Ekonomi
Share this on:

Kurangi Ekspor, Indonesia Berharap Harga Karet Membaik

  • Kurangi Ekspor, Indonesia Berharap Harga Karet Membaik
  • Kurangi Ekspor, Indonesia Berharap Harga Karet Membaik

Foto: kaltim post/prokal.co

JAKARTA - Indonesia mulai bulan ini akan mengurangi ekspor karet sebesar 98.160 ton. Badan Pengkajian dan Penelitian Kementerian Perhubungan menyebutkan langkah tersebut dilakukan untuk mendongkrak harga karet di pasar dunia.

Harga karet dunia saat ini hanya dibeli 1,4 dolar Amerika Serikat (AS) per kilogram, harga tersebut tergolong murah. Kebijakan mengurangi ekspor karet yang dilakukan Indonesia tidak sendirin, tetapi juga dilakukan dengan negara lain yakni, Malaysia dan Thailand, yang disepakati dalam perjanjian Agreed Export Tonnage Schame (AETS) ke-6.

Ekonom perkebunan Institut Pertanian Bogor (IPB) Agus Pakpahan menjelaskan, Kerjasama dalam perdagangan karet dengan Malaysia dan Thailand sudah berlangsung sejak awal tahun 2000-an. Kerjasama itu dimaksudkan untuk menjaga stok karet di negara masing-masing.

"Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan supply karet alam di pasar dunia yang ketika itu mengalami tren yang menurun, melalui pengendalian stok nasional bersama," kata Agus kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Kamis (4/4).

Menurut Agus, dampak dari kebijakan tersebut tentu akan tergantung pada efektivitas dari pengendalian stok. Efektivitasnya sangat ditentukan oleh realisasi dari komitmen ke-3 negara yang bekerjasama itu.

"Artinya jika tidak ada di antara ketiga negara tersebut yang curang atas komitmen yang telah disepakati maka program itu bisa berjalan baik," ujar Agus.

Agus menjelaskan, apabila harga karet alam meningkat, maka dampaknya terhadap harga karet alam di dalam negeri akan membaik, peningkatan permintaan dalam negeri akan karet alam akan memperluas pasar karet.

Perluasan pasar ini akan memberikan dampak positif, dan juga dapat menstabilkan pasar karet alam secara keseluruhan berjangka panjang.

"Potensi diversifikasi produk bersumber dari karet ini sangat banyak untuk mendukung proses industrialisasi Indonesia dan proses pemanfaatan sumberdaya alam yang ramah lingkungan, termasuk kayu karet dan perkebunan karet dalam menurunkan pemanasan global," jelas Agus.

Sekadar informasi, nilai ekspor karet alam Indonesia ke dunia turun dengan tren 9,04 persen pada periode 2013-2017, namun volume ekspornya tidak berubah signifikan.

Sedangkan AETS telah beberapa kali dilaksanakan dan berdampak cukup efektif dalam perbaikan harga karet. Setelah pelaksanaan AETS tahun 2016, nilai ekspor karet membaik pada 2017 menjadi 5,59 dolar AS miliar dengan volume ekspor naik menjadi 3,28 juta ton.

Pada 2018, nilai ekspor mengalami penurunan menjadi 4,17 miliar dengan volume ekspor 2,95 ton. Hal ini merupakan dampak dari pelaksanaan AETS di awal tahun 2018. Sementara pada Januari 2019, nilai ekspor karet alam tercatat sebesar 273 juta dolar AS dengan volume ekspor mencapai 210,37 ribu ton. (zul/ibl/din/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tidak lama pemerintah mengeluarkan wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia, ternyata sudah ada tiga maskapai asing yang siap bersaing.


Polemik Impor Ikan Asin

Polemik Impor Ikan Asin

Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena dikelilingi oleh perairan yang sangat luas dan pulau yang cukup banyak.


Indonesia Zona Aman Perang Dagang AS-Tiongkok

Indonesia Zona Aman Perang Dagang AS-Tiongkok

Perang dagang Amerika dan Tiongkok tak terlalu berimbas pada iklim investasi Indonesia. Malah bisa dibilang surplus.


Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

Bank Indonesia (BI) meyebutkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia untuk swasta dan BUMN tumbuh sebesar 1999,6 miliar dolar AS atau setara Rp2.834,2 triliun.


Tiket Mahal, Menhub Budi Lepas Tanggung Jawab

Tiket Mahal, Menhub Budi Lepas Tanggung Jawab

Mahalnya harga tiket maskapai penerbangan nasional tidak hanya dirasakan masyarakat biasa saja.


Perang Dagang, Indonesia Sulit Raup Untung

Perang Dagang, Indonesia Sulit Raup Untung

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China tidak selamanya merugikan sejumlah negara.


Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

Tuntutan Tim Hukum Prabowo-Sandi yang menginginkan pemilihan presiden (pilpres) ulang mendapat penolakan dari para pelaku usaha.


Undang Maskapai Asing Tak Selesaikan Masalah

Undang Maskapai Asing Tak Selesaikan Masalah

Rencana pemerintah bakal mengundang maskapai asing untuk menyelesaikan masalah harga tiket pesawat mahal dipandang tidak tepat.


Gagas Marketplace Paket Umrah

Gagas Marketplace Paket Umrah

Tingginya pengguna marketplace seperti Tokopedia atau Bukalapak, diadopsi oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI).


Kiamat Neraca Perdagangan, Target Pertumbuhan Meleset

Kiamat Neraca Perdagangan, Target Pertumbuhan Meleset

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas. Sejumlah negara akan kena dampak. Termasuk Indonesia terhadap kegiatan ekonomi dalam negeri



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!