Ekonomi
Share this on:

Lagi, Data Kementerian Tak Sinkron, Impor Garam Berlebih

  • Lagi, Data Kementerian Tak Sinkron, Impor Garam Berlebih
  • Lagi, Data Kementerian Tak Sinkron, Impor Garam Berlebih

foto: pojoksatu.id

JAKARTA - Setelah persoalan harga ayam telah selesai, kini muncul masalah baru yakni harga garam yang anjlok di tingkat petani. Kondisi ini membuat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) ngamuk karena volume impor yang tinggi dan ada kebocoran.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menilai, persoalan garam tidak pernah terselesaikan karena data untuk kebutuhan garam di dalam negeri tidak jelas.

"Memang Indonesia masih membutuhkan garam impor namun peruntukannya untuk industri. Yang sekarang terjadi adalah garam impor melonjak tajam namun data kebutuhan garam masih belum jelas," ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (5/7).

Penyebabnya, lanjut Huda, adalah tidak sinkronnya data antarkementerian baik data dari KKP, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan.

"Ketidaksinkronan inilah yang membuat sering terjadinya kelebihan impor garam," kata Huda.

Nah, menurut Huda, kelebihan garam impor itu digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Akibatnya harga garam di tingkat petani anjlok.

"Dari kelebihan ini ternyata digunakan di garam untuk kebutuhan konsumsi, alhasil harga garam di tingkat petambak jeblok karena garam konsumsi inilah yang diproduksi oleh petambak garam kita," tutur Huda.

Melihat harga garam anjlok, Menteri Susi prihatin dan sedih di mana negara Indonesia perairannya luas namun impor garam tinggi. Catatan dia, harga garam di tingkat petani di angka Rp 600 per kilogram untuk kualitas unggul (KW) I, sedangkan Rp400 per kg untuk kualitas KW III.

Sementara, untuk garam jenis KW II ada di level Rp500 per kg dan KW III sebesar Rp400 per kg. Padahal tahun lalu, harga garam sempat berada di atas Rp1.000 per kg.

Menurut Susi, anjloknya harga garam selain impor yang berlebih juga karena ada kebocoran. Sehingga garam impor untuk industri namun beredar di pasar untuk konsumsi masyarakat.

"Persoalan harga jatuh adalah impor terlalu banyak dan bocor. Titik. Itu persoalannya," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/7).

Seharusnya, kata Susi, impor garam diatur oleh pemerintah jangan dibiarkan bebas begitu saja. Pasalnya jika impor garam seperti tahun lalu sebanyak 3 juta ton, harga garam di tingkat petani masih tinggi sebesar Rp1.500 sampai dengan Rp2.000.

"Persoalannya impor terlalu banyak dan itu bocor," pungkasnya.

Sekadar informasi, sebelumnya pemerintah mengalokasikan impor garam pada tahun 2018 yang sebesar 3,7 juta ton. Sementara untuk 2019, pemerintah mengalokasikan impor garam sebesar 2,7 juta. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Pemberantasan Kartel Ayam Lambat
Pemberantasan Kartel Ayam Lambat

Berita Sejenis

Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang bulan Juli masih tinggi, yakni 34,96 persen menjadi 15,51 miliar dolar


Ini Lima Jurus Jitu Genjot Ekspor Pertanian

Ini Lima Jurus Jitu Genjot Ekspor Pertanian

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian terus berupaya meningkatkan volume ekspor produk pertanian.


Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg

Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg

Harga garam sejak bukan Juni 2019 sampai saat ini semakin melorot. Padahal saat ini sedang berlangsung panen garam.


Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan komoditas ayam dan telur saat ini telah dinyatakan surplus.


Perang Dagang Amerika Serikat dengan Cina Kembali Memanas

Perang Dagang Amerika Serikat dengan Cina Kembali Memanas

Presiden AS Donald Trump mengancam, akan menjatuhkan tarif tambahan 10 persen senilai 300 miliar dolar AS terhadap impor Cina terhitung mulai 1 September 2019.


Infrastruktur Disubsidi, Pemerintah Pastikan Rest Area Tol Semakin Baik

Infrastruktur Disubsidi, Pemerintah Pastikan Rest Area Tol Semakin Baik

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pengelolaan jalan tol semakin membaik.


Peternak Lele dan Udang Kini Dijamin Asuransi

Peternak Lele dan Udang Kini Dijamin Asuransi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan dua produk asuransi kepada peternak lele dan udang.


BPJS Kesehatan Masih Tekor, Bagaimana Solusinya?

BPJS Kesehatan Masih Tekor, Bagaimana Solusinya?

Sejak lima tahun lalu sampai saat ini penyakit BPJS Kesehatan tak kunjung disembuhkan.


Perizinan di Daerah Masih Tak Sinkron

Perizinan di Daerah Masih Tak Sinkron

Ribetnya perizinan di daerah sampai saat ini masih menjadi penghambat investor masuk di daerah.


Kerek Harga Cabai, Pemerintah Harus Bangun Rumah Plastik

Kerek Harga Cabai, Pemerintah Harus Bangun Rumah Plastik

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sejumlah upaya untuk menstabilkan harga cabai yang melonjak tinggi



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!