Ekonomi
Share this on:

LIPI Usul Dana Abadi Perfilman

  • LIPI Usul Dana Abadi Perfilman
  • LIPI Usul Dana Abadi Perfilman

JAKARTA - Pertumbuhan produksi film Indonesia menunjukkan tren positif. Tidak hanya didominasi oleh rumah produksi besar, tetapi juga yang berskala kecil. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menawarkan adanya dana abadi perfilman, yang bisa digunakan untuk mendanai produksi dan pembinaan industri film.

LIPI bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dalam penelitian strategi kebijakan insentif fiskal pada industri perfilman di Indonesia. Riset yang dikerjakan oleh Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI itu menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan.

Di antara rekomendasi LIPI yang menarik adalah pembentukan badan sejenis LPDP (lembaga pengelola dana pendidikan). Untuk dunia perfilman, LPDP tersebut berarti lembaga pengelola dana perfilman. Jadi lembaga ini mengelola dana abadi yang sumbernya bisa dari APBN atau sumbangan dari pajak tontonan. Pajak tontontan tersebut diambil dari setiap tiket yang terjual.

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan, pengelolaan dana abadi untuk perfilman itu dikembalikan lagi kepada pelaku industri perfilman. Mulai dari membantu biaya produksi maupun pembinaan kapasitas. ’’Dana abadi bisa dipungut dari tiket. Misalnya setiap Rp500 dari harga tiket, masuk ke dana abadi perfilman,’’ katanya di Jakarta kemarin (7/12).

Handoko menuturkan pengelolaan dana abadi perfilman bisa saja dilakukan seperti dana abadi pendidikan. Hanya saja jika dana abadi pendidikan, sumbernya dari APBN. Sementara untuk dana abadi perfilman itu sumbernya tidak harus APBN.

Menurut dia, film nasional harus terus dikembangkan. Sebab ada efek berantai dari setiap film yang diproduksi dengan kualitas bagus. Handoko mencontohkan film Laskar Pelangi yang dirilis pada 2008 lalu, berhasil meningkatkan kunjungan wisata di Bangka Belitung.

’’Dulu siapa yang kenal (Bangka Belitung, Red), sebelum ada film Laskar Pelangi,’’ jelasnya.

Selain pendanaan, lanjut Handoko, pelaku perfilman juga butuh fasilitas-fasilitas. Dia mengapresiasi ada gagasan pembentukan Baliwood. Gagasan ini adalah membentuk fasilitas komplit dan gratis yang bisa dipakai pelaku perfilman di Bali. Mulai dari perlengkapan kamera, studio, hingga bioskop untuk penayangan film.

Handoko juga menjelaskan LIPI membuka fasilitas rendering farm atau fasilitas grafik komputer bagi animator pemula tanah air. Dia mengatakan untuk membuat fasilitas produksi animasi butuh biaya sampai Rp60 juta. Biaya ini tentu cukup mahal bagi para animator pemula.

’’Solusinya bisa memanfaatkan rendering farm milik LIPI untuk membuat proyek,’’ katanya. Setelah menghasilkan uang, baru membeli perangkat studio sendiri.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan kebijakan fiskal yang bisa diberikan kepada pekerja film cukup banyak. Dia mencontohkan di Montreal ada pemberian cashback hingga 60 persen, bagi yang investasi pembuatan film di sana. Bahkan sekedar pengolahan pasca produksi film, juga mendapatkan cashback yang cukup besar itu. (wan/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Ajak Start Up Digital Gandeng UMKM
Ajak Start Up Digital Gandeng UMKM

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kapal Pesiar Mewah Sitaan Dijual 126 Juta Dolar AS

Kapal Pesiar Mewah Sitaan Dijual 126 Juta Dolar AS

Pemerintah Malaysia akan menjual kapal pesiar super (superyatch), yang diduga dibeli dengan dana curian dari dana negara 1MDB.


Tambah Dana Pasang Listrik Gratis

Tambah Dana Pasang Listrik Gratis

Tahun ini rasio elektrifikasi ditargetkan bisa meningkat menjadi 99,9 persen.


2018, BEI Himpun Dana Rp16,01 Triliun

2018, BEI Himpun Dana Rp16,01 Triliun

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, total dana yang dihimpun selama 2018 dari pasar modal sebesar Rp 16,01 triliun.


Anggaran FLPP Naik Jadi Rp7,1 Triliun

Anggaran FLPP Naik Jadi Rp7,1 Triliun

ahun depan pemerintah meningkatkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).


SoftBank-Alibaba Suntik USD 1,1 Miliar

SoftBank-Alibaba Suntik USD 1,1 Miliar

Investor global berduyun-duyun menyuntik modal e-commerce Indonesia. Kali ini Tokopedia kembali mendapat injeksi dana USD 1,1 miliar atau sekitar Rp15,9 triliun


Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat pembayaran selisih harga biodiesel hingga Oktober 2018 mencapai Rp 5,316 triliun.


Ekspor Sawit Tak Dipungut Biaya

Ekspor Sawit Tak Dipungut Biaya

Pemerintah akan menyesuaikan pungutan ekspor oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) terhadap crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.


Perbankan Kerek Dana Murah

Perbankan Kerek Dana Murah

Perbankan terus mendorong pertumbuhan dana murah (current account savings account/CASA).


Bahas Ekonomi Digital hingga Urbanisasi

Bahas Ekonomi Digital hingga Urbanisasi

Persiapan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-World Bank yang akan berlangsung pada 8–14 Oktober 2018 di Bali sudah hampir final.


Penyerapan PMN Capai 92 Persen

Penyerapan PMN Capai 92 Persen

PT Perusahaan Listrik Negara (persero) hampir setiap tahun memperoleh kucuran dana penyertaan modal negara (PMN) untuk membantu program kelistrikan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!