Ekonomi
Share this on:

Kerjasama Empat Bank Sentral Bisa Perkuat Nilai Tukar Uang Lokal

  • Kerjasama Empat Bank Sentral Bisa Perkuat Nilai Tukar Uang Lokal
  • Kerjasama Empat Bank Sentral Bisa Perkuat Nilai Tukar Uang Lokal

JAKARTA - Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) menjalin kerjasama dengan Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng Pilipinas, dan Bank of Thailand. Ekonom Institute for Development of Economics and Finanance (Indef) Ucok Pulungan menilai kerjasama ini bisa memperkuat nilai mata uang lokal di kawasan.

Ucok Pulungan mencontohkan, pada pengelolaan nilai tukar akan mengurangi transaksi penggunaan dolar, sehingga penggunaan transaksi mata uang lokal antar negara semakin meningkat.

"Pengurangan transaksi lewat dolar jadi cadangan devisa lebih terjaga," ujar Ucok kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (7/4).

Sampai hari ini, kata Ucok belum ada risiko dari kerjasama antara empat bank sentral ini. Menurut dia, keindependenan empat lembaga tersebut menjadi jaminan bahwa tidak ada risiko atau dirugikan.

"Sejauh ini belum ada risiko, toh setiap bank sentral independen," ucap Ucok.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan pertemuan dengan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN (ASEAN Finance Minister Central Governors' Meeting/AFMGM) pada Jumat (5/4) lalu di Chiang Rai, Thailand.

Dari keterangan tertulisnya, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko menjelaskan komitmen tersebut merupakan rangkaian pencapaian atas kejasama dengan Bank Sentral se-ASEAN untuk mendorong penyelesaian transaksi perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal masing-masing negara pada 2016.

Sejak itu, terdapat peningkatan penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian transaksi perdagangan bilateral, seiring dengan penurunan marjin kurs valuta asing.

Total transaksi perdagangan melalui LCS terus menunjukkan peningkatan. Pada kuartal I 2019, total transaksi perdagangan melalui LCS menggunakan baht Thailand mencapai 13 juta dolar AS atau setara Rp185 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar 7 juta dolar AS atau setara Rp96 miliar.

Sementara untuk transaksi LCS menggunakan ringgit Malaysia mencapai 70 juta dolar AS atau setara Rp1 triliun, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar 6 juta dolar AS atau setara Rp83 miliar.(ibl/din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Aksi 22 Mei Picu Pelemahan Rupiah

Aksi 22 Mei Picu Pelemahan Rupiah

Pengamat ekonomi memperkirakan aksi massa 22 Mei memicu nilai tukar rupiah melemah semakin dalam.


Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Bank Indonesia bekerjasama dengan Perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyediakan lebih dari 100 layanan gerak Uang Elektronik (UE) di sejumlah rest area


Bandel Tak Turunkan Tarif, Izin Maskapai Bisa Dicabut

Bandel Tak Turunkan Tarif, Izin Maskapai Bisa Dicabut

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan warning kepada maskapai penerbangan jika sampai, Jumat (17/5) hari ini, tidak menurunkan tarif batas atas (TBA).


Kementan Klaim Tekan Inflasi lewat Program Unggulan

Kementan Klaim Tekan Inflasi lewat Program Unggulan

Kementeran Pertanian (Kementan) mengklaim melalui berbagai program dan terobosan yang dikeluarkan selama empat tahun ini mampu menekan inflasi.


Puasa dan Lebaran, Kebutuhan Uang Tunai Rp217,1 Triliun

Puasa dan Lebaran, Kebutuhan Uang Tunai Rp217,1 Triliun

Kebutuhan uang kartal selama Ramadan dan Lebaran 2019 diprediksi sebesar Rp217,1 triliun.


Perang Diskon Ojek Online Bisa Picu Monopoli

Perang Diskon Ojek Online Bisa Picu Monopoli

Meski Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan besaran tarif ojek online namun di lapangan masih ditemukan aplikator masih melakukan perang harga dan


THR Dibayar Dua Minggu sebelum Lebaran

THR Dibayar Dua Minggu sebelum Lebaran

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta perusahaan bisa membayar THR maksimal dua minggu sebelum lebaran.


Hingga Akhir 2019, Cadangan Devisa Diprediksi Melemah

Hingga Akhir 2019, Cadangan Devisa Diprediksi Melemah

Bank Indonesia (BI) merilis posisi cadangan devisa Indonesia pada April lalu sebesar 124,3 miliar dolar AS.


Garuda Beber Alasan Kerjasama dengan Mahata

Garuda Beber Alasan Kerjasama dengan Mahata

Sekian lama diam, pihak PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akhirnya mau angkat suara tentang perjanjian kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi.


Empat Bulan Pertama, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Cuma 5,07 Persen

Empat Bulan Pertama, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Cuma 5,07 Persen

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2019 mencapai 5,07%. Angka ini naik tipis dibanding kuartal I 2018 sebesar 5,06%.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!