Ekonomi
Share this on:

Kilang Cilacap Akan Digarap Aramco

  • Kilang Cilacap Akan Digarap Aramco
  • Kilang Cilacap Akan Digarap Aramco

JAKARTA - Lawatan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi ternyata bukan sekedar umrah biasa. Selain menguatkan hubungan bilateral, isu pengelolaan energi menjadi poin khusus dalam kunjungan kemarin. Lewat pertemuan bersama Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Kerajaan Arab Saudi Khalid Al-Falih, di Royal Guest House, Riyadh.

"Salah satu isu lain yang dibahas adalah kemungkinan kerja sama antara Aramco (BUMN Migas Arab Saudi) dan Pertamina untuk Kilang Cilacap," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, sebagaimana dilansir situs resmi Setkab RI.

Retno mengatakan, salah satu isu yang masih tertunda yaitu terkait dengan masalah valuasi aset. Presiden mengharapkan agar isu tersebut segera diselesaikan. "Sekembalinya Presiden ke Indonesia, Presiden akan melakukan pertemuan dengan beberapa menteri untuk menyelesaikan masalah ini," lanjut Retno.

Selain melakukan kerja sama di bidang kilang minyak, pihak Saudi juga tertarik untuk bekerja sama dalam bidang industri petrokimia. "Menurut rencana akan ada kunjungan dari Saudi untuk ke Indonesia guna membahas rencana peningkatan kerja sama baik di bidang energi yang terkait di bidang minyak dan juga industri Petrokimia," ucap Retno.

Diketahui, Kilang Cilacap merupakan salah satu proyek pengembangan kilang minyak (Refinery Development Master Plan/RDMP) Indonesia. Selain Kilang Cilacap, akan dibangun juga 3 kilang RDMP lainnya yaitu Balikpapan, Dumai dan Balongan. Tak hanya itu, Pemerintah juga akan membangun 2 kilang minyak baru (Grass Root Refinery/GRR) di Tuban, Jawa Timur dan Bontang, Kalimantan Timur.

Pemerintah merevisi Peraturan Presiden Nomor 146 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pengembangan dan Pembangunan Kilang Minyak di Dalam Negeri. Revisi ini dikebut mempercepat pembangunan kilang minyak baru dan pengembangan kilang minyak.

Direktur Pembinaan Program Migas Soerjaningsih di Jakarta, beberapa waktu lalu menyatakan, Pemerintah memfasilitasi Pertamina yang mendapat penugasan untuk membangun kilang minyak baru dan RDMP. Dengan adanya revisi ini, diharapkan pembangunan kilang dapat berjalan lancar.

"Mudah-mudahan dengan perubahan Perpres itu, (hal-hal) yang dibutuhkan Pertamina (dalam membangun kilang) seperti pendanaan, pembebasan lahan, insentif dan pajak-pajak, tidak menjadi masalah lagi," katanya.

Menurut Soerja, dalam Perpres sebelumnya, hal-hal tersebut juga telah diatur. Namun dalam pelaksanaannya ternyata masih belum cukup untuk mempercepat pembangunan kilang minyak. Indonesia perlu membangun kilang minyak untuk meningkatkan ketahanan energi nasional serta mengurangi impor BBM.

Manfaat lain atas keberadaan kilang adalah menghemat devisa negara, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memacu pertumbuhan industri domestik dan pasar tenaga kerja. (rls/fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pengembalian Utang Kereta Cepat Makan Waktu 200 Tahun

Pengembalian Utang Kereta Cepat Makan Waktu 200 Tahun

Indonesia akan menjadi negara pertama di ASEAN yang memiliki kereta cepat seperti Jepang dengan Shinkansen-nya.


Regulasi IMEI Ponsel Kemunduran Teknologi

Regulasi IMEI Ponsel Kemunduran Teknologi

Pemerintah akan memberlakukan blokir IMEI (International Mobile Equipment Identity) pada 17 Agustus 2019.


Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

Generasi muda alias milenial semakin sadar akan pentingnya melakukan investasi. Terutama pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel.


Uji Coba Skema Transportasi Massal Dianggarkan Rp250 Miliar

Uji Coba Skema Transportasi Massal Dianggarkan Rp250 Miliar

Kementerian Perhubungan akan melakukan uji coba skema transportasi massal baru berbasis bus pada 2020 mendatang di enam kota.


Mustahil Indonesia Ekspor Beras

Mustahil Indonesia Ekspor Beras

Wacana Indonesia akan mengekspor beras Bulog ke Negara Papua Nugini dan Timor Leste dianggap tidak akan mungkin terjadi.


Indonesia Dijadikan Basis Produksi Otomotif

Indonesia Dijadikan Basis Produksi Otomotif

Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company (HMC) akan segera menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar


Kendaraan Pribadi Akan Dibatasi Usianya Hingga 15 Tahun

Kendaraan Pribadi Akan Dibatasi Usianya Hingga 15 Tahun

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali mengangkat wacana pembatasan usia kendaraan.


Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergerak Tipis

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergerak Tipis

Kondisi ekonomi global masih belum pulih. Hal ini berimbas pada ekonomi Indonesia di mana diperkirakan akan bergerak naik tipis.


Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Supermarket Giant akan tutup di beberapa kawasan di Jabodetabek. Ada enam gerai yang akan tutup mulai akhir Juli 2019.


Kenaikan Listrik Pukul Pelaku UMKM

Kenaikan Listrik Pukul Pelaku UMKM

Kenaikan tarif listrik pada tahun depan setiap tiga bulan sekali akan berdampak besar pada masyarakat miskin hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)



Berita Hari Ini

Video

Populer

Digital Interaktif. GRATIS

Edisi 1 Januari 1970

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!