Ekonomi
Share this on:

Lindungi Industri Alas Kaki Lokal, Bea Keluar Kulit Hewan Bakal Naik

  • Lindungi Industri Alas Kaki Lokal, Bea Keluar Kulit Hewan Bakal Naik
  • Lindungi Industri Alas Kaki Lokal, Bea Keluar Kulit Hewan Bakal Naik

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menaikkan bea keluar (BK) untuk bahan baku kulit hewan. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 140 Tahun 2016, BK bahan baku kulit hewan sebesar 15?25 persen.

Menperin Airlangga Hartarto mengatakan, bahan baku industri penyamakan kulit yang berupa kulit hewan terus mengalami permasalahan yang terkait dengan kontinuitas pasokan dari dalam negeri maupun impor. Pelaku usaha industri pengolahan kulit dan perajin kulit mengeluhkan sulitnya ketersediaan bahan baku sehingga harus mengimpor.

?Kami mengenakan bea keluar 15 hingga 25 persen. Nanti kami kaji lagi, apakah bea keluar bisa ditingkatkan lagi,? ujarnya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan tujuan rencana menaikkan BK. Yakni, produksi kulit dalam negeri tidak lagi diekspor, tetapi lebih diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri. ?Kalau bea keluar tinggi, harga domestik bisa lebih menarik,? imbuhnya.

Di tempat yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, untuk memaksimalkan potensi industri kulit maupun alas kaki, bisa diberlakukan BK maksimal. ?Kita lihat, sama seperti yang dikatakan Pak Menperin, kalau dari segi policy, kita lihat dari bahan baku kulit, disampaikan opsinya adalah menggunakan bea keluar. Tapi, kita lihat lah dari usulan yang disampaikan Menperin berdasar input dari pelaku, instrumen apa yang paling tepat untuk bisa meresponsnya,? katanya.

Ke depan, Menkeu akan melihat lebih lanjut usulan yang disampaikan para pengusaha kepada Kemenperin sehingga dapat memberikan respons yang tepat.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga meminta pelaku usaha industri kulit maupun alas kaki memperkuat merek nasional agar bisa dikenal di dunia global. ?Dengan menjadi merek global, produk kulit, alas kaki, dan aneka asal Indonesia akan dicari oleh dunia internasional,? jelasnya.

Dia menjelaskan, selama ini Indonesia masih menjadi basis manufaktur untuk produk kulit dengan merek-merek internasional dan belum memproduksi merek nasional. Padahal, lanjut dia, industri dalam negeri diyakini mampu memproduksi produk kulit, alas kaki, dan mode dengan kualitas internasional serta tentu kompetitif.

Menurut Airlangga, belanja iklan untuk promosi menjadi hal yang tidak kalah penting dalam memperkenalkan merek-merek nasional. Pemerintah dan pelaku usaha dianggap perlu memprioritaskannya.

Sesuai data Kemenperin, industri kulit, alas kaki, dan aneka mencakup sebelas kelompok industri. Antara lain, industri penyamakan kulit, barang dari kulit, alas kaki, kacamata, alat ukur waktu, dan musik. Ada pula industri mainan, alat tulis, perhiasan, dan alat olahraga. Juga industri pengolahan lain.

Data Kemenperin juga menunjukkan bahwa pertumbuhan industri aneka hingga triwulan II 2016 mencapai 3,84 persen, turun jika dibandingkan dengan catatan tahun sebelumnya yang mencapai 3,93 persen. Kecenderungan penurunan tersebut terjadi pada industri pengolahan lain seperti payung, korek api gas, rambut palsu, dan kancing sorong.

Industri-industri tersebut mengalami pertumbuhan negatif 3,63 persen. Sedangkan industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki mengalami pertumbuhan yang cukup baik, mencapai 7,74 persen. (dee/c11/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Polytron Optimistis Penuhi Aturan TKDN
Polytron Optimistis Penuhi Aturan TKDN

Berita Sejenis

Menteri Keuangan Nilai Teror Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Nilai Teror Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Sejumlah ekonom sebagian besar menyebutkan insiden penusukan terhadap Menko Polhukam, Wiranto, bakal memengaruhi perekonomian di Indonesia.Sejumlah ekonom sebag


Kenaikan Cukai Rokok Gerus Pendapatan Negara

Kenaikan Cukai Rokok Gerus Pendapatan Negara

Industri Hasil Tembakau (IHT) memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Karenanya, cukai rokok selama ini dapat mengerek pendapatan negar


Investor Ragu Tanam Modal di RI

Investor Ragu Tanam Modal di RI

Demontrasi di Jakarta dan beberapa wilayah lain di Indonesia hingga berkepanjangan selama sepekan terakhir ini bakal berdampak pada investasi domestik.


Kenaikan Tarif 18 Ruas Tol Bisa Dibatalkan

Kenaikan Tarif 18 Ruas Tol Bisa Dibatalkan

Hingga akhir tahun 2019 tarif 18 ruas tol diusulkan akan naik.


RUU Sertifikat Halal Pukul Pertumbuhan UMKM

RUU Sertifikat Halal Pukul Pertumbuhan UMKM

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) pada 17 Oktober 2019 bakal mewajibkan seluruh produk, termasuk hasil produksi Usaha Mikro


Revisi UU KPK Pukul Investasi dan Perekonomian RI

Revisi UU KPK Pukul Investasi dan Perekonomian RI

Revisi Undang-Undang (RUU) KPK yang telah disetujui DPR bakal berpengaruh pada melemahnya pertumbuhan investasi dan perekonomian Indonesia.


Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Di tengah diskriminasi atau boikot yang dilakukan Uni Eropa terhadap produk minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia


Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan kembali menuai protes keras.


Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp5.542,10 T

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp5.542,10 T

Bank Indonesia (BI) menyebutkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juli 2019 tercatat sebesar USD 395,3 miliar atau setara Rp5.542,10 triliun.


Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!