Ekonomi
Share this on:

Kurangi Utang BUMN, Swasta Perlu Dilibatkan

  • Kurangi Utang BUMN, Swasta Perlu Dilibatkan
  • Kurangi Utang BUMN, Swasta Perlu Dilibatkan

JAKARTA - Utang BUMN sudah sangat mengerikan. Setiap tahun mengalami kenaikan yang tidak sedikit. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk menekan jumlah utang.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal memberi masukan kepada pemerintah untuk menekan beban utang perusahaan pelat merah itu adalah perlu memberikan porsi pada pihak swasta.

Menurut dia, dengan melibatkan pihak swasta, maka keuangan BUMN tidak terlalu terbebani seperti selama ini. Jadi, proyek pembangunan infrastruktur juga harus dibagi ke pihak swasta.

"Beban BUMN harus disebar ke swasta, ya supaya BUMN-nya nggak terlalu terbebani yang selama ini terjadi kan," ujar dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (27/9).

Sebab bila kondisi demikian dibiarkan, maka arus kas operasional BUMN akan minus, sehingga modal perusahaan pun menjadi tergerus.

"Kalau lama-lama begini terus, modal perusahaan bisa tergerus," ucap dia.

Sementara, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan kondisi utang yang semakin membengkak bila tidak dikelola dengan baik akan berisiko kepada proyek infrastruktur. Hal itu karena, proyek jangka panjang itu belum memberikan pemasukan cashflow untuk pemerintah.

"Proyek infrastruktur merupakan proyek jangka panjang, dan belum ada pemasukan cashflow dari proyek itu. Sementara tiap tahun harus bayar cicilan pokok dan bunga yang cukup besar," ujar Bhima, kemarin (27/9).

Dengan utang BUMN yang segunung, ditambah dinamika ekonomi global, serta resesi yang mengancam beberapa negara pada tahun 2020, maka pemasukan proyek akan lemah.

"Bila terjadi resesi ekonomi global, maka kapasitas infrastruktur yang sudah jadi tidak akan terisi penuh. Hal itu disebabkan daya beli melemah," ucap dia.

Melansir laporan pemeringkat global, Moody's Investor Service, utang luar negeri (ULN) BUMN Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Dari periode Januari-Juli, ULN BUMN sudah naik lebih dari 6,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 13,8 persen. Menurut Moody's, kondisi ini sangat mengkhawatirkan, sehingga bisa berdampak pada ketidakpastian untuk Indonesia.

Ada pun beberapa BUMN Indonesia yang disorot dalam laporan Moody's adalah PT Waskita Karya Tbk. (WSKT), PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), PT Adhi Karya Tbk. (ADHI), PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) dan PT Indofarma Tbk. INAF).

Pertumbuhan utang BUMN karya menduduki posisi teratas, di mana total utang WSKT yang awalnya hanya Rp9,7 triliun di tahun 2014, pada akhir Juni 2019 melesat hingga Rp103,7 triliun atau naik 970 persen dalam 6 tahun.

Berbeda dengan emiten batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang dalam periode yang sama total kewajiban perusahaan hanya naik 16,6 persen, dari Rp6,1 triliun di tahun 2014 menjadi Rp7,2 triliun di paruh pertama tahun ini.(din/fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

PT KBN Berhasil Tingkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan

PT KBN Berhasil Tingkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan

Juru Bicara Sinergi Kawal BUMN Abdul Rohim mengatakan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di bawah manajemen Muhamad Sattar Taba


Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) yang memfasilitasi pembiayaan infrastruktur tanpa utang dan tidak membebani APBN mencapai Rp29,3 triliun


Rusuh di Wamena, Investor Asing Lirik Negara Lain

Rusuh di Wamena, Investor Asing Lirik Negara Lain

Kerusuhan hingga menyebabkan 30 orang meninggal, sekitar 70 orang terluka, ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta dirusak


Kasus Lion Air Group, Perlu UU Data Pribadi

Kasus Lion Air Group, Perlu UU Data Pribadi

Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini rupanya tidak diikuti keamanan sistemnya.


Fantastis, Utang Bulog Rp28 Triliun

Fantastis, Utang Bulog Rp28 Triliun

Hingga September 2019, utang Perum Bulog mencapai Rp28 triliun. Utang digunakan untuk pengadaan beras dan lainnya.


Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp5.542,10 T

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp5.542,10 T

Bank Indonesia (BI) menyebutkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juli 2019 tercatat sebesar USD 395,3 miliar atau setara Rp5.542,10 triliun.


Pemerintah Tak Perlu Intervensi Soal Harga Cabai

Pemerintah Tak Perlu Intervensi Soal Harga Cabai

Sejak tiga bulan lalu sampai saat ini harga cabai masih tetap tinggi. Bahkan saat ini tembus mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg).


Utang Pemerintah Bengkak Setahun Rp346 Triliun

Utang Pemerintah Bengkak Setahun Rp346 Triliun

Dalam setahun utang pemerintah bertambah sebesar Rp346 triliun atau hingga akhir Juli 2019 mencapai Rp4.603 triliun.


Utang Membengkak Bikin Defisit APBN

Utang Membengkak Bikin Defisit APBN

Defisit anggaran yang terjadi pada APBN Indonesia sudah merupakan problem yang universal


Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Saat ini kepemilikan utang asing dalam Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia mencapai Rp1.005 triliun atau 38,49 persen.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!