Ekonomi
Share this on:

Lulusan SMP Sudah Tak Terpakai Dunia Kerja

  • Lulusan SMP Sudah Tak Terpakai Dunia Kerja
  • Lulusan SMP Sudah Tak Terpakai Dunia Kerja

JAKARTA - Kebutuhan pasar terhadap tenaga kerja global benar-benar selektif. Bekal ijazah S1 saja tidak cukup. Apalagi ijazah SMP sederajat. Kemungkinan pada 2025 nanti sudah tidak ada lagi tenaga kerja lulusan "putih-biru". Sebagai gantinya tenaga kerja bakal didominasi lulusan SMK atau SMA.

Kondisi tersebut disampaikan oleh Kepala Badan SDM Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Mujiono di kantornya kemarin (8/4). Dia mengatakan kondisi tersebut merupakan imbas dari kebutuhan pasar tenaga kerja. "Perhitungan kami 2025 zero (tenaga kerja, red) lulusan SMP," katanya, kemarin (9/4).

Kondisi zero tenaga kerja lulusan SMP tersebut bukan berarti yang ada sekarang bakal di-PHK semuanya. Tetapi para tenaga kerja yang sekarang berijazah SMP akan hilang secara alamiah, misalnya karena pensiun. Kemudian juga ada yang mengikuti pelatihan sehingga memiliki kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) level dua sampai level tiga.

"KKNI level dua atau level tiga itu setara lulusan SMK," tuturnya.

Selain itu kondisi "hilangnya" tenaga kerja berijazah SMP juga disebabkan rekrutmen baru yang didominasi lulusan SMK sederajat. Selain itu tenaga kerja yang sekarang berijazah SMK, akan bergeser menjadi berijazah diploma 1 karena mengikuti sejumlah pendidikan sambil bekerja.

Pada kesempatan tersebut, industri yang bakal mengalami zero tenaga kerja SMP paling banyak adalah industri padat karya. Seperti industri tekstil, alas kaki atau sepatu dan sandal, hingga industri rokok serta makanan dan minuman. Menurut dia industri-industri tersebut selama ini banyak menyerap tenaga kerja.

Mujiono menjelaskan dengan pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen setiap tahunnya, industri nasional tetap membutuhkan tenaga kerja banyak. Dia memperkirakan kebutuhan tenaga kerja di Indonesia mencapai 600 ribu setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 350 diantaranya adalah kebutuhan kerja lulusan SMK.

Sayangnya yang terjadi sekarang SMK terkadang kesulitan menghasilkan lulusan yang siap diserap industri. Diantaranya karena adanya kesenjangan kompetensi. Antara kompetensi yang ada di kurikulum dengan di dunia industri. Untuk itu perlu ada kolaborasi antara industri dengan SMK.

Saat ini sudah ada program satu unit industri bermitra atau membina langsung sejumlah SMK. Data sementara ada 855 unit industri yang mengikuti program tersebut. Dengan jumlah SMK binaan mencapai 2.612 unit. (din/wan/zul/ful/fin)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang dagang yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS)-Cina dan Jepang-Korea, ditambah kasus Brexit yang tak segera selesai


Kartu Pra Kerja Jokowi Bakal Gagal

Kartu Pra Kerja Jokowi Bakal Gagal

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) siap mengeluarkan Kartu Pra Kerja (KPK).


Pemerintah Pastikan Harga Cabai Tak Lagi Pedas

Pemerintah Pastikan Harga Cabai Tak Lagi Pedas

Musim kemarau sudah mulai berakhir. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga cabai akan berangsur-angsur stabil.


Tim Independen PLN Belum Temukan Penyebab Blackout

Tim Independen PLN Belum Temukan Penyebab Blackout

Seminggu sudah berlalu insiden mati listrik massal alias blackout.


BPJS Kesehatan Masih Tekor, Bagaimana Solusinya?

BPJS Kesehatan Masih Tekor, Bagaimana Solusinya?

Sejak lima tahun lalu sampai saat ini penyakit BPJS Kesehatan tak kunjung disembuhkan.


Raksasa Digital Dunia Incar Indonesia

Raksasa Digital Dunia Incar Indonesia

Indonesia tengah kebanjiran tawaran investasi. Kali ini datang dari sektor elektronik.


Sharp Indonesia Persiapkan Lulusan Siap Kerja di Banjarmasin

Sharp Indonesia Persiapkan Lulusan Siap Kerja di Banjarmasin

Keterampilan dan kemandirian siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia masih memerlukan perhatian khusus


Rugikan Negara, Penjualan Kartu Perdana Operator Arab Saudi di RI

Rugikan Negara, Penjualan Kartu Perdana Operator Arab Saudi di RI

Para calon jamaah haji Indonesia sudah mulai diberangkatkan ke Tanah Suci.


UEA Sepakati Investasi Rp125,5 Triliun

UEA Sepakati Investasi Rp125,5 Triliun

Pemerintah dan kalangan dunia usaha Uni Emirat Arab (UEA) telah menyepakati komitmen investasi kepada pemerintah Indonesia.


Gandeng Google, Telkomsel Perluas Ekosistem Digital

Gandeng Google, Telkomsel Perluas Ekosistem Digital

Telkomsel mengumumkan aliansi strategis dengan GoogleTM. Kerja sama penerapan AndroidTM zero-touch enrollment.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!