang akan diambil oleh presiden baru AS, Donald Trump.

Jokowi pun berpesan agar masyarakat selalu optimistis pada potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Coba kalau gara-gara kekhawatiran di awal tahun kita jual saham dan properti kita. Berapa (potensi) keuntungan yang akan hilang?" tuturnya.

Dia pun berpesan agar masyarakat lebih cerdas dalam mengonsumsi berita agar tidak pesimistis. Banyak kabar di media sosial yang memberitakan hal negatif tentang potensi dan kinerja perekonomian Indonesia. "Kita itu suka berita yang negatif, padahal sumbernya dari mana juga ndak jelas. Makanya jangan kebanyakan baca medsos," kata mantan gubernus DKI Jakarta itu.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengungkapkan, tahun ini asing masih tertarik untuk memasukkan dananya ke Indonesia. Adanya reformasi perpajakan dari AS bisa saja membuat asing melakukan pembalikan dana (capital reversal), namun hal itu hanya sementara. Termasuk, dana asing yang tertahan akibat 2018 dan 2019 yang merupakan tahun politik di Indonesia. "Secara historis tahun politik justru indeks naik. 'Wait and see' itu wajar tapi juga enggak usah ribet sama tahun politik. Indeks pasa tahun politik malah naik terus kok," urainya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga hadir pada saat penutupan menambahkan, asing memang mengakui perekonomian Indonesia cukup baik. Namun ke depan, masih ada PR yakni meningkatkan investasi perusahaan swasta. "Saya berharap perusahaan-perusahaan ini melakukan ekspansi sehingga perekonomian Indonesia bisa dipacu dengan investasi yang lebih baik. Ada keseimbangan antara ekspor, konsumsi dan investasi," ujarnya. (rin/jpg)

Berita Sebelumnya

Motor Honda Paling Laris di Jawa Tengah
Motor Honda Paling Laris di Jawa Tengah

Berita Berikutnya

Berantas Praktik Bagi-bagi Uang
Berantas Praktik Bagi-bagi Uang

Berita Sejenis

Tarik Rencana Investasi Rp210,8 Triliun

Tarik Rencana Investasi Rp210,8 Triliun

Usaha memikat investor dengan pemberian fasilitas libur pajak (tax holiday) mulai menunjukkan hasil.


Tahun Politik, Investasi Properti Masih Menggoda

Tahun Politik, Investasi Properti Masih Menggoda

Menjelang Pemilu 2019, investasi sektor properti dinilai masih sangat menjanjikan.


Regulasi Investasi Asing Jangan Diubah

Regulasi Investasi Asing Jangan Diubah

Liberalisasi 100 persen investasi bidang usaha angkutan orang dengan moda darat tidak dalam trayek, dianggap belum perlu.


Revisi DNI Pacu Transaksi Finansial

Revisi DNI Pacu Transaksi Finansial

Penyelesaian aturan baru terkait dengan daftar negatif investasi (DNI) terus dikebut.


Butuh Dorongan Investasi-Ekspor, Pemerintah Godok Aturan Baru

Butuh Dorongan Investasi-Ekspor, Pemerintah Godok Aturan Baru

Pertumbuhan investasi dan ekspor sedang melambat. Hal itu terlihat dari investasi pada kuartal III 2018 yang realisasinya Rp173,8 triliun.


Investasi Sektor Energi Anjlok

Investasi Sektor Energi Anjlok

Harga minyak dunia berpengaruh pada kinerja investasi di sektor energi.


Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Properti

Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Properti

Selisih kebutuhan rumah dengan kapasitas pengembang masih cukup lebar.


Banyak Investasi Bodong, Milenial Harus Selektif

Banyak Investasi Bodong, Milenial Harus Selektif

Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan uang untuk berinvestasi.


Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp298,3 triliun akibat pemberian insentif kepada wajib pajak (WP).


Net Kewajiban Investasi Turun

Net Kewajiban Investasi Turun

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah berdampak pada kinerja investasi.



Berita Hari Ini

IKLAN ARIP

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!